He Jonathan, sudah begitu gamblang berita over-produksi, masih nantang-nantang
dan nanya-nanya... Tahu nggak saya tidak pernah beli susu ketika harganya
normal. Soalnya, karena persaingan dan juga over-produksi, selalu ada toko yang
menurunkan harganya. Dengan harga yang sudah diturunkanpun, mereka masih
beruntung! Berapa kali petani dan peternak di Perancis memberi publik dengan
cuma-cuma hasil produknya sebagai protes karena harganya sudah begitu turun.
Yang untung selalu pemilik supermarket yang besar-besar! Gejala overporduksi
sudah berpuluh kali disinggung banyak peneliti ekonomi dunia , bukan yang
Marxis saja. Apa lagi tujuan produksi di kapitalisme kalau bukan profit!!!!!
Bahwa sebuah perusahaan bangkrut bisa disebabkan oleh mismanagement, ya itu
normal. Tapi ini bukan SATU perusahaan saja yang bangkrut dan harus tutup dan
bukan hanya di SATU negeri saya . Di kota tempat saya tinggal, sudah berapa
saja toko yang tutup. Nggak ada lagi toko-toko buat cuci mata....Gejala ini
bahkan sudah jadi berita besar. Jadi banyak faktor yang menyebabkan
kebangkrutan itu....BUKAN MISMANAGEMENT!! Pendukung dan pembela kapitalisme
sama sekali tidak mampu melihat dan mengakui faktor-faktor seperti
over-produksi, austerity policy yang diambil semua pemerintah setelah krisis
2008 yang dampaknya adalah flexibilitas dalam employment (di belanda kontrak
zero Uur lagi a la mode sekarang), hidup orang jadi rentan, tidak ada security
(precarity), upah turun (dengan demikian daya beli ya turun juga!) sementara
kebutuhan hidup terus naik.
On Monday, October 30, 2017 5:52 PM, "Jonathan Goeij
[email protected] [GELORA45]" <[email protected]> wrote:
Sudah sejak 2015 US overproduksi susu sampai harus dibuang. Seandainya 43
juta gallons yang dibuang itu bisa dipakai untuk mencukupi kekurangan gizi yang
dialami 1/3 balita Indonesia maka kasus kekurangan gizi itu bisa dikurangin
banyak sekali, mungkin bisa diatur cukup dengan biaya transportasi saja.
Berita October 2016:U.S. dairy farmers are dumping tens of millions of gallons
of milk in the midst of a supply glut which has also resulted in warehouses
full of cheese. WSJ's Kelsey Gee explains how restaurant chains are stepping in
to help farmers on Lunch Break with Tanya Rivero. Photo: Sean Proctor for The
Wall Street Journal
America’s Dairy Farmers Dump 43 Million Gallons of Excess Milk
Berita Juli 2015:
The U.S. Is Producing a Record Amount of Milk and Dumping the Leftovers
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :
Dimana di USA susu overproduksi dan kenapa dibuang serta kapan terjadinya?
Hehehehehe ayo kita lihat apa argumennya?! Ente mau ngasih tahu kita2 orang
Indonesia bahwa USA itu hebat ya sampai2 susu saja dibuang?Ente mau ngasih tahu
kita2 orang Indonesia bahwa Jokowi goblok ya ngurus susu saja gak bisa? Ane gak
mau nanya solusi nya ente apa krn ente memang bukan cari solusi. ENTE MAUNYA
BASHING JOKOWI DAN INDONESIA SAJA!!!! Nesare From: [email protected]
[mailto:[email protected]]
Sent: Sunday, October 29, 2017 10:07 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Menkes Tak Setuju Gagasan Revolusi Putih dari Prabowo
Overproduksi susu ini kelihatannya benar, di US bahkan sampai ber-ton2 dibuang
begitu saja utk jaga harga, sementara di Indonesia banyak anak2 kekurangan gizi
dan itu bukan hanya 1-2 orang tetapi hampir 30% balita Indonesia terancam
stunting (kontet) karena kurang gizi dan bukan hanya perkembangan tubuh tetapi
juga pertumbuhan otak bayangkan 30% penduduk bakalan kuntet dan bodoh. Disini
sebenarnya kalau pintar2 ngatur daripada susu dibuang begitu saja lebih baik
utk anak2 balita yang kurang gizi itu, dgn minum susu 1-2 gelas susu perhari
saja kasus kekurangan gizi itu bisa diatasi banyak sekali.
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :Betuuul. bung Lusi!
Disinilah kesalahan Pemerintah kalau masih saja ikut-ikutan menggencarkan
masyarakat minum SUSU, apalagi dengan seruan “REVOLUSI PUTIH” Prabowo itu! Yang
berarti ikut MENUNJANG gerakan “REVOLUSI PUTIH” yang hakekatnya tidak berhenti
dengan gerakan minum susu, tapi juga usaha memutihkan NUSANTARA dengan
jubah-jubah serba putih itu, ....! Padahal untuk hidup SEHAT, manusia tidak
HARUS minum SUSU setiap hari, cukup dengan makan saja berbagai jenis sayuran,
buah, ikan hasil produksi lokal yang jauh lebih MURAH ketimbang minum susu!
Kenapa pemerintah harus menunjang usaha susu yg jauh lebih muuaaahal???
Salam,ChanCT From: 'Lusi D.' lusi_d@... [GELORA45]Sent: Monday, October 30,
2017 5:51 AMTo: 'Chan CT' SADAR@... [GELORA45] ;
[email protected]: [email protected]: Re: [GELORA45]
Menkes Tak Setuju Gagasan Revolusi Putih dari Prabowo Masalahnya bukan urusan
kesehatan gizi. Negeri-negeri induk imperialis
sudah lama mengidap over-produksi susu sapi perahan. Untuk
mempertahankan eksistensi peternak sapi perahan itu pemerintah harus
mensubvensi perekonomian mereka. Nah sekarang negeri-negeri penerima
kredit Bank Dunia, IMF atau Bank Pembangunan Asia harus minum susu
import supaya subvensi pemerintahan negeri-negeri induk imperialis bisa
mengurangi tanggungan terhadap peternak sapi mereka.
Am Sat, 28 Oct 2017 17:25:39 +0800
schrieb "'Chan CT' SADAR@... [GELORA45]"
<[email protected]>:
> Salahnya, ...
kandungan gizi susu yang bisa diserap manusia,
> khususnya orang Asia,
ternyata hanya protein dan fat nya, ... maka
> agar orang tetap minum susu
mengejar kalsium dan tidak jadi
> kegemukkan, dibuatlah susu low-FAT,
HIGH-calsium! Padahal itu akal2an
> pengusaha industri susu saja, ...!
Baik kandungan protein, fat,
> calsium juga bisa didapatkan dengan lebih
baik dari makanan
> sehari-hari, baik sayur2an, kacang2an dan ikan, ...
tidak mesti dari
> susu!
>
> Tentu bagi orang yang sudah
terbiasa dan suka minum susu, .... boleh2
> saja diteruskan! Tidak perlu
dilarang. Tapi juga SALAH kalau
> PEMERINTAH ikut menggencarkan masyarakat
minum susu hanya bertujuan
> menghidupkan kembali peternakan sapi dengan
menyuntikkan dana! Sudah
> BETUL usul Susi, dianjurkan saja rakyat lebih
BANYAK makan IKAN,
> menghidupkan usaha nelayan menangkap ikan diperairan
Nusantara ini!
> Kenapa tidak pelihara sapi-potong saja yg biayanya lebih
murah dan
> bisa menurunkan harga daging-sapi, daging kambing, ...
>
>
>
> From: jonathangoeij@... [GELORA45]
>
Sent: Saturday, October 28, 2017 1:48 PM
> To: SADAR@...
> Subject: Re: [GELORA45] Menkes Tak Setuju Gagasan Revolusi Putih
dari
> Prabowo
>
>
> apa salahnya anak2 minum susu 2
gelas perhari?
>
> ---In [email protected],
<SADAR@...> wrote :
>
>
> BUKAN tidak mau teruskan
peternakan sapi Suharto, ...! Justru
> Revoolusi Putih Prabowo itu untuk
gencarkan masyarakat setiap hari
> setidaknya 2 gelas susu, khususnya
anak-anak sekolah dan, ... dengan
> TUNJANGAN Pemerintah! Dengan demikian
bukan hanya peternakan sapi
> Suharto terangkat kembali, tapi juga
pengusaha susu-bubuk? Pertanyaan
> mendasar, apakah manusia HARUS minum
susu untuk SEHAT???
>
> Ternyata, TIDAK! Balita diatas usia 2th,
sudah bisa hidup NORMAL dan
> SEHAT tanpa harus minum SUSU lagi! Machluk
hidup didunia ini hanya
> MANUSIA yang minum susu sampai tuuaaaaa, ...
Banyak kenyataan
> menunjukkan sebaliknya, khususnya untuk orang asia,
banyak yg tidak
> bisa mencerna dengan baik susu yang diminum itu.
Sementara orang
> menyatakan kandungan kalsium dalam susu sangat tinggi,
... Ternyata
> juga TIDAK! Makanya, pengusaha susu untuk dpt UNTUNG, harus
TAMBAHKAN
> kadar kalsium dalam susunya, menjadi high calsium!Sebaliknya,
hasil
> penelitian ada yang menyatakan, makin banyak orang itu minum
susu,
> makan produk-susu justru makin kena kropos tulang! Hehehee, ...
>
>
>
>
> From: kh djie djiekh@... [GELORA45]
> Sent: Saturday, October 28, 2017 4:19 AM
> To: Gelora45 ; Chalik
Hamid
> Subject: Re: [GELORA45] Menkes Tak Setuju Gagasan Revolusi Putih
dari
> Prabowo
>
>
> Ex. jendral naik kuda, pakai
sepatu lars, menyandang keris,
> mau revolusi putih. Boleh mulai tanami
tanahnya yang luas
> dengan rumput gajah untuk kasih makan sapi
perah............
> Kok peternakan sapi Suharto di Tapos Bogor tidak
diteruskan
> oleh sang ex menantu untuk berrevolusi putih ?
>
http://bogor.tribunnews.com/2016/02/09/peninggalan-peternakan-sapi-milik-pak-harto-lahannya-luas-dan-sapinya-juga-banyak
>
http://megapolitan.kompas.com/read/2017/02/20/18000071/peternakan.tapos.pernah.jadi.legenda.dan.mati.suri
#yiv5113297131 #yiv5113297131 -- #yiv5113297131ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv5113297131
#yiv5113297131ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv5113297131
#yiv5113297131ygrp-mkp #yiv5113297131hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv5113297131 #yiv5113297131ygrp-mkp #yiv5113297131ads
{margin-bottom:10px;}#yiv5113297131 #yiv5113297131ygrp-mkp .yiv5113297131ad
{padding:0 0;}#yiv5113297131 #yiv5113297131ygrp-mkp .yiv5113297131ad p
{margin:0;}#yiv5113297131 #yiv5113297131ygrp-mkp .yiv5113297131ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv5113297131 #yiv5113297131ygrp-sponsor
#yiv5113297131ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv5113297131
#yiv5113297131ygrp-sponsor #yiv5113297131ygrp-lc #yiv5113297131hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv5113297131
#yiv5113297131ygrp-sponsor #yiv5113297131ygrp-lc .yiv5113297131ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv5113297131 #yiv5113297131actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv5113297131
#yiv5113297131activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv5113297131
#yiv5113297131activity span {font-weight:700;}#yiv5113297131
#yiv5113297131activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv5113297131 #yiv5113297131activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv5113297131 #yiv5113297131activity span
span {color:#ff7900;}#yiv5113297131 #yiv5113297131activity span
.yiv5113297131underline {text-decoration:underline;}#yiv5113297131
.yiv5113297131attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv5113297131 .yiv5113297131attach div a
{text-decoration:none;}#yiv5113297131 .yiv5113297131attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv5113297131 .yiv5113297131attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv5113297131 .yiv5113297131attach label a
{text-decoration:none;}#yiv5113297131 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv5113297131 .yiv5113297131bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv5113297131
.yiv5113297131bold a {text-decoration:none;}#yiv5113297131 dd.yiv5113297131last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5113297131 dd.yiv5113297131last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5113297131
dd.yiv5113297131last p span.yiv5113297131yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv5113297131 div.yiv5113297131attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv5113297131 div.yiv5113297131attach-table
{width:400px;}#yiv5113297131 div.yiv5113297131file-title a, #yiv5113297131
div.yiv5113297131file-title a:active, #yiv5113297131
div.yiv5113297131file-title a:hover, #yiv5113297131 div.yiv5113297131file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv5113297131 div.yiv5113297131photo-title a,
#yiv5113297131 div.yiv5113297131photo-title a:active, #yiv5113297131
div.yiv5113297131photo-title a:hover, #yiv5113297131
div.yiv5113297131photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv5113297131
div#yiv5113297131ygrp-mlmsg #yiv5113297131ygrp-msg p a
span.yiv5113297131yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv5113297131
.yiv5113297131green {color:#628c2a;}#yiv5113297131 .yiv5113297131MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv5113297131 o {font-size:0;}#yiv5113297131
#yiv5113297131photos div {float:left;width:72px;}#yiv5113297131
#yiv5113297131photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv5113297131
#yiv5113297131photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv5113297131
#yiv5113297131reco-category {font-size:77%;}#yiv5113297131
#yiv5113297131reco-desc {font-size:77%;}#yiv5113297131 .yiv5113297131replbq
{margin:4px;}#yiv5113297131 #yiv5113297131ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv5113297131 #yiv5113297131ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5113297131
#yiv5113297131ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv5113297131
#yiv5113297131ygrp-mlmsg select, #yiv5113297131 input, #yiv5113297131 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5113297131
#yiv5113297131ygrp-mlmsg pre, #yiv5113297131 code {font:115%
monospace;}#yiv5113297131 #yiv5113297131ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv5113297131 #yiv5113297131ygrp-mlmsg #yiv5113297131logo
{padding-bottom:10px;}#yiv5113297131 #yiv5113297131ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv5113297131 #yiv5113297131ygrp-msg
p#yiv5113297131attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv5113297131
#yiv5113297131ygrp-reco #yiv5113297131reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv5113297131 #yiv5113297131ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv5113297131 #yiv5113297131ygrp-sponsor
#yiv5113297131ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv5113297131
#yiv5113297131ygrp-sponsor #yiv5113297131ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv5113297131
#yiv5113297131ygrp-sponsor #yiv5113297131ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv5113297131 #yiv5113297131ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv5113297131 #yiv5113297131ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv5113297131 #yiv5113297131ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv5113297131
#yiv5113297131ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv5113297131