*Monggo-monggo, plissss, silahkan baku hantam, supaya terlatih dan bisa
diketahui apa yang kurang dan mana yang kuat gagah perkasa, jadi tidak cuma
baris-baris belok kiri-kanan dan istirahat, makan, tidur. Terima gaji, uang
lauk pauk,etc hehehe*



http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/17/10/02/ox5ip5428-demokrat-berharap-ketegangan-tni-polri-tidak-terjadi-lagi



Ahad , 01 Oktober 2017, 23:01 WIB

*Demokrat Berharap Ketegangan TNI Polri tidak Terjadi Lagi*

Rep: Mabruroh/ Red: Ratna Puspita

Republika

[image: Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Hinca
Panjaitan.]

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Hinca Panjaitan.


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai
Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan ketegangan antara Polri dan TNI harus
dihentikan. Jika tidak maka akan dapat menimbulkan dampak yang lebih besar
bagi negera.

Menurut Hinca, belum lama ini ketegangan antara Polri dan TNI kerap
terjadi. Mulai dari dugaan pembelian senjata atas nama Presiden Joko
Widodo, viralnya video Brimob menggunakan senjata diduga antitank, hingga
tertahannya senjata dan amunisi di bandara Soekarno Hatta.

"Berbagai informasi yang kami dapatkan, ketegangan TNI-Polri saat ini
berada dalam tingkatan yang dapat mengganggu soliditas kedua institusi
negara itu," ujar Hinca melalui keterangan pers di Jakarta, Ahad (1/10).

Padahal, Hinca melanjutkan, dua institusi ini memiliki posisi penting dalam
pertahanan dan kemanan negara. Dulu, dia menerangkan, perselisihan antara
Polri dan TNI memang pernah terjadi sewaktu-waktu.

Perbedaannya, dulu perselisihan hanya terjadi antarprajurit di lapangan.
Perselisihan yang bersifat lokal itu bisa cepat terselesaikan.

"Sekarang dengan ketegangan yang justru terjadi antara unsur pimpinan kedua
institusi itu, setiap perselisihan yang terjadi di lapangan sekecil apapun
dapat berkembang ke arah yang tidak kita kehendaki," kata dia.

Hinca berharap pemerintah dapat menyelesaikan prselisihan-perselisihan
perihal senjata belakangan ini di internal kabinet. Dengan demikian, dia
menuturkan, tidak perlu masalah tersebut merembes keluar dan menimbulkan
banyak pertanyaan dan ketidak tenangan yang tidak perlu di kalangan
masyarakat.

"Di masa depan, diharapkan semua elemen penyelenggara negara dan
pemerintahan, selalu memberikan penjelasan yang konsisten dan rasional,
serta kejujuran adalah pilar kepercayaan masyarakat," ucapnya.

Hinca juga menyarankan demi tegaknya demokrasi dan keadilan,
lembaga-lembaga negara termasuk institusi BIN, Polri dan TNI, pusat maupun
daerah, benar-benar netral dan tidak melibatkan diri dalam politik
kekuasaan. Dia mencontohkan, dalam Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019,
harus diserahkan kepada partai-partai politik dan para kandidat agar
bersaing secara jujur dan demokratis.

"Dimohonkan Kepala Negara memastikan netralitas semua lembaga negara dan
pemerintahan dalam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 mendatang," ujar dia.

Kirim email ke