*Kalau Anda ingin NKRI menjadi NII pililah Jenderal Gatot menjadi presiden
pada Pemilu, demikan suara orang-orang di dekatnya. Apakah mereka yang
memilih sang jenderal menjadi presiden dan NKRI menjadi NII dijamin masuk
surga dan menikmati kehidupan kekal yang berlimpah-limpah di taman Firdaus?*


http://nasional.harianterbit.com/nasional/2017/10/27/88771/25/25/Jenderal-Gatot-Nurmantyo-Idaman-Umat-Islam




umat, 27 Oktober 2017 13:13 WIB

*Nasionalis, Agamis dan dekat dengan Ulama*

*Jenderal Gatot Nurmantyo Idaman Umat Islam *

*Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Habib Umar bin Hafidz
(tengah). Foto: Republika*
<http://nasional.harianterbit.com/nasional/2017/10/27/88771/25/25/Jenderal-Gatot-Nurmantyo-Idaman-Umat-Islam#>
*Jakarta, HanTer - *Di kalangan ulama dan umat Islam nama Panglima TNI
Jenderal Gatot Nurmantyo cukup baik. Selain berjiwa nasionalis, Gatot
dinilai agamis dan dekat dengan kalangan ulama. Pembelaannya terhadap umat
Islam sudah tidak perlu diragukan lagi. Diperkirakan, jika Gatot maju pada
Pilpres 2019, akan mendapat dukungan dari umat Islam dan kelompok
nasionalis.

Penilai tersebut disampaikan aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Mukhlas Syarkun,
Ketua Lembaga Dakwah Front (LDF) DPP FPI, Novel Bamukmin, Anggota Komisi
Hukum dan Perundang Undangan (KUMDANG) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat,
dan Irjen Pol (Purn) Anton Tabah Digdoyo kepada *Harian Terbit* di jakarta,
Kamis (26/10).

Irjen Pol (Purn) Anton Tabah Digdoyo menegaskan, sosok Jendral Gatot
dicintai rakyat. Hal itu dilakukannya karena Gatot mengetahui dirinya
memang dari rakyat untuk rakyat. Oleh karena itu polisi juga harusnya
meniru yang dilakukan Gatot sesuai Tribrata dan Catur Prasetya.

Oleh karena itu yang dilakukan Gatot bukan pencitraan untuk menarik simpati
umat Islam.  "Itu sama sekali bukan pencitraan. Saya prajurit tahu mana
yang pencitraan," ujar Anton kepada Harian Terbit.

Anton menegaskan, bukan pencitraan yang dilakukan Gatot bisa dilihat dari
bahasa tubuhnya. Gatot merupakan sosok jenderal apa adanya. Sehingga salah
besar jika ada yang mengatakan aktivitas Gatot dekat dengan umat Islam dan
Ulama sebagai pencitraan.

"Wah salah besar itu (yang menyatakan pencitraan). Itu bukan prediksi tapi
prejudice. Tipe Pak Gatot bisa dilihat dari bahasa tubuh yang lebih asli
dan tidak bisa ditipu," paparnya.

Sementara itu, Ketua Front Mahasiswa FPI, Habib Ali Alatas juga berharap
Panglima Gatot juga benar - benar dekat kepada ulama dan umat Islam
berdasarkan hati nurani bukan karena ada maksud lain. Sehingga siapapun
seorang muslim yang membela umat Islam ketika disudutkan dan dizalimi maka
pantas untuk didukung menjadi pemimpin. Selama ini Panglima Gatot yang
membela agama Islam dari penistaan dan penodaan.

"Saran saya Jenderal Gatot terus meningkatkan iman da makin takut terhadap
Allah SWT bukan pada yang lain, Allah pasti memberi petunjuk bagi
orang-orang yang beriman dan bertakwa," paparnya.

Terpisah, Ketua Lembaga Dakwah Front (LDF) DPP FPI, Novel Bamukmin
mengatakan, hingga saat ini pihaknya melihat Jenderal Gatot  adalah orang
yang baik, dekat dengan ulama dan umat Islam. Selain itu Gatot juga tegas
dalam pembelaanya terhadap Islam. Tidak heran ketika ada pihak yang
menyerang dan membully umat Islam maka Gatot orang pertama yang
menghadangnya dengan pernyataan - pernyataan keras. "Semoga apa yang
dilakukan Panglima bukan sandiwara," ujar Novel.

Menurutnya, saat ini umat Islam sangat butuh pejabat yang mengayominya.
Oleh karena itu baik tidaknya Gatot dalam pembelaan terhadap umat Islam
maka akan dilihat pada Pilpres  2019 mendatang. Novel juga tidak bisa
menilai yang dilakukan Gatot adalah pencitraan atau bukan.

Novel menuturkan, Gatot melihat iklim politik di Indonesia saat ini sudah
tidak sehat. Karena politik transaksional yang terjadi yaitu untuk
kepentingan partai serta para cukong cukong. Oleh karena itu walaupun
dilarang berpolitik karena harus netral tetapi Panglima melihat ini
panggilan anak bangsa melihat negaranya akan hancur digerus oleh
kepentingan asing dan aseng.

“Maka Panglima harus menyelamatkan bangsa ini. Bila perlu Panglima
berpolitik praktis dengan mengambil paksa kepemimpinan negara ini dan insya
Allah didukung umat," jelasnya.

*Diterima Ulama*

Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Mukhlas Syarkun mengatakan, dikalangan ulama
dan umat Islam nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo cukup baik.
Selain itu terhadap umat Islam moderat atau kanan nama Garot juga baik.
Hanya di kalangan Islam liberal saja ada sebagian yang tidak suka atas
aktivitas Gatot terhadap umat Islam.  Karena orang liberal itu antitesa
dengan kaum kanan.

Mukhlas menilai, Gatot juga cocok untuk menjadi pemimpin umat Islam.Karena
Gatot dianggap jenderal yang apresiasi peran umat Islam dalam kemerdekaan.
Sehingga hal tersebut  dipersepsikan akan dianggap melindungi umat Islam
ditengah tengah tengah fenomena upaya penangkapan ulama dan aktivis Islam.

*Untuk Semua Umat*

Sementara itu pengamat politik dari Point' Indonesia (PI) Karel Susetyo
mengatakan, Panglima harus sesuai  Sapta Marga sehingga harus tunduk pada
konstitusi. Oleh karena itu Panglima harus fokus pada tugas pokoknya.
Panglima tidak perlu dicitrakan atau mencitrakan diri dekat dengan umat
Islam dan ulama. Sehingga Panglima harus dekat kepada semua umat beragama
dan ulama semua agama.

"Tempatnya tentara di barak kalau masa damai. Sehingga Panglima jangan
keluar barak. Karena kalau masa damai. Demokrasi itu ranahnya sipil bukan
tentara," jelasnya.

Panglima, sambung Karel, harusnya lebih banyak mengunjungi barak untuk
melihat kondisi prajuritnya ketimbang kampus dan masjid. Daripada merangkai
kata berbusa busa maka lebih baik Panglima merasakan susahnya hidup
prajurit.

“Umat Islam harus melihat secara proporsional bahwa Panglima itu tugasnya
menjaga negara bukan ceramah di masjid. Siapapun panglima-nya, selama dia
taat konstitusi maka umat Islam harus mendukung penuh,” kata karel.

Kirim email ke