*Mana hasil dari pertumbuhan ekonomi untuk bidang pendidikan?*
https://www.jawapos.com/read/2017/11/10/167648/nestapa-siswa-sekolah-satu-atap-belajar-di-lapangan-tanpa-pelindung Nestapa Siswa Sekolah Satu Atap, Belajar di Lapangan Tanpa Pelindung Jumat, 10 Nov 2017 10:27 | editor : Ilham Safutra <https://www.jawapos.com/uploads/news/2017/11/10/nestapa-siswa-sekolah-satu-atap-belajar-di-lapangan-tanpa-pelindung_m_167648.jpeg> Murid sekolah Satu Atap Sedoa terpaksa belajar di tanah lapang karena tenda belajarnya roboh diterpa angin puting beliung *(BUDIYANTO WIHARTO/RADAR SULTENG)* Berita Terkait - Siswa Sekolah Unggulan Belajar di Lapangan, Orang Tua: Kami Malu <https://www.jawapos.com/read/2016/01/10/15423/siswa-sekolah-unggulan-belajar-di-lapangan-orang-tua-kami-malu-> - Sengketa Sekolah Unggulan, Yayasan Melati dan Pemprov Kaltim Diminta Sadar Diri <https://www.jawapos.com/read/2016/01/10/15401/sengketa-sekolah-unggulan-yayasan-melati-dan-pemprov-kaltim-diminta-sadar-diri> - Nasib Sekolah Unggulan Belajar di Lapangan, Siswa: Kami Lelah <https://www.jawapos.com/read/2016/01/10/15386/nasib-sekolah-unggulan-belajar-di-lapangan-siswa-kami-lelah> *JawaPos.com* - Musibah yang menimpa ratusan murid Sekolah Satu Atap (Satap) SD-SMP Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso tak kunjung berhenti. Gedung sekolah mereka baru saja ambruk diguncang gempa bumi setengah tahun lalu. Sejak itu, mereka terpaksa belajar di tenda darurat. Eh, ternyata tenda darurat pun kena musibah. Tenda belajar itu roboh gara-gara dihantam angin puting beliung Sabtu sore (4/11). Terpaksa, para siswa kini belajar di lapangan bola tanpa dilindungi apapun. Seperti diketahui, setelah gempa di Lore menghancurkan seluruh gedung sekolah beberapa bulan lalu, proses belajar-mengajar di SD-SMP Satap Desa Sedoa dilakukan di tenda bantuan Kementerian Sosial (Kemensos). [image: Sekolah satu atap, belajar di lapangan, tenda darurat] Ilustrasi siswa SD belajar *(Dery Ridwansyah/ Jawa Pos)* Ada sepuluh tenda besar yang diberikan Kemensos. Belajar di tenda dilakukan sembari menunggu selesainya pembangunan gedung sekolah oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Poso. Kepala Sekolah Satap Sedoa Alrimus Rangka menjelaskan, 6 di antara 10 tenda yang digunakan untuk belajar ambruk. Itulah yang mengakibatkan ratusan anak harus belajar di tanah lapang tanpa atap dan dinding. "Kami berharap seluruh pihak
