https://metro.tempo.co/read/1031960/serikat-buruh-kspi-ungkap-4-kebohongan-anies-sandi?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_2
Serikat Buruh KSPI Ungkap 4 Kebohongan Anies-Sandi
Reporter:
M Yusuf Manurung
Editor:
Jobpie Sugiharto
Rabu, 8 November 2017 17:29 WIB
image: https://cdn.tmpo.co/data/2012/11/06/id_149338/149338_620.jpg
Serikat Buruh KSPI Ungkap 4 Kebohongan Anies-Sandi
<https://metro.tempo.co/read/1031960/serikat-buruh-kspi-ungkap-4-kebohongan-anies-sandi?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_2>
Said Iqbal, Presiden KPSI dan FSPMI. Tempo/Jati Mahatmaji
*TEMPO.CO, Jakarta* - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia
(KSPI) Said Iqbal menuding Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies
Baswedan dan Sandiaga Uno (*Anies-Sandi*
<https://metro.tempo.co/read/1031156/anies-sandi-jelaskan-rumah-berlapis-beda-dengan-rumah-susun>)
sebagai pembohong.
"Anies-Sandi harus dihukum karena berbohong," kata Said Iqbal di Kantor
DPP FSPMI-KSPI, Jalan Raya Pondok Gede No 11, Kramatjati, Jakarta Timu,
pada Rabu, 8 November 2017.
Menurut dia, pada 10 November mendatang sejumlah kelompok buruh akan
unjuk rasa di Balai Kota DKI untuk menghukum secara moral dan sosial
dengan mencabut mandat dari Anies-Sandi yang mereka berikan pada saat
Pilkada 2017.
*Baca*: Wartawan Kritik Anies-Sandi karena Tak Terbuka Seperti Era Ahok
<https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=6&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwirzpSR267XAhWDrI8KHbKyC4EQFghDMAU&url=https%3A%2F%2Fmetro.tempo.co%2Fread%2F1030476%2Fwartawan-kritik-anies-sandi-karena-tak-terbuka-seperti-era-ahok&usg=AOvVaw0aV1G7oDDvYSVNMHEPGbZw>
Demontrasi buruh pada 10 November 2017 akan menuntut pemerintah pusat
mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan,
revisi Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta 2018, serta menurunkan tarif
listrik. Acata akan digelar mulai pukul 10.00 WIB di Balai Kota DKI lalu
sebagian menuju Istana Negara. Said mengklaim mampu menghadirkan 8-12
ribu orang dari total 20 ribu orang yang direncanakan.
Menurut Said Iqbal, ada empat kebohongan yang dilakukan Anies-Sandi
terhadap buruh. Kebohongan pertama Anies-Sandi, menurut dia,
tentang penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2018 sebesar
Rp 3,6 juta. Pada masa kampanye Pilkada DKI 2017, Anies-Sandi dalam
kontrak politik yang ditandatanganinya bersama Koalisi Buruh Jakarta
berjanji menetapkan UMP di atas patokan dalam PP Nomor 78 Tahun 2015.
Buruh meminta UMP DKI sebesar Rp 3,9 juta berdasarkan survei Kebutuhan
Hidup Layak (KHL) dan sidang Dewan Pengupahan yang telah mereka lakukan.
"Kalau dia tidak sanggup tidak usah tanda tangan kontrak politik," ujar
Said.
Akibat janji itu, Said mengatakan, sekitar 400 ribu anggota koalisi
buruh Jakarta diperkirakan memilih Anies-Sandi. Angka tersebut bisa
bertambah mencapai 1 juta jika ditambah dengan keluarga para buruh."Ini
bukan angka main-main."
*Infografik: Janji-Janji Anies-Sandi Saat Kampanye <https://goo.gl/7QpPLZ>*
Kebohongan kedua, Said menerangkan, sebelum dirinya berangkat ke Jenewa
untuk menghadiri acara International Labour Organization (ILO) Sandi
berjanji membahas penetapan UMP bersama para pengusaha. Namun, pada 1
November 2017 Anies-Sandi langsung menetapkan UMP DKI 2018 tanpa
menunggu kedatangan Said dan melibatkan para buruh. "Itu saja sudah
berbohong," ucapnya.
Adapun kebohongan Anies-Sandi yang ketiga, menurut Said, menaikkan UMP
sebesar Rp 300 ribu dengan janji memberikan fasilitas lain berupa gratis
Transjakarta dan potongan belanja di PD Pasar Jaya.
Said menuturkan, fasilitas tersebut sudah dimuat di Peraturan Gubernur
Nomor 160 Tahun 2016 yang diterbitkan era Gubernur Basuki Tjahja Purnama
alias Ahok.
"Itu Pergubnya Ahok, seolah-olah dia (Anies-Sandi) pahlawan," katanya.
Kebohongan keempat, pernyataan Sandi bahwa telah mengutus Rustam Effendi
untuk membicarakan masalah UMP kepada para buruh, menurut Said Iqbal,
tidak pernah terjadi. Rustam adalah bekas Wali Kota Jakarta Utara yang
mengundurkan diri pada era Ahok dan kini menjadi anggota Staf
Khusus Sandiaga.
Said menganggap *Anies-Sandi*
<https://metro.tempo.co/read/1027290/anies-sandi-akui-belum-bisa-penuhi-janji-jual-saham-pabrik-bir>
adalah pemimpin yang hanya pandai berkata-kata. Buruh tidak butuh
kesantunan dari Anies-Sandi, melainkan kejujuran. Maka dia menyatakan
akan terus melakukan perlawanan terhadap Anies-Sandi. "Sampai kapan?
Sampai dia penuhi janji."
Menanggapi kekecewaan buruh, sebelumnya Sandiaga Uno sempat mengaku
sedih dan terenyuh atas sikap sejumlah koalisi buruh. "Yah, ini yang
kadang membuat sedih dan terenyuh, karena tentunya dalam pengambilan
keputusan ini sudah mempertimbangkan berbagai faktor," ujar
Sandiaga pada Kamis malam, 2 November 2017.
Sandi menuturkan, dirinya sudah berusaha mengambil jalan tengah. Menurut
Sandi, survei kebutuhan hidup layak (KHL) di Jakarta adalah Rp 3,1 juta
dan sudah disepakati oleh dewan pengupahan.
------------------------------------------------------------------------
# Anie <https://www.tempo.co/tag/anies-sandi>
Read more at
https://metro.tempo.co/read/1031960/serikat-buruh-kspi-ungkap-4-kebohongan-anies-sandi?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_2#Q8jlW5ObSQl5W83u.99
=================
https://metro.tempo.co/read/1032011/buruh-kspi-punya-sebutan-khusus-buat-anies-sandi
Buruh KSPI Punya Sebutan Khusus Buat Anies-Sandi
Reporter:
M Yusuf Manurung
Editor:
Jobpie Sugiharto
Rabu, 8 November 2017 19:37 WIB
Read more at
https://metro.tempo.co/read/1032011/buruh-kspi-punya-sebutan-khusus-buat-anies-sandi#iybaY96OR0ws1G4G.99
image: https://cdn.tmpo.co/data/2017/11/03/id_660000/660000_720.jpg
Buruh KSPI Punya Sebutan Khusus Buat Anies-Sandi
<https://metro.tempo.co/read/1032011/buruh-kspi-punya-sebutan-khusus-buat-anies-sandi>
Ketua Harian Komite Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi
(Baju Putih) bersama perwakilan organisasi buruh lainnya memprotes UMP
DKI yang dianggap terlalu rendah, di kantornya, Jumat, 3 November 2017.
Tempo/M. Yusuf Manurung
*TEMPO.CO, Jakarta* - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia
(KSPI) Said Iqbal menyatakan kekecewaannya terhadap Gubernur dan Wakil
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin
Uno (Anies-Sandi
<https://metro.tempo.co/read/1031780/kecewa-ump-dki-2018-kspi-akan-cabut-dukungan-untuk-anies-sandi>).
Menurut Said, Jakarta, yang menjadi Ibu Kota Negara, mempunyai upah
minimum provinsi (UMP) lebih rendah daripada Kota Bekasi, Jawa Barat.
UMP Bekasi 2017 sudah menyamai UMP DKI 2018, yakni Rp 3,6 juta
per bulan. Said juga menyebut UMP DKI yang dinilai lebih rendah daripada
kota-kota besar lain di ASEAN, seperti Hanoi, Kuala Lumpur, Manila,
Bangkok, dan Singapura.
Said bahkan mengatakan dia mempunyai sebutan khusus buat Anies-Sandi
dalam hal pengupahan. "Bapak upah murah, karena keputusan Gubernur dan
Wagub yang nilai upah minimumnya murah," katanya dalam konferensi pers
di kantor DPP FSPMI-KSPI, Jalan Raya Pondok Gede Nomor 11, Kramatjati,
Jakarta Timur, pada Rabu, 8 November 2017.
Sandiaga mengatakan sedih dan terenyuh atas sikap sejumlah koalisi buruh
yang kecewa atas penetapan UMP
<https://metro.tempo.co/read/1030038/sandi-perintahkan-bumd-beri-fasilitas-usai-penetapan-ump-dki-2018> DKI
2018. Serikat buruh menganggap besaran UMP Jakarta 2018 sebesar Rp 3,648
juta per bulan terlalu rendah.
Buruh pun menganggap Sandi dan Anies Baswedan mengingkari kontrak
politik dengan buruh saat kampanye lalu. "Ya, ini yang kadang membuat
sedih dan terenyuh," ujar Sandi pada Kamis malam, 2 November 2017.
"Karena tentunya dalam pengambilan keputusan ini sudah mempertimbangkan
berbagai faktor."
Sandiaga berujar sudah berusaha mengambil jalan tengah. Menurut dia,
survei kebutuhan hidup layak (KHL) sebesar Rp 3,1 juta dan sudah
disepakati Dewan Pengupahan. Angka yang dituntut serikat pekerja lebih
tinggi daripada angka itu. Buruh berkeras pada angka Rp 3,6 juta. Angka
itu berdasarkan hasil survei KHL yang mereka kerjakan sendiri.
Sebagai bentuk protes atas kebijakan Anies-Sandi
<https://metro.tempo.co/read/1031945/dishub-butuh-rp-595-miliar-biayai-program-anies-sandi>,
KSPI bersama dengan organisasi buruh dari berbagai daerah akan melakukan
unjuk rasa pada 10 November 2017 di Balai Kota Jakarta. Demonstrasi akan
dilanjutkan ke Istana Negara untuk menuntut pemerintah pusat mencabut
Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 serta meminta tarif listrik
diturunkan.
------------------------------------------------------------------------
#
Read more at
https://metro.tempo.co/read/1032011/buruh-kspi-punya-sebutan-khusus-buat-anies-sandi#iybaY96OR0ws1G4G.99