Ya, agamanya namanya humanism. 

---In [email protected], <djiekh@...> wrote :

 Apa Tuhan/Allah itu beragama ?
 
 2017-10-07 22:33 GMT+02:00 'K. Prawira' k.prawira@... mailto:k.prawira@... 
[GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]>:
   
 Romo Magnis: Ucapan Eggi Sudjana Salah BesarFranz Magnis-Suseno. Tirto/Andrey 
Gromico 8.9k Shares 
 Eggi Sudjana https://tirto.id/m/eggi-sudjana-1P
 Maria Franz Anton Valerian Benedictus Ferdinand von Magnis 
https://tirto.id/m/maria-franz-anton-valerian-benedictus-ferdinand-von-magnis-jm
 

 Reporter: Jay Akbar 
https://tirto.id/author/jayakbar?utm_source=internal&utm_medium=topauthor

 07 Oktober, 2017 
 https://tirto.id/romo-magnis- ucapan-eggi-sudjana-salah- besar-cxXi 
https://tirto.id/romo-magnis-ucapan-eggi-sudjana-salah-besar-cxXi
 Magnis menjelaskan Trinitas dalam Kristen bukan berarti ada tiga Tuhan seperti 
dikatakan Eggi 
 Menurut Franz Magnis-Suseno, ucapan Eggi—bahwa tidak ada keesaan Tuhan di luar 
agama Islam—menunjukkan kesombongan serius. 
 
 tirto.id https://tirto.id/?utm_source=internal&utm_medium=Article - Tokoh 
agama Katolik Franz Magnis-Suseno mengkritik pernyataan pengacara Eggi Sudjana 
yang menyebut agama-agama selain Islam bertentangan dengan sila pertama 
Pancasila. Pria yang akrab disapa Romo Magnis ini menilai ada dua kekeliruan 
dalam pernyataan Eggi. 

Baca juga: Eggi Sudjana Dilaporkan ke Bareskrim Soal Isu SARA 
https://tirto.id/eggi-sudjana-dilaporkan-ke-bareskrim-soal-isu-sara-cxS6

“Ada dua kebodohan besar dari Eggi Sudjana,” kata Romo Magnis saat dihubungi 
Tirto, Jumat (10/6).

Kekeliruan pertama, menurut Magnis, adalah Eggi tidak memahami bahwa Pancasila 
yang disahkan pada 18 Agustus 1945 sebagai pembukaan UUD merupakan hasil 
rumusan untuk menampung agama-agama yang ada di Indonesia. Dengan kata lain, 
para pendiri bangsa telah memahami bahwa Pancasila tidak hanya untuk satu agama 
saja. 

“Jadi yang dikatakan Pak Eggi bertentangan dengan maksud mereka [pendiri 
negara] yang menetapkan Pancasila dan UUD,” ujar Magnis.

Kekeliruan lain, lanjutnya, terjadi ketika Eggi mengomentari keyakinan agama 
yang berbeda dengan keyakinannya. Menurut Magnis, argumentasi Eggi bahwa tidak 
ada keesaan Tuhan di luar agama yang dianutnya menunjukkan kesombongan yang 
serius. Apalagi tidak ada yang lebih tahu sifat-sifat Tuhan selain Tuhan itu 
sendiri. 

“Seakan-akan Pak Eggi punya pengetahuan khusus tentang keesaan Tuhan," katanya. 

Magnis kemudian menunjukkan kekeliruan kedua dari ucapan Eggi, yakni salah 
memahami konsep Trinitas. Menurutnya, Trinitas dalam Kristen bukan berarti ada 
tiga Tuhan sebagaimana disampaikan oleh Eggi. Trinitas dalam Kristen adalah 
satu Tuhan yang memiliki tiga wujud: Allah, roh kudus, Yesus. 

“Jadi, bukan tiga dewa, [melainkan] satu Tuhan yang menyatakan diri dalam tiga 
wujud,” ujarnya.

Pernyataan Eggi berpotensi menimbulkan keresahan di kalangan umat beragama. 
Profesor filsafat ini berpesan Eggi sebaiknya tidak membicarakan keyakinan 
agama lain kecuali dalam konteks dialog dengan pemeluk agama yang dibicarakan. 
Ia juga mengingatkan penguasaan seseorang soal agamanya bukan berarti ia berhak 
mengomentari agama orang lain. 

“[Letak] kesombongannya adalah [ketika] dia merasa tahu agama sendiri, lalu 
merasa bisa menilai agama lain,” katanya.

Namun, Romo Magnis percaya pernyataan Eggi tidak mewakili umat Islam. 
Menurutnya masih banyak umat Islam yang menghargai dan menghormati keyakinan 
umat Kristen. “Saya kenal banyak muslim yang sangat menghormati pandangan 
Kristiani,” ujarnya.

Baca juga:
 PGI dan Walubi Tak Mau Terpancing Ucapan Eggi Sudjana 
https://tirto.id/pgi-dan-walubi-tak-mau-terpancing-ucapan-eggi-sudjana-cxVP 
Sejarawan: Eggi Sudjana Ahistoris dan Tak Paham Konsep Esa 
https://tirto.id/sejarawan-eggi-sudjana-ahistoris-dan-tak-paham-konsep-esa-cxVS 
Ketua PBNU: Tafsir Eggi Sudjana Soal Pancasila Mengada-ada 
https://tirto.id/ketua-pbnu-tafsir-eggi-sudjana-soal-pancasila-mengada-ada-cxTf
Sebelumnya Ketua DPN Perhimpuan Pemuda Hindu Indonesia, Sures Kumar, melaporkan 
Eggi ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan tindak pidana menyebarkan ujaran 
kebencian dan SARA. Laporan ini diterima oleh Mabes Polri dengan nomor 
LP/1016/X/2017/Bareskrim tertanggal 5 Oktober 2017.

Eggi dilaporkan dengan tuduhan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk 
menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok 
masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan sebagaimana 
diatur dalam Pasal 45 A ayat 2 dan Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 
2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Saat melaporkan kasus ini, Sures membawa sejumlah bukti, antara lain video dari 
Youtube yang menayangkan Eggi saat diwawancarai dan berita media online. 
Rekaman video pernyataan kontroversial Eggi ini juga telah tersebar di berbagai 
platform media sosial seperti Twitter dan Youtube. 

Dalam rekaman video tersebut, Eggi menyatakan: "Pengetahuan saya, mungkin 
terbatas, tapi bisa diuji secara intelektual, tidak ada ajaran selain Islam, 
ingat ya, garis bawahi, selain Islam, yang sesuai dengan Pancasila. Selain 
Islam bertentangan.”

Eggi menilai sila pertama Pancasila yang berbunyi "Ketuhanan yang Maha Esa" 
hanya kompatibel dengan konsep ketuhanan di Islam yang monoteistik. "Karena 
Kristen Trinitas, Hindu Trimurti, Buddha setahu saya tidak punya konsep Tuhan, 
kecuali apa yang diajarkan Siddhartha Gautama," tambahnya. 

Pernyataan ini diutarakan pada Senin, tanggal 18 September lalu, seusai sidang 
mengenai Perppu Ormas di Mahkamah Konstitusi (MK). Eggi mengajukan gugatan uji 
materi ke MK atas nama individu dengan alasan Perppu ini justru mengancam 
keberadaan Ormas selain Ormas Islam, terutama pada pasal 59 ayat 4 huruf C. 

"Maka saya sudah ingatkan tadi, konsekuensi hukum jika Perppu diterima dan 
berkekuatan hukum tetap dan mengikat, maka konsekuensi hukumnya ajaran selain 
Islam harus dibubarkan," kata pria yang juga merupakan pengacara Rizieq Shihab 
ini. 

 Baca juga artikel terkait KASUS UJARAN KEBENCIAN 
https://tirto.id/q/kasus-ujaran-kebencian-fYh?utm_source=internal&utm_medium=lowkeyword
 atau tulisan menarik lainnya Jay Akbar 
https://tirto.id/author/jayakbar?utm_source=internal&utm_medium=lowauthor 
 (tirto.id http://tirto.id - jay/msh) 




 
 
 
 
 




 

Kirim email ke