3 BULAN TERAKHIR 50.000 BURUH TERKENA PHK

*KSPI MENYATAKAN INDONESIA DALAM KEADAAN DARURAT PHK*

07 Oktober 2017 17:19 BC <http://www.sinarharapan.co/news/author/BC>
Nusantara <http://www.sinarharapan.co/news/nasional/nusantara> dibaca: 169

KORAN PERDJOEANGAN /

JAKARTA--Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal
menyatakan Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat Pemutusan
Hubungan Kerja (PHK) karena banyaknya terjadi PHK di berbagai sektor.

"PHK besar-besaran di mana-mana, sekarang adalah darurat PHK. Jadi tidak
benar kalau dikatakan pertumbuhan industri mendekati angka 17 persen,
faktanya PHK terjadi di mana-mana dalam tiga bulan terakhir hampir 50 ribu
buruh di seluruh Indonesia telah di PHK," kata Said Iqbal di Jakarta, Sabtu
(7/10).

Hal itu disampaikan dalam aksi Hari Layak Kerja Internasional yang diikuti
ratusan pekerja yang tergabung dalam berbagai serikat pekerja dari wilayah
Jakarta dan sekitarnya di kawasan Monas.

Dia menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir terjadi PHK di berbagai
sektor termasuk sektor pertambangan dan keramik, dengan dirumahkannya 8.100
orang pekerja Freeport dan 300-an pekerja di Gresik.

Begitu juga dengan industri keramik di Bogor, Karawang dan Bekasi yang
terpaksa tutup karena mahalnya harga gas industri. Selain itu, sekitar
5.000 lebih buruh di sektor garmen mengalami PHK dan 10 ribu lainnya
terancam PHK.

Di sektor industri telekomunikasi, lanjut dia, ratusan orang sudah
mengalami PHK dan bahkan 1.000 orang pekerja tengah terancam PHK. Termasuk
juga industri transportasi, retail serta kesehatan.

"Upah murah, daya beli buruh dan masyarakat yang menurun, PHK di mana-mana
adalah suatu cerminan pada hari ini bahwa pemerintah belum mampu
menyejahterakan kaum buruh," tambah Said Iqbal.

Sebelumnya sejak pagi ratusan pengunjuk rasa telah berkumpul di bundaran
patung kuda Silang Monas Jakarta dan mereka melakukan aksi jalan kaki
(longmarch) ke istana presiden untuk menyuarakan tuntutannya.

Kirim email ke