----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: @ <undefined>Terkirim: 
Rabu, 4 Oktober 2017 18.40.08 GMT+2Judul: [nasional-list] JK: Jangan Berbeda 
Pendapat di Muka Umum
     





Dibalik layar boleh berbeda pendapat dan boleh saling bercakar- mencakarantara 
satu dan lain, jadi seperti dikatakan oleh orang bijak :”adildi hadapan putar 
balik di belakang”, begitu situasi kelakuananggota rezim klik 
neo-Mojopahit.Jadi sulit dipercaya,karena di mukaumum manisnya suara mereka 
lebih dari madu, tetapi lain di bibirlain di hati, dibalik lidah ular yang 
bercabang ada racun. hehehehehe




http://id.beritasatu.com/national/jk-jangan-berbeda-pendapat-di-muka-umum/166069







JK: Jangan Berbeda Pendapatdi Muka Umum
Oleh Imam Suhartadi | Rabu,4 Oktober 2017 | 9:38

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK)dengan tegas meminta agar para menteri 
menjalankan arahan PresidenJoko Widodo (Jokowi), yaitu tidak berbeda pendapat 
di muka umumtetapi menyelesaikannya dalam rapat internal.

 “Karena sudah perintah kan, kita harus jalankan. Memangkita sudah peringatkan 
kepada menteri untuk jangan membikin gaduhatau berbeda pendapat di muka umum. 
Berbeda pendapat di rapat. Jangandi muka umum. Apalagi antarpemerintah,” kata 
JK usai meninjausejumlah venue di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, 
Selasa(3/10).

 Senada dengan Jokowi, JK menilai perbedaan pendapat antarjajaran di 
pemerintahan yang dimunculkan ke permukaan rentanmenimbulkan kegaduhan dan 
tidak berdampak positif terhadap kerjapemerintahan. 

 Oleh karena itu, secara tidak langsung JK sepakat denganJokowi bahwa perbedaan 
pendapat harus diselesaikan secara internal. 

 Pengamat politik dari Universitas Padjajaran Bandung Muradimengatakan, 
ketegasan Presiden dalam menyelesaikan kegaduhanpembelian senjata harus 
diapresiasi. Bila ada persoalan yang munculantar-instansi atau lembaga 
seharusnya bisa diselesaikan di internal.

 “Saya kira apa yang disampaikan Panglima TNI tidak patutdan kurang beretika. 
Itu tak boleh terjadi lagi di kemudian hari,”katanya.

 Muradi mengatakan, prajurit sekali pun itu jenderal tidakboleh berbicara tanpa 
ada control pemerintah. Hal itu diatur dalamkonstitusi agar tidak muncul 
kegaduhan atau polemic di masyarakat.

 Dia menilai terlepas benar atau tidaknya yang disampaikanGatot, namun secara 
etika kenegaraan sudah melangkahi Presiden. SikapPanglima juga dinilai telah 
melanggar kode etik seorang prajurit.(b1/ant)



    

Kirim email ke