*Di balik layar boleh berbeda pendapat dan boleh saling bercakar- mencakar
antara satu dan lain, jadi seperti dikatakan oleh orang bijak :”adil di
hadapan putar balik di belakang”, begitu situasi kelakuan anggota rezim
klik neo-Mojopahit.Jadi sulit dipercaya,karena di muka umum manisnya suara
mereka lebih dari madu, tetapi lain di bibir lain di hati, dibalik lidah
ular yang bercabang ada racun. hehehehehe*


http://id.beritasatu.com/national/jk-jangan-berbeda-pendapat-di-muka-umum/166069



*JK: Jangan Berbeda Pendapat di Muka Umum*
*Oleh Imam Suhartadi* | Rabu, 4 Oktober 2017 | 9:38

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dengan tegas meminta agar para
menteri menjalankan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu tidak
berbeda pendapat di muka umum tetapi menyelesaikannya dalam rapat internal.

 “Karena sudah perintah kan, kita harus jalankan. Memang kita sudah
peringatkan kepada menteri untuk jangan membikin gaduh atau berbeda
pendapat di muka umum. Berbeda pendapat di rapat. Jangan di muka umum.
Apalagi antarpemerintah,” kata JK usai meninjau sejumlah venue di Kompleks
Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (3/10).

 Senada dengan Jokowi, JK menilai perbedaan pendapat antar jajaran di
pemerintahan yang dimunculkan ke permukaan rentan menimbulkan kegaduhan dan
tidak berdampak positif terhadap kerja pemerintahan.

 Oleh karena itu, secara tidak langsung JK sepakat dengan Jokowi bahwa
perbedaan pendapat harus diselesaikan secara internal.

 Pengamat politik dari Universitas Padjajaran Bandung Muradi mengatakan,
ketegasan Presiden dalam menyelesaikan kegaduhan pembelian senjata harus
diapresiasi. Bila ada persoalan yang muncul antar-instansi atau lembaga
seharusnya bisa diselesaikan di internal.

 “Saya kira apa yang disampaikan Panglima TNI tidak patut dan kurang
beretika. Itu tak boleh terjadi lagi di kemudian hari,” katanya.

 Muradi mengatakan, prajurit sekali pun itu jenderal tidak boleh berbicara
tanpa ada control pemerintah. Hal itu diatur dalam konstitusi agar tidak
muncul kegaduhan atau polemic di masyarakat.

 Dia menilai terlepas benar atau tidaknya yang disampaikan Gatot, namun
secara etika kenegaraan sudah melangkahi Presiden. Sikap Panglima juga
dinilai telah melanggar kode etik seorang prajurit. *(b1/ant)*

Kirim email ke