http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/11/12/oz9aqj396-mengapa-di-perkantoran-tak-ada-gereja-ini-jawaban-logis-jk



Sabtu , 11 November 2017, 20:56 WIB
Mengapa di Perkantoran tak Ada Gereja, Ini Jawaban Logis JK

Rep: Muhyiddin/ Red: Agus Yulianto

Republika/Mahmud Muhyidin

[image: Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla
(tengah) bersama Sekretaris Jenderal DMI Imam Addaruqutni (ketiga kanan)
memberikan keterangan kepada media seusai pembukaan Muktamar Dewan Masjid
Indonesia (DMI) ke-7 yang bertajuk] Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan
Masjid Indonesia Jusuf Kalla (tengah) bersama Sekretaris Jenderal DMI Imam
Addaruqutni (ketiga kanan) memberikan keterangan kepada media seusai
pembukaan Muktamar Dewan Masjid Indonesia (DMI) ke-7 yang bertajuk



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden RI sekaligus Ketua Umum Dewan
Masjid Indonesia (DMI), Muhammad Jusuf Kalla mengatakan bahwa Indonesia
mempunyai masjid yang bermacam-macam, seperti masjid Raya, Masjid Agung,
Masjid Nasional, dan Masjid Kantoran. Sementara, kata dia, di negara Timur
Tengah tidak ada masjid yang dibangun di perkantoran.

Kata dia, alasannya sebenarnya sederhana yaitu karena rata-rata hari libur
di negara Timur Tengah adalah Hari Jumat, sehingga bisa melaksanakan shalat
Jumat di masjid yang ada di tempat tinggalnya.

"Sederhana sebenarnya karena di sana liburnya hari Jumat. Jadi Jumatnya
pulang ke rumah. Dalam suatu kali saya pernah ceramah di depan pendeta.
Salah satu pendeta tanya, Pak kenapa di mana-mana ada masjid, di
perkantoran juga ada, tapi gedung gereja susah dibikin?" ujarnya dalam
kegiatan Muktamar VII di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu
(11/11).

Lalu JK menjawabnya secara logis bahwa karena Hari libur di Indonesia
adalah Hari Minggu. Sehingga, umat Kristen bisa melaksanakan ibadah
pentingnya di luar perkantoran.

"Saya jawab itu untuk menghormati Anda. Karena hari ibadah Anda yang
penting itu libur, Islam itu hari ibadah pentingnya hari Jumat itu tidak
libur. Karena tidak libur, maka harus ada masjid," ucapnya.

Di mal kenapa juga ada masjid besar, karena menurut JK, masayarakat tidak
perlu pulang ke rumah jika waktu Maghrib sudah tiba dan bisa tetap makan di
mal. "Jadi banyak hubungan-hubungannnya, karena itu lah, maka tidak terjadi
di negara lain. Akibat hari libur itu juga menyebabkan kita harus shalat di
kantor," katanya.

Selain itu, tambah dia, kenapa masjid-masjid itu harus ada di perkantoran
karena berhubungan juga dengan waktu kerja. Dulu, menurut dia, waktu kerja
hanya sampai pukul 14.00 siang, sedangkan saat ini sampai pukul 16.00 sore.
Jika tidak ada masjid di perkantoran, maka umat Islam tidak bisa menunaikan
shalat Zuhur.

"Dulu hari kerja hanya sampai jam dua sehingga bisa shalat Zuhur di rumah.
Sekarang hari kerja sampai jam empat sore sehingga harus shalat Zuhur di
kantor. Inilah yang menyebakan semua masyarakat harus ikut menjaga masjid,"
tegasnya.

Kirim email ke