----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>Kepada: "[email protected]" <[email protected]>; kh djie <[email protected]>Terkirim: Sabtu, 11 November 2017 00.30.52 GMT+1Judul: Re: [GELORA45] Ditanya Kontrak Politik dengan Buruh, Jawaban Sandi... ----- "Kami Sudah Mati-matian Membela Anies dan Sandi..."
Tapi, .... bukankah itulah proses pengenalan masyarakat dalam memilih pimpinan yang tidak bisa tidak harus dilalui. Melalui praktek SALAH PILIH macam demikian masyarakat akan mengetahui KESALAHAN tempo hari kenapa jadi memilih Anies-Sandi dengan mendepak Ahok-Djarot. Setelah melihat tindak-tanduk mereka pegang kekuasaan, janji-janji kampanye yg muluk2 itu ternyata hanya pepesan kosong, PEMBOHONGAN saja! Mudah2an saja mereka bisa menemukan metode perjuangan yg TEPAT untuk memenangkan tuntutan BURUH yang dijanjikan saat kampanye Anies-Sandi itu, dan, .... dengan demikian kesejahteraan hidup bisa ditingkatkan! Jadi, bisa ingat-ingat betul dalam PEMILIHAN berikut kenali betul setiap kandidat, bukan dari janji-janji muluk yg ditawarkan saat kampanya, tapi melihat dan kenalilah integritas, kemampuan dan ketegaran mereka dari kerja dan kehidupannya! Salam,ChanCT From: kh djie [email protected] [GELORA45] Sent: Friday, November 10, 2017 8:27 PMTo: Gelora45 ; Awind Subject: Re: [GELORA45] Ditanya Kontrak Politik dengan Buruh, Jawaban Sandi... ----- "Kami Sudah Mati-matian Membela Anies dan Sandi..." Orang belum pernah berjasa, belum pernah membuktikan komitmennya, kok dipercaya, dibela mati2an.Tidak kebal atau bebal terhadap abal2 2017-11-10 13:19 GMT+01:00 Awind [email protected] [GELORA45] <[email protected]>: http://megapolitan.kompas.com/ read/2017/11/10/19040081/ ditanya-kontrak-politik- dengan-buruh-jawaban-sandi Ditanya Kontrak Politik dengan Buruh, Jawaban Sandi... Nursita Sari Kompas.com - 10/11/2017, 19:04 WIB Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menemui buruh yang demo di depan Balai Kota DKI Jakarta dengan berbicara di atas mobil komando, Selasa (31/10/2017) sore.(KOMPAS.com/NURSITA SARI) JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tidak menjawab secara spesifik saat ditanya soal kontrak politik yang ditandatanganinya dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama buruh. Sandi justru menjelaskan soal acuan penetapan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta 2018. "(dalam menetapkan UMP 2018) kami mengacu pada 15 acuan. UU Nomor 13 Tahun 2003 (tentang Ketenagakerjaan) yang utama, dan itu semua sudah kami ikuti mekanismenya dari Dewan Pengupahan," ujar Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (10/11/2017). Baca juga : Spanduk Kontrak Politik Bertanda Tangan Anies-Sandi Dipajang Buruh, Isinya... Sandi menjelaskan, rumus penetapan UMP sudah dikaji jauh-jauh hari sebelum mereka menjadi sebagai gubernur dan wakil gubernur, atau tepatnya setelah mereka ditetapkan sebagai pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih. Sandi mengaku akan tetap berkomitmen untuk menyejahterakan buruh. "Kami fokus, 'all out', tidak akan pernah lari dari komitmen kami untuk menyejahterakan buruh," kata Sandi. Baca juga : Diiringi Lagu Orkes Sakit Hati, Buruh Menari Kelilingi Keranda yang Dibakar Massa buruh melakukan aksi unjuk rasa memprotes penetapan UMP DKI 2018 di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/11/2017). (KOMPAS.com/JESSI CARINA )Saat ditanya mengenai kemungkinan merevisi besaran UMP 2018, Sandi juga tak menjawab. Dia hanya kembali menegaskan posisinya bersama Anies untuk menyejahterakan buruh. Massa buruh membawa spanduk besar saat berdemo di depan Balai Kota DKI Jakarta. Spanduk tersebut berisi kontrak politik yang disebut-sebut menjadi kesepakatan antara Anies-Sandi dan para buruh. Baca juga : Sandi Sebut Banyak Buruh yang Merasa UMP DKI 2018 Cukup Pada spanduk besar itu, tertulis 10 poin yang menjadi kesepakatan mereka. Poin pertama kesepakatan tersebut berbunyi, "Menetapkan upah minimum DKI Jakarta lebih tinggi yang ditentukan dalam PP 78 Tahun 2015 melalui mekanisme Dewan Pengupahan, serta menetapkan upah sektoral dan struktur skala upaha sesuai dengan UU Ketenagakerjaan No 13/2003." Massa dari berbagai organisasi buruh melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Sabtu (10/11/2017). Buruh menolak upah minimum provinsi DKI Jakarta 2018 yang telah ditetapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)Adapun Anies meneken UMP DKI Jakarta 2017 sebesar Rp 3.648.035. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan UMP sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. ====================== http://megapolitan.kompas.com/ read/2017/11/10/11425661/kami- sudah-mati-matian-membela- anies-dan-sandi "Kami Sudah Mati-matian Membela Anies dan Sandi..." Stanly Ravel Kompas.com - 10/11/2017, 11:42 WIB Demo buruh di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/11/2017).(KOMPAS.com/ Stanly ) JAKARTA, KOMPAS.com — Massa buruh dari berbagai organisasi mulai memadati area depan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/11/2017). Dari pantauan Kompas.com, buruh mulai berdatangan dari segala penjuru. Mereka mulai berdatang pada pukul 10.30 dengan menggunakan berbagai kendaraan. Para buru melakukan orasi menolak upah minimum provinsi (UMP) yang diklaim tidak sesuai berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. Buruh menuntut UMP direvisi serta harga listrik, bahan pokok, dan lain sebagainya diturunkan. Para buruh yang berkumpul di depan Balai Kota DKI masih sebagian. Sebagian buruh masih berkumpul di Masjid Istiqlal untuk menunaikan shalat Jumat lebih dulu. Setelah itu, baru berkumpul di Balai Kota. Baca juga: Sandi Akan Temui Buruh yang Demo Tolak UMP Hari Ini Massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) DKI Jakarta berdemo di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/11/2017).(KOMPAS.com/ NURSITA SARI)"Kami sudah mati-matian membela Anies dan Sandi untuk bisa memakmurkan rakyat dan buruh, tetapi malah sebaliknya, ini bagaimana? Hidup buruh," kata salah seorang buruh di atas mobil komando. Baca juga: Saat Buruh Merasa Jadi Komoditas Politik Anies-Sandi... Sambil menunggu bergabungnya teman-teman buruh yang ada di Masjid Istiqlal, buruh menyanyikan lagu Indonesia Raya. Baca juga: Ketika Keberpihakan Anies-Sandi terhadap Buruh Dipertanyakan... Para buruh berencana berunjuk rasa menolak penetapan UMP DKI Rp 3,6 juta.(Kompas TV) Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: - Demo Buruh PenulisStanly Ravel EditorAna Shofiana Syatiri
