*Oleh sebab itu ada hadiahnya di hari kemudian, misalnya disediakan 72
bidadari cantik lagi sangat sexy. *


http://www.suara-islam.com/read/al-islam/akidah/23797/Kematian-Bukanlah-Peristirahatan-Terakhir


Kematian Bukanlah Peristirahatan Terakhir

07 Oktober 12:11 | Dilihat : 96

[image: Kematian Bukanlah Peristirahatan Terakhir] Ilustrasi mengantar
jenazah

Kematian bukanlah tempat peristirahatan yang terakhir sebagaimana yang
dikatakan oleh sebagian orang, namun ia adalah awal pertanggung jawaban.

“Utsman bin ‘Affan apabila berdiri di sisi kuburan, beliau menangis sampai
basah janggutnya, lalu dikatakan kepadanya, ‘Engkau mengingat surga dan
neraka tidak menangis, namun untuk ini anda menangis?’ Ia menjawab,
‘Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الْآخِرَةِ فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا
بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ
مِنْهُ قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا
رَأَيْتُ مَنْظَرًا قَطُّ إِلَّا وَالْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْهُ.

*‘Sesungguhnya kuburan adalah awal persinggahan akhirat, jika selamat
darinya maka yang setelahnya akan lebih mudah darinya, dan jika tidak
selamat maka yang setelahnya lebih berat darinya.’ Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam juga bersabda, ‘Tidak pernah aku melihat pemandangan yang
amat mengerikan kecuali (siksa) kubur lebih mengerikan darinya.’* (HR Ibnu
Majah, no 4267)

Maka tanyakanlah pada dirimu, apa persiapanmu menuju hari itu ? Perbekalan
apa yang telah dipersiapkan??? Ataukah dirimu masih dilalaikan dengan
mengejar dunia dan perhiasannya? Padahal harta dunia tidak akan kita bawa
ke kuburan... yang kita bawa adalah amal shalih dan ilmu yang bermanfaat.

Allah Ta'ala berfirman,

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِلَعَلِّي
أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا
وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

*“Apabila kematian datang kepada seseorang dari mereka, ia berkata, “Ya
Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh
terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali kali tidak. Sesungguhnya itu
adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada Barzakh
(pembatas) hingga hari mereka dibangkitkan.* [al-Mukminun/23:100]

Bayangkan ketika engkau berada di hari, tatkala tak ada lagi ruang kecuali
liang lahat yang luasnya dua hasta sedang kan panjangnya empat hasta.
Keluarga yang konon tak bisa berpisah dengan mu hari itu meninggalkanmu
sendiri, kolegamu yang dulu membuat megah rumahmu kelak akan menimbunmu
dengan tanah lantas beranjak pergi darimu.

Saking mengerikannya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bahkan
mengajarkan umatnya untuk berlindung dari azab kubur dalam do’a setelah
tasyahud akhir sebelum salam. Do’a itu senantiasa Rasulullah ajarkan kepada
umatnya agar senantiasa dibaca setiap sebelum salam. Begitu pentingnya hal
ini sehingga disunnahkan setiap kali shalat untuk berdo’a memohon
perlindungan kepada Allah dari empat perkara, yaitu :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ عَذَابِ
جَهَنَّمَ  ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ
الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

*“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa
neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan
fitnah Almasih Dajjal.”* (HR. Bukhari-Muslim)

Kirim email ke