Said Iqbal dan anggota2 pimpinan buruh termakan janji2 Anies. Tidak menganalisa jejak2 Anies dan Sandi ? Bagaimana Anies bisa jadi rektor ? Bagaimana Anies tidak beresi kementerian pendidikannya ? Bagaimana pengeluaran uang luar biasa banyak ikut Bursa buku di Jerman ? Bagaimana Anies yang ex juru kampanye Jokowi, kok tiba2 didukung Prabowo ? Bagaimana Sandi kok jadi terkenal licik di business ?
2017-11-11 5:41 GMT+01:00 Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > > > ----- Pesan yang Diteruskan ----- > *Dari:* 'Chan CT' [email protected] [GELORA45] < > [email protected]> > *Kepada:* "[email protected]" <[email protected]>; kh djie < > [email protected]> > *Terkirim:* Sabtu, 11 November 2017 00.30.52 GMT+1 > *Judul:* Re: [GELORA45] Ditanya Kontrak Politik dengan Buruh, Jawaban > Sandi... ----- "Kami Sudah Mati-matian Membela Anies dan Sandi..." > > > > Tapi, .... bukankah itulah proses pengenalan masyarakat dalam memilih > pimpinan yang tidak bisa tidak harus dilalui. Melalui praktek SALAH PILIH > macam demikian masyarakat akan mengetahui KESALAHAN tempo hari kenapa jadi > memilih Anies-Sandi dengan mendepak Ahok-Djarot. Setelah melihat > tindak-tanduk mereka pegang kekuasaan, janji-janji kampanye yg muluk2 itu > ternyata hanya pepesan kosong, PEMBOHONGAN saja! > > Mudah2an saja mereka bisa menemukan metode perjuangan yg TEPAT untuk > memenangkan tuntutan BURUH yang dijanjikan saat kampanye Anies-Sandi itu, > dan, .... dengan demikian kesejahteraan hidup bisa ditingkatkan! Jadi, bisa > ingat-ingat betul dalam PEMILIHAN berikut kenali betul setiap kandidat, > bukan dari janji-janji muluk yg ditawarkan saat kampanya, tapi melihat dan > kenalilah integritas, kemampuan dan ketegaran mereka dari kerja dan > kehidupannya! > > Salam, > ChanCT > > > *From:* kh djie [email protected] [GELORA45] > *Sent:* Friday, November 10, 2017 8:27 PM > *To:* Gelora45 ; Awind > *Subject:* Re: [GELORA45] Ditanya Kontrak Politik dengan Buruh, Jawaban > Sandi... ----- "Kami Sudah Mati-matian Membela Anies dan Sandi..." > > > > Orang belum pernah berjasa, belum pernah membuktikan komitmennya, kok > dipercaya, dibela mati2an. > Tidak kebal atau bebal terhadap abal2 > > 2017-11-10 13:19 GMT+01:00 Awind [email protected] [GELORA45] < > [email protected]>: > > > > > > http://megapolitan.kompas.com/ read/2017/11/10/19040081/ > ditanya-kontrak-politik- dengan-buruh-jawaban-sandi > <http://megapolitan.kompas.com/read/2017/11/10/19040081/ditanya-kontrak-politik-dengan-buruh-jawaban-sandi> > Ditanya Kontrak Politik dengan Buruh, Jawaban Sandi... > Nursita Sari > Kompas.com - 10/11/2017, 19:04 WIB > Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menemui buruh yang demo di depan > Balai Kota DKI Jakarta dengan berbicara di atas mobil komando, Selasa > (31/10/2017) sore.(KOMPAS.com/NURSITA SARI) > > *JAKARTA, KOMPAS.com* - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno > <http://indeks.kompas.com/tag/Sandiaga-Uno> tidak menjawab secara > spesifik saat ditanya soal kontrak politik yang ditandatanganinya dan > Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama buruh. Sandi justru menjelaskan > soal acuan penetapan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta 2018. > > "(dalam menetapkan UMP 2018) kami mengacu pada 15 acuan. UU Nomor 13 Tahun > 2003 (tentang Ketenagakerjaan) yang utama, dan itu semua sudah kami ikuti > mekanismenya dari Dewan Pengupahan," ujar Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, > Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (10/11/2017). > > Baca juga : Spanduk Kontrak Politik Bertanda Tangan Anies-Sandi Dipajang > Buruh, Isinya... > <http://megapolitan.kompas.com/read/2017/11/10/16573271/spanduk-kontrak-politik-bertanda-tangan-anies-sandi-dipajang-buruh-isinya> > > Sandi menjelaskan, rumus penetapan UMP sudah dikaji jauh-jauh hari sebelum > mereka menjadi sebagai gubernur dan wakil gubernur, atau tepatnya setelah > mereka ditetapkan sebagai pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih. > Sandi mengaku akan tetap berkomitmen untuk menyejahterakan buruh. > > "Kami fokus, 'all out', tidak akan pernah lari dari komitmen kami untuk > menyejahterakan buruh," kata Sandi. > > Baca juga : Diiringi Lagu Orkes Sakit Hati, Buruh Menari Kelilingi > Keranda yang Dibakar > <http://megapolitan.kompas.com/read/2017/11/10/15121691/diiringi-lagu-orkes-sakit-hati-buruh-menari-kelilingi-keranda-yang> > Massa buruh melakukan aksi unjuk rasa memprotes penetapan UMP DKI 2018 di > depan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/11/2017). (KOMPAS.com/JESSI > CARINA ) > Saat ditanya mengenai kemungkinan merevisi besaran UMP 2018, Sandi juga > tak menjawab. Dia hanya kembali menegaskan posisinya bersama Anies untuk > menyejahterakan buruh. > > Massa buruh membawa spanduk besar saat berdemo di depan Balai Kota DKI > Jakarta. Spanduk tersebut berisi kontrak politik yang disebut-sebut menjadi > kesepakatan antara Anies-Sandi dan para buruh. > > Baca juga : Sandi Sebut Banyak Buruh yang Merasa UMP DKI 2018 Cukup > <http://megapolitan.kompas.com/read/2017/11/10/12430151/sandi-sebut-banyak-buruh-yang-merasa-ump-dki-2018-cukup> > > Pada spanduk besar itu, tertulis 10 poin yang menjadi kesepakatan mereka. > Poin pertama kesepakatan tersebut berbunyi, "Menetapkan upah minimum DKI > Jakarta lebih tinggi yang ditentukan dalam PP 78 Tahun 2015 melalui > mekanisme Dewan Pengupahan, serta menetapkan upah sektoral dan struktur > skala upaha sesuai dengan UU Ketenagakerjaan No 13/2003." > Massa dari berbagai organisasi buruh melakukan aksi unjuk rasa di depan > Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Sabtu (10/11/2017). > Buruh menolak upah minimum provinsi DKI Jakarta 2018 yang telah ditetapkan > Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. KOMPAS.com/GARRY ANDREW > LOTULUNG(KOMPAS.com/GARRY > ANDREW LOTULUNG) > Adapun Anies meneken UMP DKI Jakarta 2017 sebesar Rp 3.648.035. Pemerintah > Provinsi DKI Jakarta menetapkan UMP sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor > 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. > > > > ====================== > > > http://megapolitan.kompas.com/ read/2017/11/10/11425661/kami- > sudah-mati-matian-membela- anies-dan-sandi > <http://megapolitan.kompas.com/read/2017/11/10/11425661/kami-sudah-mati-matian-membela-anies-dan-sandi> > "Kami Sudah Mati-matian Membela Anies dan Sandi..." > Stanly Ravel > Kompas.com - 10/11/2017, 11:42 WIB > Demo buruh di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/11/2017).(KOMPAS.com/ > Stanly ) > > *JAKARTA, KOMPAS.com* — Massa buruh dari berbagai organisasi mulai > memadati area depan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/11/2017). > > Dari pantauan *Kompas.com*, buruh mulai berdatangan dari segala penjuru. > Mereka mulai berdatang pada pukul 10.30 dengan menggunakan berbagai > kendaraan. > > Para buru melakukan orasi menolak upah minimum provinsi (UMP) yang diklaim > tidak sesuai berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. Buruh > menuntut UMP direvisi serta harga listrik, bahan pokok, dan lain sebagainya > diturunkan. > > Para buruh yang berkumpul di depan Balai Kota DKI masih sebagian. Sebagian > buruh masih berkumpul di Masjid Istiqlal untuk menunaikan shalat Jumat > lebih dulu. Setelah itu, baru berkumpul di Balai Kota. > > Baca juga: Sandi Akan Temui Buruh yang Demo Tolak UMP Hari Ini > <http://megapolitan.kompas.com/read/2017/11/10/11212021/sandi-akan-temui-buruh-yang-demo-tolak-ump-hari-ini> > Massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera > Indonesia (KSBSI) DKI Jakarta berdemo di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis > (9/11/2017).(KOMPAS.com/ NURSITA SARI) > "Kami sudah mati-matian membela Anies dan Sandi untuk bisa memakmurkan > rakyat dan buruh, tetapi malah sebaliknya, ini bagaimana? Hidup buruh," > kata salah seorang buruh di atas mobil komando. > > Baca juga: Saat Buruh Merasa Jadi Komoditas Politik Anies-Sandi... > <http://megapolitan.kompas.com/read/2017/11/10/10071981/saat-buruh-merasa-jadi-komoditas-politik-anies-sandi> > > Sambil menunggu bergabungnya teman-teman buruh yang ada di Masjid > Istiqlal, buruh menyanyikan lagu Indonesia Raya. > > Baca juga: Ketika Keberpihakan Anies-Sandi terhadap Buruh Dipertanyakan... > <http://megapolitan.kompas.com/read/2017/11/10/08101121/ketika-keberpihakan-anies-sandi-terhadap-buruh-dipertanyakan> > Para buruh berencana berunjuk rasa menolak penetapan UMP DKI Rp 3,6 > juta.(Kompas > TV) > Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: > > - Demo Buruh > <http://indeks.kompas.com/topik-pilihan/list/1624/demo.buruh> > > PenulisStanly Ravel > EditorAna Shofiana Syatiri > > > > > > > > >
