----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: kh djie [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>Kepada: @ <undefined>Terkirim: Kamis, 21 September 
2017 23.49.29 GMT+2Judul: [GELORA45] 
     

duel ala gladiator dilakukan oleh siswa kelas 1 SMA, sebelum pertandingan 
basket, diorganisir oleh kakak kelas dan alumni dari dua sekolah katolik 
ternama di Bogor, Budi Mulia dan Mardi Yuana,bukan dilokasi masing2 tapi di SMA 
Negri, baru kali ini terjadi korban-kematian.Kedua sekolah tsb tidak tahu ttg 
tradisi tsb atau tutup mata karena tradisi dilakukan diluar complex sekolah ( 
bukan tanggung jawabnya ) ?
Agama dibikin dan diajarkan oleh manusia utk memperbaiki kelakuan manusia, 
berhasil atau tidaknya tergantung dari budipekerti umatnya. Yang 
ber-budipekerti baik akan mentrapkan ajaran agama dalam kehidupan seharinya. 
Sedangkan yang ber-budipekerti buruk cuma beribadah saja tapi tidak 
mempraktekkan ajaran tsb.
Agama tidak mengajarkan kejahatan, hanya kebaikan : gladiator di Bogor utk 
hiburan alumni kedua sekolah katolik "tanpa sepengetahuan direksi", matador di 
Spain yang mayoritasnya katolik juga berlangsung terus utk hiburan. 



Miris!! Pelajar Diadu Sampai T3was di Kota Bogor, Mirip 'Gladiator' dan Jadi 
Tontonanhttps://www.youtube.com/watch? v=9JEbuKu8za4


Membentuk Pribadi yang Dewasa dengan Keteladanan dan Cinta Kasih

SMA Budi Mulia Bogor adalah sekolah yang berciri khas katolik yang dikelola 
oleh Yayasan Budi Mulia Lourdes di bawah naungan para Bruder Kongresiasi Budi 
Mulia dan menjadi anggota Majelis Pendidikan Katolik (MPK) Keuskupan Bogor. 
Dengan demikian, pendidikan yang diberikan di SMA Budi Mulia Bogor berciri dan 
bernuansa Katolik dengan menghormati perbedaan suku, ras, budaya dan golongan.
http://smabudimuliabogor.sch.i d/?page_id=2307

SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Grafika Mardi Yuana adalah sebuah lembaga 
pendidikan umum berasas katolik yang berkedudukan di kota Bogor, provinsi Jawa 
Barat, Indonesia. Lembaga ini mengacu pada bidang pendidikan grafika yang 
meliputi kegiatan desain, percetakan dan pasca produksi cetak. Sekolah ini 
merupakan lembaga pendidikan berasaskan pendidikan katolik dan dibawahi oleh 
Yayasan Mardi Yuana. Meskipun sekolah ini dibawahi oleh Yayasan Mardi Yuana dan 
berasas katolik, tetapi siswa di sekolah ini tidak dibatasi dan tidak terbatas 
untuk saswa beragama katolik saja, melainkan menerima siswa dari berbagai agama 
yang berbeda.https://id.m.wikipedia.org/ wiki/SMK_Grafika_Mardi_Yuana


Komnas PA Tuntut 2 Sekolah Pemilik Tradisi Duel Gladiator Ditutup KAMIS, 21 
SEPTEMBER 2017 | 07:35 WIB


TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait 
mendesak pemerintah daerah menutup SMU Budi Mulia Bogor dan SMU Mardi Yuana 
Bogor.  Arist menuduh kedua sekolah tersebut  membiarkan murid-muridnya 
melakukan duel atau tindak kekerasan hingga menyebabkan meninggalnya Hilarius 
Christian Evant Raharjo, siswa kelas X, SMU Budi Mulia.

“Enggak bisa bilang sekolah engga tau. Pertarungan ala gladiator untuk 
murid-murid baru itu sudah berlangsung secara turun temurun. Sekolah harus ikut 
bertanggung jawab,” ujar Arist kepada Tempo pada Rabu 20 September 2017. 
Menurut Arist, hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku dengan mengeluarkannya 
dari sekolah tidaklah cukup.  “Tindak pidana harus tetap diurus, engga bisa 
dibiarkan. Namun karena pelakunya anak 15 tahun, pendekatannya harus dengan 
perspektif anak-anak,” katanya.


Arist mengatakan, sejak enam bulan yang lalu, keluarga Christian sudah melapor 
ke Komnas PA. Dua minggu kemudian, Komnas PA sudah mengirimkan surat ke 
Kepolisian Resort Kota Bogor agar laporan keluarga korban segera 
ditindaklanjuti. “Sayangnya tidak ditangani dengan serius. Polresta Bogor 
terlambat merespon,” ujar Arist.


Kemarin, Polresta Bogor sudah mengotopsi jenazah Christian. Dari hasil autopsi 
ditemukan ada kerusakan di beberapa bagian organ dalam tubuh korban.


Ketua Komnas PA ini berjanji akan terus mengawal pengusutan kasus kematian 
Christian oleh Polresta Bogor dan Kepolisian Daerah Jawa Barat.
Kasus kematian Hilarius Christian Evant Raharjo terjadi pada 29 Januari 2017. 
Namun kasus ini kembali mencuat berkat curahan hati ibunda korban, Maria Agnes 
yang viral di sosial media.
Maria menjelaskan berdasarkan informasi yang diterimanya, peristiwa duel ala 
gradiator yang diberi nama "bom-boman" ini sudah menjadi tradisi tahunan yang 
digelar oleh senior dan alumni dua SMU Katholik di Kota Bogor tersebut. Menurut 
Maria, para senior memaksa siswa baru dari kedua sekolah mau diadu berkelahi 
satu lawan satu. Duel "bom-boman" ini ditonton oleh puluhan kakak kelas dan 
alumni kedua sekolah.

Kala itu, duel digelar di lapangan basket Taman Palupuh. Tepatnya di belakang 
SMA Negeri 7 Kota Bogor, di Vila Citra, Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota 
Bogor.
Sebagai kamuflase agar tak di ketahui pihak sekolah, promotor bom-boman 
mengadakan pertandingan basket. "Anak saya terpilih karena badannya tinggi dan 
besar. Dia juga atlet basket yang akan test untuk Pelatda Kota Bogor," ucap 
Maria. Dari awal, Maria menyatakan, anaknya sudah menolak namun kakak kelas dan 
beberapa alumni Budi Mulia memaksa Christian berduel melawan Bevan, siswa baru 
kelas X SMU Mardi Yuana.

Karena Christian tidak pernah berkelahi dia terjatuh setelah lawannya memukul 
tepat di bagian ulu hati. Perkelahian yang disaksikan sekitar 50 orang siswa 
itu direkam oleh siswa lain.
Maria berkata, anaknya sudah menyerah tapi seniornya malah menendang dan 
menyeretnya ke tengah lapangan supaya tetap melawan Bevan. Dalam keadaan sudah 
tidak berdaya, menurut Maria, seorang senior dari Mardi Yuana berteriak 
mengatakan Christian belum kalah atau KO. Dia lantas memerintahkan lawan yang 
notabene adik kelasnya supaya kembali menghajar Christian. Bevan kemudian 
membenturkan kepala Christian sebanyak lima kali dan menginjak-injak perutnya 
hingga dia tewas di lokasi.Venansius Raharjo ayah almarhum Christian 
mengatakan, kala kasus duel maut ini terjadi, keluarga tidak melapor ke polisi 
dengan alasan tidak mau jasad Christian diotopsi. "Tapi sekarang saya ingin 
kasus ini ditangani karena pelaku satu pun tidak ada yang dihukum,” ujar 
Venasius.


https://m.tempo.co/read/news/ 2017/09/21/064911148/komnas- 
pa-tuntut-2-sekolah-pemilik- tradisi-duel-gladiator-ditutup





5 Fakta Tentang Tewasnya Pelajar SMA Bogor Karena Dipaksa Senior Bertarung Ala 
Gladiator 

Sabtu, 16 September 2017 14:12 WIB

2. Tumbal Kakak Kelas di tradisi "Bom-boman"
Vanansius, ayah korban, bercerita bahwa anaknya itu menjadi tumbal seniornya. 
"Anak saya waktu itu diajak untuk melihat pertandingn basket. Tapi ternyata, 
dia sudah disiapin oleh senior kakak kelasnya untuk bertarung dengan murid dari 
sekolah SMA Mardi Yuana," ucap Vanansius, kepada Kompas.com

Di kalangan pelajar cowok di Bogor dikenal istilah bom-boman, yaitu pertarungan 
mirip kayak gladiator yang dilakukan antara dua sekolah yang bertanding di 
kompetisi basket. Pertarungan yang dilakukan sebelum pertandingan itu 
melibatkan senior dan alumni dari kedua sekolah. Hilarius diutus kakak kelasnya 
untuk menjadi petarung yang mewakili sekolahnya. 

"Kakak kelas ini dikoordinir sama alumni sekolah. Jegernya atau promotornya, ya 
alumni itu, yang mengelola kelas tiga. Mereka mencari anak-anak yang baru masuk 
untuk dipaksa berduel," kata Vanansius.

Celakanya, tradisi ini sudah lama dan tetap ada. Tradisi "bom-boman" antar 
kedua sekolah dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Sebelum duel, mereka mencari 
lapangan yang sepi. Hanya segelintir orang saja yang tahu dan bisa menyaksikan 
duel itu. 


"Acara (bom-boman, Red) ini emang sudah lama, tapi yang sampai tewas ya baru 
ini, anak saya. Setelah kejadian ini, baru pada tahu ternyata ada ajang seperti 
itu. Pihak sekolah dan guru juga tidak tahu awalnya," lanjut Vanansius.


read more

 http://hai.grid.id/Feature/ Skulizm/5-Fakta-Tentang- 
Tewasnya-Pelajar-Sma-Bogor- Karena-Dipaksa-Senior- Bertarung-Ala-Gladiator

Attachments areaPreview YouTube video Miris!! Pelajar Diadu Sampai T3was di 
Kota Bogor, Mirip 'Gladiator' dan Jadi TontonanMiris!! Pelajar Diadu Sampai 
T3was di Kota Bogor, Mirip 'Gladiator' dan Jadi Tontonan    

Kirim email ke