Kalau begitu, tidak heran kalau tidak ada negara Islam yang maju sebab waktunya 
terbuang terlalu banyak utk. sembahyang 5x sehari. Selain itu, terlalu percaya 
terhadap sesuatu yg. belum bisa dibuktikan, jadi bertentangan dgn. pikiran yg. 
rasional seperti dibidang ilmu/science. Dan ilmu yg. menyebabkan terjadinya 
kemajuan. Memang ada negara Islam yg. kelihatannya maju seperti Saudi Arabia, 
United Arab Emirates tetapi kemajuannya bukan berasal dari bekerjanya dari otak 
rasional dari rakyatnya tetapi karena hasil tambang minyaknya. Menurut pendapat 
saya, makin fanatik beragama (berlaku utk. semua agama), makin menghambat 
kemajuan. 

 Salam,
 BH Jo

---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

 Pertanyaan saya, bukankah Islam menuntut umatnya sembahyang 5X sehari, jadi 
setiap harinya bisa sembahyang khususnya di hari Jumat jadi bisa shalat di 
mesjid perkantoran, sedang Kristen lebih menitik beratkan umatnya utk kerja 
keras jadi hanya menentukan sembahyang cukup sekali di Hari Minggu?
  
 Lalu sebenarnya apa yang jadi dasar Agama Islam menentukan shalat hari Jumat 
sehingga negara2 Arab harus menetapkan hari libur berbeda dengan negara lain 
didunia yang sudah leb ih dahulu menentukan hari Minggu hari libur? 
  
 Barangkali ada yang bisa memberi pencerahan, ...
  
 Terimakasih sebelumnya, ...!
  
 Salam,
 ChanCT
  
  
  
 From: Sunny ambon ilmesengero@... [GELORA45] 
 Sent: Sunday, November 12, 2017 6:14 AM
 To: undisclosed-recipients:
 Subject: [GELORA45] Mengapa di Perkantoran tak Ada Gereja, Ini Jawaban Logis JK


  

   
  
 
http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/11/12/oz9aqj396-mengapa-di-perkantoran-tak-ada-gereja-ini-jawaban-logis-jk
 
http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/11/12/oz9aqj396-mengapa-di-perkantoran-tak-ada-gereja-ini-jawaban-logis-jk
  
  
 Sabtu , 11 November 2017, 20:56 WIB
 Mengapa di Perkantoran tak Ada Gereja, Ini Jawaban Logis JK Rep: Muhyiddin/ 
Red: Agus Yulianto
 Republika/Mahmud Muhyidin 
 Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla (tengah) 
bersama Sekretaris Jenderal DMI Imam Addaruqutni (ketiga kanan) memberikan 
keterangan kepada media seusai pembukaan Muktamar Dewan Masjid Indonesia (DMI) 
ke-7 yang bertajuk 
  
  


 REPUBLIKA.CO.ID http://REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden RI sekaligus 
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Muhammad Jusuf Kalla mengatakan bahwa 
Indonesia mempunyai masjid yang bermacam-macam, seperti masjid Raya, Masjid 
Agung, Masjid Nasional, dan Masjid Kantoran. Sementara, kata dia, di negara 
Timur Tengah tidak ada masjid yang dibangun di perkantoran.

Kata dia, alasannya sebenarnya sederhana yaitu karena rata-rata hari libur di 
negara Timur Tengah adalah Hari Jumat, sehingga bisa melaksanakan shalat Jumat 
di masjid yang ada di tempat tinggalnya.

"Sederhana sebenarnya karena di sana liburnya hari Jumat. Jadi Jumatnya pulang 
ke rumah. Dalam suatu kali saya pernah ceramah di depan pendeta. Salah satu 
pendeta tanya, Pak kenapa di mana-mana ada masjid, di perkantoran juga ada, 
tapi gedung gereja susah dibikin?" ujarnya dalam kegiatan Muktamar VII di 
Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (11/11).

Lalu JK menjawabnya secara logis bahwa karena Hari libur di Indonesia adalah 
Hari Minggu. Sehingga, umat Kristen bisa melaksanakan ibadah pentingnya di luar 
perkantoran.

"Saya jawab itu untuk menghormati Anda. Karena hari ibadah Anda yang penting 
itu libur, Islam itu hari ibadah pentingnya hari Jumat itu tidak libur. Karena 
tidak libur, maka harus ada masjid," ucapnya.

Di mal kenapa juga ada masjid besar, karena menurut JK, masayarakat tidak perlu 
pulang ke rumah jika waktu Maghrib sudah tiba dan bisa tetap makan di mal. 
"Jadi banyak hubungan-hubungannnya, karena itu lah, maka tidak terjadi di 
negara lain. Akibat hari libur itu juga menyebabkan kita harus shalat di 
kantor," katanya.

Selain itu, tambah dia, kenapa masjid-masjid itu harus ada di perkantoran 
karena berhubungan juga dengan waktu kerja. Dulu, menurut dia, waktu kerja 
hanya sampai pukul 14.00 siang, sedangkan saat ini sampai pukul 16.00 sore. 
Jika tidak ada masjid di perkantoran, maka umat Islam tidak bisa menunaikan 
shalat Zuhur.

"Dulu hari kerja hanya sampai jam dua sehingga bisa shalat Zuhur di rumah. 
Sekarang hari kerja sampai jam empat sore sehingga harus shalat Zuhur di 
kantor. Inilah yang menyebakan semua masyarakat harus ikut menjaga masjid," 
tegasnya.
  







Kirim email ke