Sebenarnya program susu bagi anak2 itu baik sekali, dan saya rasa susu sangat 
tepat karena kandungan protein dan kalsium yang tinggi sekali dan juga harga 
yang murah/terjangkau. Kandungan kalsium inilah yang tidak ada pada ikan. Cuman 
masalah tunggangan politik lebih mendominasi terutama pemakaian nama "revolusi 
putih" yang memberi konotasi khilafah apalagi kalau dikaitkan dengan suasana 
pilkada barusan dan pidato pribumi.
Sara rasa seandainya tujuannya meningkatkan gizi anak2, lebih baik dimasukkan 
kedalam program KJP (atau sudah ada?) atau program peningkatan gizi anak2 
daripada pada nama khusus "revolusi putih."

---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :

Apa kesalahan peternak (sapi dll) kok yang dipikirkan cuma kepentingan sendiri 
untuk dipuji nelayan? Apa salahnya memajukan kesejahteran 
nelayan-peternak-petani-buruh-Guru dan semuanya?
Pemerintahan kok diskriminatif. Kerjanya cuma urusan pecah-belah, hitam-putih, 
gontok-gontokan, rebutan rejeki.

Parasit.
--- SADAR@... wrote:
 
Daripada Revolusi Putih Prabowo, Susi Pudjiastuti Usulkan "Susinisasi"
FABIAN JANUARIUS KUWADOKompas.com - 27/10/2017, 12:52 WIBMenteri Kelautan dan 
Perikanan Susi Pudjiastuti saat berada di rumah dinasnya di kawasan Widya 
Chandra V, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017).(Kompas.com/Kurnia Sari Aziza )
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tidak 
setuju atas ide " Revolusi Putih" yang dikemukakan Ketua Umum Partai Gerindra 
Prabowo Subianto.Susi lebih setuju jika Revolusi Putih yang memiliki arti 
sosialisasi susu sebagai konsumsi sehari-hari kepada anak-anak tersebut diganti 
'Susinisasi'.Apa itu 'Susinisasi'?Istilah 'Susinisasi' ternyata merujuk pada 
namanya sendiri sebagai Menteri KKP yang sedang mengampanyekan gerakan makan 
ikan nasional."Susinisasi itu maksudnya makan ikan. Jadi bukan minum susu saja, 
tapi makan ikan diperbanyak dong," ujar Susi saat berbincang santai dengan 
wartawan di Ruang VIP Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jumat 
(21/10/2017).Menurut Susi, susu memang bergizi baik, tetapi pasokan produksinya 
sangat terbatas. Susu di Indonesia pun lebih banyak berasal dari luar negeri 
alias impor dibandingkan produksi dalam negeri.(Baca juga: Susi Pudjiastuti 
Ingin Punya Program Televisi Sendiri)Apalagi, ada jenis pangan lain yang jauh 
lebih mudah didapat masyarakat, yakni ikan. Harga ikan semakin ke sini pun 
semakin murah.Jadi, Susi berpendapat, mengonsumsi ikan lebih banyak menuai 
manfaat. Baik kepada diri sendiri ataupun kepada peningkatan ekonomi 
nasional."Kalau makan ikan hasil produksi dalam negeri diuntungkan nelayan dan 
sebagainya. Jadi, pilih mana? Ikan dong. Jadi menurut saya, Revolusi Putih 
diganti saja dengan 'Susinisasi'," kata Susi, seraya tertawa.Adik Prabowo 
Subianto, yaitu Hashim Djojohadikusumo, sebelumnya menemui Gubernur DKI Jakarta 
Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (26/10/2017). Hashim 
mengatakan, dia membawa usulan program untuk pelajar kurang mampu di 
Jakarta."Saya sampaikan beberapa hal dan beliau sudah setuju. Pertama adalah 
program tambahan makanan untuk pelajar sekolah. Ini adalah program dari Pak 
Prabowo, Revolusi Putih," ujar Hashim di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan 
Merdeka Selatan, Kamis.(Baca: Hashim Temui Anies, Usulkan Program "Revolusi 
Putih" dari Prabowo)Revolusi Putih adalah pemikiran Prabowo dan Partai Gerindra 
untuk membangun karakter bangsa yang sehat dan kuat.  Salah satu caranya 
menjadikan susu sebagai konsumsi rakyat Indonesia setiap hari.Catatan 
Kompas.com, istilah Revolusi Putih ini sebenarnya sudah digaungkan oleh Prabowo 
sejak kampanye Pilpres 2014.Menteri Kesehatan Nila F Moeloek merespons ide itu. 
Ia tak setuju dengan program Revolusi Putih yang digagas Prabowo. Nila menilai, 
program bagi-bagi susu kepada anak-anak itu tidak akan optimal."Saya agak 
enggak setuju. Susu kalian tahu dari mana? Dari sapi. Cukup enggak sapi kita? 
250 juta penduduk mesti dapat dari mana," kata Nila di Kompleks Istana 
Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/10/2017).Menurut Nila, mencukupi gizi 
anak-anak di Indonesia tidak harus melalui susu. Ada makanan lain yang memiliki 
gizi sama dengan susu, tetapi pasokannya jauh lebih berlimpah untuk mencukupi 
kebutuhan seluruh anak di Indonesia. Makanan tersebut tidak lain adalah 
ikan."Kalau Pak Prabowo bilang protein, ya kami mendorong. Makan protein itu 
dari ikan begitu banyak kok," kata Nila.(Baca: Menkes Tak Setuju Gagasan 
Revolusi Putih dari Prabowo)



Kirim email ke