#TROTOAR untuk Pejalan kaki.. 
#Melenyapkan "KEKUASAAN" PREMAN dan PEMIMPIN PREMAN TANAH ABANG tentunya akan 
MEWUJUDKAN kenyamanan, pertemuan sosial masyarakat, keteraturan dan keindahan 
di areal Pasar Tanah Abang... Terutama BERSIH dari PUNGUTAN LIAR atau PUNGLI... 
#Memberikan para PREMAN DAN PEMIMPIN PREMAN Pendifikan Gratis PROFESI dan 
Kursus Teknik ataupun keterampilan lainnya adalah jalan yang bijaksana...


Verzonden via Yahoo Mail op Android 
 
  Op di, nov. 7, 2017 om 16:48 schreef zeta roza [email protected] 
[temu_eropa]<[email protected]>:       
Maksudnya:  Pungutan Liar 


Verzonden via Yahoo Mail op Android 
 
  Op di, nov. 7, 2017 om 16:46 schreef zeta roza [email protected] 
[temu_eropa]<[email protected]>:       
#Trotoar adalah untuk PEJALAN KAKI..

#Implementasi Menghilangkan KEKUASAAN PREMAN TANAH ABANG beserta PEMIMPINNYA 
maka akan terwujud pertemuan sosial, kenyamanan, keteraturan dan keindahan 
Pasar Tanah Abang... Terutama akan bersih dari Pengulangan Liar... 

----------------

Verzonden via Yahoo Mail op Android 
 
  Op di, nov. 7, 2017 om 15:30 schreef Awind [email protected] 
[temu_eropa]<[email protected]>:       
 


 
 
https://metro.tempo.co/read/1031617/pejalan-kaki-protes-disebut-sandiaga-uno-biang-ruwet-tanah-abang
 
  
Pejalan Kaki Protes Disebut Sandiaga Uno Biang Ruwet Tanah Abang 
   Reporter: 
Zara Amelia
   Editor: 
Jobpie Sugiharto
  Selasa, 7 November 2017 17:53 WIB 
 Rea  
Pengguna jalan melintas di antara Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdagang di 
atas trotoar di Tanah Abang, Jakarta, 26 Oktober 2017. Meskipun sudah 
ditertibkan, para PKL tersebut masih berjualan di atas trotoar. ANTARA 
     
TEMPO.CO, Jakarta - Pejalan kaki di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, tak 
setuju dengan pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bahwa pejalan 
kaki biang kerok keruwetan lalu lintas selain angktan umum parkir sembarangan, 
dan proyek infrastruktur.
 
Simak: Pejalan Kaki Beri Tahu Sandiaga Uno Cara Bereskan Tanah Abang
 
Sebelumnya, Sandiaga menuduh para pedagang kaki lima (PKL) liar yang bikin 
Tanah Abang semrawut. Belakangan, dia merevisi pendapatnya itu."Kesemrawutan 
terjadi karena pembangunan jalan, tumpahnya pejalan kali yang keluar dari 
Stasiun Tanah Abang, dan banyak angkot yang parkir liar atau ngetem," katanya 
di Balai Kota Jakarta pada Senin, 6 November 2017.
 
Baca juga: Temuan Terbaru Sandiaga Uno: 3 Biang Ruwet Tanah Abang
   
Suci, pejalan kaki dari Stasiun Tanah Abang menuju Pasar Tanah Abang, membantah 
temuan terbaru Sandiaga yang diperoleh via kamera drone tersebut. Menurut Suci, 
PKL liar adalah penyebab kemacetan di kawasan Stasiun Tanah Abang.
 
Suci menuturkan, akibat PKL liar di trotoar para pejalan kaki terpaksa mengalah 
sehingga mengganggu lali lintas. "PKL jualannya nutupin trotoar sehingga kita 
pejalan kaki harus ngambil badan jalan karena enggak bisa lewat," ucapnya 
kepada Tempo hari ini, Selasa, 7 November 2017.
 
Lihat: Sandiaga Uno Ungkap Kelemahan Program Ahok Soal Transjakarta
 
Pengguna trotoar lainnya, Tsania, sepakat dengan Suci bahwa para PKL liar 
bercokol di sepanjang trotoar sehingga pejalan kaki meluber ke jalanan. ketika 
mereka beramai-ramai menyeberang jalan, terjadilan kemacetan lalu lintas.
 
"Kayak efek domino," ujar Tsania.
 
Tempo melakukan reportase ke kawasan Stasiun Tanah Abang pada Selasa, 7 
November 2017. Setiap pagi dan sore/malam hari, stasiun dijejali ribuan 
penumpang yang  berangkat dan pulang kerja. Pada siang-sore hari, kaum 
perempuan yang selesai belanja busana di Pasar Tanah Abang memenuhi peron 
stasiun.
 
“Selama sehari, penumpang kereta yang keluar-masuk dari stasiun bisa mencapai 
110 ribu orang,” kata Kepala Stasiun Tanah Abang Cahyono. Menurutnya, Stasiun 
Tanah Abang bersama Stasiun Bogor dan Stasiun Kota merupakan stasiun dengan 
penumpang terbanyak.
 
Penumpang sebanyak itu merupakan warga dari Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, 
dan Rangkasbitung, selain warga Jakarta sendiri. Memang Tanah Abang merupakan 
stasiun transit untuk kereta komuter dari kota-kota di pinggiran Jakarta.
 
Angkutan umum yang melintas kawasan Tanah Abang adalah bus Transjakarta (rute 
Pasar Minggu-Tanah Abang, Kebayoran Lama-Tanah Abang), bus kota 
non-Transjakarta, dan angkot berbagai jurusan.
 
Beberapa petugas Suku Dinas Perhubungan DKI Jakarta terlihat sibuk membantu 
pejalan kaki menyeberang jalan di depan Stasiun Tanah Abang. Tidak sedikit yang 
menyeberang jalan sembarangan sehingga menimbulkan kemacetan.
 
  
 Read more 
athttps://metro.tempo.co/read/1031617/pejalan-kaki-protes-disebut-sandiaga-uno-biang-ruwet-tanah-abang#bVmr9Q1RF2by9YQr.99
 
 
 
 
 
 
 
  
     
    
  #yiv9828720820 #yiv9828720820 -- #yiv9828720820ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv9828720820 
#yiv9828720820ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv9828720820 
#yiv9828720820ygrp-mkp #yiv9828720820hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv9828720820 #yiv9828720820ygrp-mkp #yiv9828720820ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv9828720820 #yiv9828720820ygrp-mkp .yiv9828720820ad 
{padding:0 0;}#yiv9828720820 #yiv9828720820ygrp-mkp .yiv9828720820ad p 
{margin:0;}#yiv9828720820 #yiv9828720820ygrp-mkp .yiv9828720820ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv9828720820 #yiv9828720820ygrp-sponsor 
#yiv9828720820ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv9828720820 
#yiv9828720820ygrp-sponsor #yiv9828720820ygrp-lc #yiv9828720820hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv9828720820 
#yiv9828720820ygrp-sponsor #yiv9828720820ygrp-lc .yiv9828720820ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv9828720820 #yiv9828720820actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv9828720820 
#yiv9828720820activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv9828720820
 #yiv9828720820activity span {font-weight:700;}#yiv9828720820 
#yiv9828720820activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv9828720820 #yiv9828720820activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv9828720820 #yiv9828720820activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv9828720820 #yiv9828720820activity span 
.yiv9828720820underline {text-decoration:underline;}#yiv9828720820 
.yiv9828720820attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv9828720820 .yiv9828720820attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv9828720820 .yiv9828720820attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv9828720820 .yiv9828720820attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv9828720820 .yiv9828720820attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv9828720820 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv9828720820 .yiv9828720820bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv9828720820 
.yiv9828720820bold a {text-decoration:none;}#yiv9828720820 dd.yiv9828720820last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9828720820 dd.yiv9828720820last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9828720820 
dd.yiv9828720820last p span.yiv9828720820yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv9828720820 div.yiv9828720820attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv9828720820 div.yiv9828720820attach-table 
{width:400px;}#yiv9828720820 div.yiv9828720820file-title a, #yiv9828720820 
div.yiv9828720820file-title a:active, #yiv9828720820 
div.yiv9828720820file-title a:hover, #yiv9828720820 div.yiv9828720820file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv9828720820 div.yiv9828720820photo-title a, 
#yiv9828720820 div.yiv9828720820photo-title a:active, #yiv9828720820 
div.yiv9828720820photo-title a:hover, #yiv9828720820 
div.yiv9828720820photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv9828720820 
div#yiv9828720820ygrp-mlmsg #yiv9828720820ygrp-msg p a 
span.yiv9828720820yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv9828720820 
.yiv9828720820green {color:#628c2a;}#yiv9828720820 .yiv9828720820MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv9828720820 o {font-size:0;}#yiv9828720820 
#yiv9828720820photos div {float:left;width:72px;}#yiv9828720820 
#yiv9828720820photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv9828720820 
#yiv9828720820photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv9828720820
 #yiv9828720820reco-category {font-size:77%;}#yiv9828720820 
#yiv9828720820reco-desc {font-size:77%;}#yiv9828720820 .yiv9828720820replbq 
{margin:4px;}#yiv9828720820 #yiv9828720820ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv9828720820 #yiv9828720820ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9828720820 
#yiv9828720820ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv9828720820 
#yiv9828720820ygrp-mlmsg select, #yiv9828720820 input, #yiv9828720820 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9828720820 
#yiv9828720820ygrp-mlmsg pre, #yiv9828720820 code {font:115% 
monospace;}#yiv9828720820 #yiv9828720820ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv9828720820 #yiv9828720820ygrp-mlmsg #yiv9828720820logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv9828720820 #yiv9828720820ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv9828720820 #yiv9828720820ygrp-msg 
p#yiv9828720820attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv9828720820 
#yiv9828720820ygrp-reco #yiv9828720820reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv9828720820 #yiv9828720820ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv9828720820 #yiv9828720820ygrp-sponsor 
#yiv9828720820ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv9828720820 
#yiv9828720820ygrp-sponsor #yiv9828720820ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv9828720820 
#yiv9828720820ygrp-sponsor #yiv9828720820ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv9828720820 #yiv9828720820ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv9828720820 #yiv9828720820ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv9828720820 #yiv9828720820ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv9828720820 
#yiv9828720820ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv9828720820   

Kirim email ke