Kenapa pakai nama itu? Hmm, kalau bisa sedikit tenang dan baca berita itu 
pelan-pelan pasti ketemu jawabannya, ya apa lagi kalau bukan karena warna 
susu.
Kalau Anda mendengar "revolusi putih" pada saat itu atau mengikuti 
perkembangan / berita tahun 2014 itu, saya yakin Anda tidak akan 
sepanik ini dilalap paranoia sampai ngalor ngidul nggak karuan begini.
Makan ikan dan minum susu dua-duanya baik selama itu disukai, danterbeli. Minum 
susu lebih praktis, tinggal teguk. Makan ikan sedikitnyadiperlukan bumbu, 
piring dst. Tapi dua-duanya baik. 

Yang tidak baik ialah Susi & Nila karena mendikotomi dua hal yang baik. 
Apa pemerintah asuhan Megawati ini tidak punya niat baik sedikit pun 
untuk Rakyat?
--- jonathangoeij@... wrote:
kenapa kok harus pakai nama "revolusi putih"
--- ajegilelu@... wrote :
Maksudnya 2014 itu untuk menandingi revolusi mental kecap(hitam) Jokowi?

--- jonathangoeij@... wrote:
sudah pastilah bilangnya putihnya susu apalagi.
--- ajegilelu@... wrote :
Apa sudah pasti program minum susu ini terkait dengan revolusi putih 
pilkada?Atau itu sekedar permainan perasaan sehingga ngalor-ngidul 
mengonotasikannya?
Bagaimanapun, "revolusi pilkada" kelihatan tertib, rapi, dan solid ya. 
Menjungkirbalikkan stigma AS / Bush tentang Islam yang sedemikian buruk 
sampai dia dengan segala ketololannya harus menjerit, "Crusadeǃ". 
Sayangnya, revolusi tandingan dari pendukung Ahok (Parade Bhineka Tunggal 
Ika)kelihatan sangat tidak disiplin (kalau tidak boleh dibilang anarkis, al. 
mengotori 
kota, merusak taman) dan OOT - sampai ada regu yang bangga turun ke jalan 
dengan kostum tentara Romawi, hhaa.... 

Saya pikir sudahlah. Jangan mau terus-terusan digendangi Bush (sekarang 
Trump).Di topik ini fokus saja pada penolakan Susi yang sudah berkali-kali 
bilang mau mundur 
dari pemerintahan Jokowi dan lebih banyak bicara tentang barang mati seputar 
kapal, 
pelabuhan, jaring (paling banter keselamatan ikan & terumbu karang), tiba-tiba 
sekarangngomong soal nelayan... keuntungan bagi nelayan (tidak peduli peternak 
dkk). Apa sih 
kesalahan para pemilih Indonesia sampai dapatnya cuma pemerintahan yang sikap 
dan pemikirannya selalu terkotak-kotak dengan mulut penuh kecap persatuan, 
gotongroyong, 
bhineka melulu. Revolusi mental kecap.

Mengenai program minum susu barangkali masih ada yang ingat ini,

“Susunisasi”
--- jonathangoeij@... wrote:
Susu memang putih, demikian juga Revolusi Putih dibawah:

Revolusi Putih



--- ajegilelu@... wrote :

O kirain warna susu.
--- jonathangoeij@... wrote:
Sebenarnya program susu bagi anak2 itu baik sekali, dan saya rasa susu sangat 
tepat karena kandungan protein dan kalsium yang tinggi sekali dan juga harga 
yang murah/terjangkau. Kandungan kalsium inilah yang tidak ada pada ikan. Cuman 
masalah tunggangan politik lebih mendominasi terutama pemakaian nama "revolusi 
putih" yang memberi konotasi khilafah apalagi kalau dikaitkan dengan suasana 
pilkada barusan dan pidato pribumi.
Sara rasa seandainya tujuannya meningkatkan gizi anak2, lebih baik dimasukkan 
kedalam program KJP (atau sudah ada?) atau program peningkatan gizi anak2 
daripada pada nama khusus "revolusi putih."
--- ajegilelu@... wrote :

Apa kesalahan peternak (sapi dll) kok yang dipikirkan cuma kepentingan sendiri 
untuk dipuji nelayan? Apa salahnya memajukan kesejahteran 
nelayan-peternak-petani-buruh-Guru dan semuanya?
Pemerintahan kok diskriminatif. Kerjanya cuma urusan pecah-belah, hitam-putih, 
gontok-gontokan, rebutan rejeki.

Parasit.
--- SADAR@... wrote:
 
Daripada Revolusi Putih Prabowo, Susi Pudjiastuti Usulkan "Susinisasi"
FABIAN JANUARIUS KUWADOKompas.com - 27/10/2017, 12:52 WIBMenteri Kelautan dan 
Perikanan Susi Pudjiastuti saat berada di rumah dinasnya di kawasan Widya 
Chandra V, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017).(Kompas.com/Kurnia Sari Aziza )
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tidak 
setuju atas ide " Revolusi Putih" yang dikemukakan Ketua Umum Partai Gerindra 
Prabowo Subianto.Susi lebih setuju jika Revolusi Putih yang memiliki arti 
sosialisasi susu sebagai konsumsi sehari-hari kepada anak-anak tersebut diganti 
'Susinisasi'.Apa itu 'Susinisasi'?Istilah 'Susinisasi' ternyata merujuk pada 
namanya sendiri sebagai Menteri KKP yang sedang mengampanyekan gerakan makan 
ikan nasional."Susinisasi itu maksudnya makan ikan. Jadi bukan minum susu saja, 
tapi makan ikan diperbanyak dong," ujar Susi saat berbincang santai dengan 
wartawan di Ruang VIP Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jumat 
(21/10/2017).Menurut Susi, susu memang bergizi baik, tetapi pasokan produksinya 
sangat terbatas. Susu di Indonesia pun lebih banyak berasal dari luar negeri 
alias impor dibandingkan produksi dalam negeri.

   

Kirim email ke