https://metro.tempo.co/read/1031617/pejalan-kaki-protes-disebut-sandiaga-uno-biang-ruwet-tanah-abang
Pejalan Kaki Protes Disebut Sandiaga Uno Biang Ruwet Tanah Abang
Reporter:
Zara Amelia
Editor:
Jobpie Sugiharto
Selasa, 7 November 2017 17:53 WIB
ReaPejalan Kaki Protes Disebut Sandiaga Uno Biang Ruwet Tanah Abang
<https://metro.tempo.co/read/1031617/pejalan-kaki-protes-disebut-sandiaga-uno-biang-ruwet-tanah-abang>
Pengguna jalan melintas di antara Pedagang Kaki Lima (PKL) yang
berdagang di atas trotoar di Tanah Abang, Jakarta, 26 Oktober 2017.
Meskipun sudah ditertibkan, para PKL tersebut masih berjualan di atas
trotoar. ANTARA
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Pejalan kaki di kawasan Tanah Abang, Jakarta
Pusat, tak setuju dengan pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta *Sandiaga
Uno*
<https://nasional.tempo.co/read/1031425/perusahaan-prabowo-dan-sandiaga-tersangkut-paradise-papers> bahwa
pejalan kaki biang kerok keruwetan lalu lintas selain angktan
umum parkir sembarangan, dan proyek infrastruktur.
*Simak*: Pejalan Kaki Beri Tahu Sandiaga Uno Cara Bereskan Tanah Abang
<https://metro.tempo.co/read/1031586/pejalan-kaki-beri-tahu-sandiaga-uno-cara-bereskan-tanah-abang>
Sebelumnya, Sandiaga menuduh para pedagang kaki lima (PKL) liar yang
bikin Tanah Abang semrawut. Belakangan, dia merevisi pendapatnya
itu."Kesemrawutan terjadi karena pembangunan jalan, tumpahnya pejalan
kali yang keluar dari Stasiun Tanah Abang, dan banyak angkot yang parkir
liar atau ngetem," katanya di Balai Kota Jakarta pada Senin, 6 November
2017.
*Baca juga*: Temuan Terbaru Sandiaga Uno: 3 Biang Ruwet Tanah Abang
<https://metro.tempo.co/read/1031276/temuan-terbaru-sandiaga-uno-3-biang-ruwet-tanah-abang>
<https://metro.tempo.co/read/1031276/temuan-terbaru-sandiaga-uno-3-biang-ruwet-tanah-abang>
<https://metro.tempo.co/read/1031276/temuan-terbaru-sandiaga-uno-3-biang-ruwet-tanah-abang>
Suci, pejalan kaki dari Stasiun Tanah Abang menuju Pasar Tanah Abang,
membantah temuan terbaru Sandiaga yang diperoleh via kamera drone
tersebut. Menurut Suci, PKL liar adalah penyebab kemacetan di kawasan
Stasiun Tanah Abang.
Suci menuturkan, akibat PKL liar di trotoar para pejalan kaki terpaksa
mengalah sehingga mengganggu lali lintas. "PKL jualannya nutupin trotoar
sehingga kita pejalan kaki harus ngambil badan jalan karena enggak bisa
lewat," ucapnya kepada Tempo hari ini, Selasa, 7 November 2017.
*Lihat*: Sandiaga Uno Ungkap Kelemahan Program Ahok Soal Transjakarta
<https://metro.tempo.co/read/1031237/sandiaga-uno-ungkap-kelemahan-program-ahok-soal-transjakarta>
Pengguna trotoar lainnya, Tsania, sepakat dengan Suci bahwa para PKL
liar bercokol di sepanjang trotoar sehingga pejalan kaki meluber ke
jalanan. ketika mereka beramai-ramai menyeberang jalan, terjadilan
kemacetan lalu lintas.
"Kayak efek domino," ujar Tsania.
/Tempo/ melakukan reportase ke kawasan Stasiun Tanah Abang pada Selasa,
7 November 2017. Setiap pagi dan sore/malam hari, stasiun dijejali
ribuan penumpang yang berangkat dan pulang kerja. Pada siang-sore hari,
kaum perempuan yang selesai belanja busana di Pasar Tanah Abang memenuhi
peron stasiun.
“Selama sehari, penumpang kereta yang keluar-masuk dari stasiun bisa
mencapai 110 ribu orang,” kata Kepala Stasiun Tanah Abang Cahyono.
Menurutnya, Stasiun Tanah Abang bersama Stasiun Bogor dan Stasiun Kota
merupakan stasiun dengan penumpang terbanyak.
Penumpang sebanyak itu merupakan warga dari Bogor, Depok, Bekasi,
Tangerang, dan Rangkasbitung, selain warga Jakarta sendiri. Memang Tanah
Abang merupakan stasiun transit untuk kereta komuter dari kota-kota di
pinggiran Jakarta.
Angkutan umum yang melintas kawasan Tanah Abang adalah bus Transjakarta
(rute Pasar Minggu-Tanah Abang, Kebayoran Lama-Tanah Abang), bus kota
non-Transjakarta, dan angkot berbagai jurusan.
Beberapa petugas Suku Dinas Perhubungan DKI Jakarta terlihat sibuk
membantu pejalan kaki menyeberang jalan di depan Stasiun *Tanah Abang*
<https://metro.tempo.co/read/1031617/Angkot%20Ngetem%20Jadi%20Salah%20Satu%20Penyebab%20Tanah%20Abang%20Semrawut>.
Tidak sedikit yang menyeberang jalan sembarangan sehingga menimbulkan
kemacetan.
Read more at
https://metro.tempo.co/read/1031617/pejalan-kaki-protes-disebut-sandiaga-uno-biang-ruwet-tanah-abang#bVmr9Q1RF2by9YQr.99