https://www.antaranews.com/berita/663708/pembangunan-infrastruktur-kunci-indonesia-jadi-negara-maju
Pembangunan infrastruktur kunci Indonesia jadi negara maju
Pewarta: Edy Sujatmiko Rabu, 8 November 2017 20:41 WIB 3.473 Views
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono
(ANTARA /Aprillio Akbar)
Jakarta (ANTARA News) - Pembangunan infrastruktur dinilai menjadi salah
satu kunci agar Indonesia bisa menjadi negara maju dan bisa mengejar
ketertinggalan dibandingkan dengan negara lain.
Demikian penegasan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Basuki Hadimuljono dalam sambutan yang dibacakan Plt. Dirjen Bina
Konstruksi Danis H. Sumadilaga pada Konstruksi Indonesia 2017 dan The
Big 5 Construct Indonesia 2017 serta Indonesia Infrastructure Week (IIW)
2017, di Jakarta, Rabu.
Dalam kurun waktu tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, kata Basuki,
berbagai infrastruktur yang dibangun pihaknya seperti bendungan,
irigasi, jalan dan jembatan, jalan tol, air bersih, sanitasi, perumahan
dan permukiman turut berkontribusi pada meningkatnya daya saing Indonesia.
"Komitmen mewujudkan Nawacita Presiden RI melalui pembangunan
infrastruktur PUPR telah dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra)
Kementerian PUPR tahun 2015-2019 dan capaian tiga tahun ini antara lain
pembangunan 39 bendungan (30 baru dan 9 selesai) dan telah menambah luas
layanan irigasi waduk dari semula 761.542 Ha (11%) menjadi 859.626 Ha
(12,9 %)," kata Basuki.
Selain itu pembangunan jalan nasional di berbagai daerah sepanjang 2.623
km, jembatan 29.859 meter dan hingga 2017, jalan tol yang dibangun
sebagian besar dengan dana non APBN akan selesai sepanjang 568 km dengan
target tahun 2019 akan bertambah 1.851 km.
"Kami juga telah meningkatkan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum
mencapai 20.430 liter/detik dan penyediaan perumahan bagi masyarakat
berpenghasilan rendah sebanyak 2.204.939 unit dalam tiga tahun ini,"
katanya.
Menurut Basuki, pembangunan berbagai infrastruktur tersebut harus
didukung dengan kesiapan rantai pasok industri konstruksi, juga sumber
daya konstruksi yang meliputi usaha pemasok bahan bangunan/material,
peralatan, teknologi, dan tenaga kerja konstruksi.
Ia juga menyebut, lahirnya Undang-Undang No.2 Tahun 2017 tentang Jasa
Konstruksi membawa harapan baru untuk mendukung percepatan pembangunan
infrastruktur melalui penguatan pihak terkait jasa konstruksi.
"Presiden RI, Bapak Joko Widodo, saat membuka Sertifikasi Tenaga Kerja
Konstruksi secara serentak untuk seluruh Wilayah Indonesia di Gelora
Bung Karno (GBK), Jakarta, beberapa waktu lalu telah menekankan
pentingnya kita semua menjaga mutu setiap pekerjaan dan terus mengikuti
perkembangan teknologi," jelasnya.
Untuk menjawab hal itu, maka dalam penyediaan sumber daya konstruksi
harus dilaksanakan dengan baik, bertanggungjawab, dan senantiasa
memperbaharui informasi terkait perkembangan teknologi serta kebutuhan
masyarakat sehingga kualitas hasil industri konstruksi mutunya tetap
terjaga.
*Modal 2045*
Sementara itu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro
mengatakan Indonesia bisa menjadi negara maju pada 2045 apabila
pertumbuhan ekonomi konsisten rata-rata lima persen.
"Kalau konsisten mempertahankan itu maka Indonesia akan menjadi negara
dengan high income (pendapatan tinggi) pada 2038 dan bisa dikategorikan
negara maju dengan pendapatan per kapita mendekati 20 ribu dolar AS,"
jelas Bambang.
Ditambahkannya, pembangunan infrastruktur sebagai modal untuk menaikkan
pertumbuhan ekonomi Indonesia itu.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017
* TAGS:
* basuki hadimuljono <https://www.antaranews.com/tag/basuki-hadimuljono>