*Diperlukan lebih banyak santri dan oleh sebab itu anggaran belanja untuk
kementrian Agama dibuat dua kali lebih besar dari Kementrian Agraria*.


http://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/23616/-Panglima-TNI-Yang-Bunuh-Jendera-Mallaby-bukan-TNI-tapi-Santri



Panglima TNI: Yang Bunuh Jendera Mallaby bukan TNI, tapi Santri

19 September 10:03 | Dilihat : 2533

[image: Panglima TNI: Yang Bunuh Jendera Mallaby bukan TNI, tapi Santri]
Panglima  TNI Jenderal Gatot Nurmayanto berziarah ke makam KH Hasyim
Asy'ari di Tebu Ireng, Jombang.

*Jakarta (SI Online) -* Panglima  TNI Jenderal Gatot Nurmayanto kembali
melakukan rangkaian peringatan HUT TNI ke-72 dengan melakukan ziarah ke
makam pahlawan. Menurut Gatot, tradisi ziarah dimaksudkan untuk
mengingatkan para prajurit, agar mencontoh jiwa juang yang diwariskan oleh
para  pahlawan.

"Kami mentradisikan ziarah ke makam para mantan presiden Republik Indonesia
yang merupakan Panglima Tertinggi TNI dan juga Jenderal Soedirman. Kita
juga berdoa agar beliau semua menjadi pahlawan dan syuhada," ujar Jenderal
Gatot dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/9) pagi seperti
dilansir *Republika.co.id
<http://Republika.co.id>. *

Didampingi seluruh Panglima Komando Utama (Pangkotama), Gatot berziarah ke
makam Ir Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Blitar, dan KH Abdurrahman Wahid
(Gus Dur) di Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Senin (18/9). Selain ke
makam Gus Dur, ia juga mengingatkan santri bahwa di Pesantren Tebuireng
juga ada makam KH Hasyim Asy'ari yang sangat berjasa kepada Indonesia.

"Saat mendapatkan informasi bahwa sekutu akan mendarat di Surabaya, Pak
Dirman melapor kepada Bung Karno dan meminta solusi kepada Kiai Hasyim.
Kiai Hasyim tidak langsung menjawab, tapi beliau shalat istikharah dulu.
Lalu ditetapkanlah fatwa (Resolusi) Jihad," cerita mantan Pangkostrad itu
tentang jasa KH Hasyim

Kemudian, Jenderal Gatot melanjutkan ceritanya, semua alumni Pesantren
Tebuireng yang sudah menyebar di berbagai daerah dan berjumlah sekitar 20
ribuan orang, datang lagi dan berkumpul untuk bersama-sama melakukan
perlawanan terhadap sekutu. Perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Kyai Abbas
dari Buntet, Jawa Barat, atas perintah Kyai Hasyim, berlangsung pada 10
November 1945 dan dikenal sebagai Hari Pahlawan.

"Seharusnya serangan dilakukan pada 9 November. Tapi Kyai Hasyim meminta
semuanya menunggu kedatangan Singa dari Jawa Barat (julukan untuk Kyai
Abbas)," tutur pria kelahiran 1960 ini. Dari cerita ini tentu bisa dilihat,
jasa kaum santri dan kiai dalam perjuangan kemerdekaan sangatlah besar.

"Sebagai Panglima TNI, saya ingatkan, yang membunuh Jenderal Mallaby bukan
TNI. Yang membunuh (Mallaby) itu santri. Yang menurunkan bendera (Belanda)
di Hotel Orange juga santri, bukan TNI," ujar mantan kepala staf TNI
Angkatan Darat (KSAD) itu.

Karena itu, menurut Gatot, tema HUT ke-72 TNI kali ini adalah 'Bersama
Rakyat, TNI Kuat', karena memang sejarahnya rakyat ikut mengerjakan tugas
TNI. Tradisi ziarah ini sudah memasuki tahun ke-2 yang dijalani Jenderal
Gatot setiap kali peringatan HUT TNI. Dalam kunjungan ziarah tersebut,
Jenderal Gatot didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Wakil
Bupati Jombang Mundjidah Wahab.

Kehadiran Panglima TNI dan seluruh jajaran Pangkotama disambut oleh Wakil
Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz dan Ketua Majelis
Keluarga Tebuireng KH. Mohammad Hasyim Karim. Tampak hadir juga adik
kandung mendiang Gus Dur Hj. Lily Wahid dan seluruh keluarga besar
Pesantren Tebuireng.

Kirim email ke