Syafii: Sila kelima Pancasila kunci tangkal radikalisme
Senin, 6 November 2017 20:25 WIB | 2.276 Views Pewarta: Luqman HakimSyafii 
Maarif (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki) Yogyakarta (ANTARA News) - Tercapainya sila 
kelima Pancasila merupakan kunci keberhasilan menangkal berbagai ideologi 
impor, termasuk radikalisme, kata Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden 
Pembinaan Ideologi Pancasila, Buya Syafii Maarif. 

 "Ideologi impor dengan teologi maut-nya sesungguhnya tidak mempan hidup di 
Indonesia asal sila kelima (Pancasila) betul-betul diwujudkan," kata Syafii 
dalam Seminar "Pancasila dan Kebhinekeaan" di Balai Senat Universitas Gadjah 
Mada (UGM) di Yogyakarta, Senin.

 Menurut mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu, era Pemerintahan Presiden Joko 
Widodo harus mampu mengoptimalkan implementasi seluruh sila dalam Pancasila. 

 "Pancasila jangan hanya retorika," kata dia.

 Sila pertama, menurut dia, baru memiliki makna apabila sila kelima yang 
berbunyi "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" itu menjadi kenyataan. 

 Jika sila kelima dapat diwujudkan, menurut Syafii, ketimpangan sosial dan 
ekonomi bisa dihilangkan. 

 Dengan demikian, kehadiran ideologi-ideologi impor yang mengancam Pancasila 
dan kebhinekaan tidak akan bertahan lama di Indonesia.

 "Jangan lagi Pancasila sila kelima tergantung di awan tinggi, sedangkan rakyat 
di bumi terkapar. Itu tidak boleh," kata dia.

 Menurut Syafii, ketimpangan itu masih ada di Indonesia yang ditunjukkan dengan 
masih tingginya jumlah desa tertinggal. 

 Sesuai data dari Kementerian Desa saat ini, sekitar 60 persen dari 74.910 desa 
masuk katagori tertinggal dan sangat tertinggal.

 "Belum lagi penguasaan tanah di Indonesia yang 80 persen dikuasai oleh 
konglomerat domestik dan 13 persen konglomerat luar," kata dia. 

 (T.L007/M029)
Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Kirim email ke