----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Awind [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>; PERSAUDARAAN 
<[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>Terkirim: Sabtu, 11 November 2017 15.48.03 GMT+1Judul: 
[nasional-list] Pembangunan infrastruktur kunci Indonesia jadi negara maju
     
 
 

https://www.antaranews.com/berita/663708/pembangunan-infrastruktur-kunci-indonesia-jadi-negara-maju
 
 

 
      Jakarta (ANTARA News) - Pembangunan infrastruktur dinilai menjadi salah 
satu kunci agar Indonesia bisa menjadi negara maju dan bisa mengejar 
ketertinggalan dibandingkan dengan negara lain.
 
 Demikian penegasan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki 
Hadimuljono dalam sambutan yang dibacakan Plt. Dirjen Bina Konstruksi Danis H. 
Sumadilaga pada Konstruksi Indonesia 2017 dan The Big 5 Construct Indonesia 
2017 serta Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2017, di Jakarta, Rabu.
 
 Dalam kurun waktu tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, kata Basuki, berbagai 
infrastruktur yang dibangun pihaknya seperti bendungan, irigasi, jalan dan 
jembatan, jalan tol, air bersih, sanitasi, perumahan dan permukiman turut 
berkontribusi pada meningkatnya daya saing Indonesia. 
 
 "Komitmen mewujudkan Nawacita Presiden RI melalui pembangunan infrastruktur 
PUPR telah dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian PUPR tahun 
2015-2019 dan capaian tiga tahun ini antara lain pembangunan 39 bendungan (30 
baru dan 9 selesai) dan telah menambah luas layanan irigasi waduk dari semula 
761.542 Ha (11%) menjadi 859.626 Ha (12,9 %)," kata Basuki. 
 
 Selain itu pembangunan jalan nasional di berbagai daerah sepanjang 2.623 km, 
jembatan 29.859 meter dan hingga 2017, jalan tol yang dibangun sebagian besar 
dengan dana non APBN akan selesai sepanjang 568 km dengan target tahun 2019 
akan bertambah 1.851 km. 
 
 "Kami juga telah meningkatkan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum mencapai 
20.430 liter/detik dan penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan 
rendah sebanyak 2.204.939 unit dalam tiga tahun ini," katanya.
 
 Menurut Basuki, pembangunan berbagai infrastruktur tersebut harus didukung 
dengan kesiapan rantai pasok industri konstruksi, juga sumber daya konstruksi 
yang meliputi usaha pemasok bahan bangunan/material, peralatan, teknologi, dan 
tenaga kerja konstruksi.
 
 Ia juga menyebut, lahirnya Undang-Undang No.2 Tahun 2017 tentang Jasa 
Konstruksi membawa harapan baru untuk mendukung percepatan pembangunan 
infrastruktur melalui penguatan pihak terkait jasa konstruksi. 
 
 "Presiden RI, Bapak Joko Widodo, saat membuka Sertifikasi Tenaga Kerja 
Konstruksi secara serentak untuk seluruh Wilayah Indonesia di Gelora Bung Karno 
(GBK), Jakarta, beberapa waktu lalu telah menekankan pentingnya kita semua 
menjaga mutu setiap pekerjaan dan terus mengikuti perkembangan teknologi," 
jelasnya.
 
 Untuk menjawab hal itu, maka dalam penyediaan sumber daya konstruksi harus 
dilaksanakan dengan baik, bertanggungjawab, dan senantiasa memperbaharui 
informasi terkait perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat sehingga 
kualitas hasil industri konstruksi mutunya tetap terjaga. 
 
 
 Modal 2045
 
 Sementara itu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan 
Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan 
Indonesia bisa menjadi negara maju pada 2045 apabila pertumbuhan ekonomi 
konsisten rata-rata lima persen.
 
 "Kalau konsisten mempertahankan itu maka Indonesia akan menjadi negara dengan 
high income (pendapatan tinggi) pada 2038 dan bisa dikategorikan negara maju 
dengan pendapatan per kapita mendekati 20 ribu dolar AS," jelas Bambang.
 
 Ditambahkannya, pembangunan infrastruktur sebagai modal untuk menaikkan 
pertumbuhan ekonomi Indonesia itu.
 
Editor: Ruslan Burhani
 
COPYRIGHT © ANTARA 2017
      
   - TAGS:
   - basuki hadimuljono
  
 
 
 
 
 
    

Kirim email ke