Maaf setahu saya hari suci hindu tak bisa disamakan dengan tahun masehi, dimana tahun masehi menganut penanggalan Matahari. Sedangkan dihindu mempergunakan penanggalan Matahari dan bulan. Jadi hindu apapun bentuknya tak dipengaruhi oleh hari. Patokan kita bulan penuh /purnama dan bulan mati/tilem. Weda mangajarkan umat hindu sembahyang 3 kali sehari, yaitu pagi, siang dan sore Arah sembayah yaitu ke timur menyembah dewa Surya dan ke utara menyembah dewa Wisnu.
Kanapa kita menghadap ke utara, karena utara adalah sebagai perujudan gunung /kemakmuran sedangkan timur adalah arah kesucian. Ini sudah pernah saya jelaskan sebelumnya bahwa bumi berputar sejalan dengan jarum jam, sesuai lambang swastika dimana simbul salib berputar dari kiri kekanan. Menurut kami kebenaran abadi berputar dari kiri kekanan. Kapan ada sesuatu berputar sejalan jarum jam itulah yang kebenaran yang hakiki From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Monday, November 13, 2017 9:24 AM To: [email protected]; kh djie <[email protected]> Subject: [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Mengapa di Perkantoran tak Ada Gereja, Ini Jawaban Logis JK Iyaa, ... kalau begitu memang tidak seharusnya menuntut umat Islam merubah kepercayaan dan keyakinannya hari2 terbaik utk shalat Jumat! Kecuali mereka sendiri yang sadar bahwa shalat kapan saja dan dimana saja dilakukan adalah sama saja! Yang lebih penting adalah kejujuran dan ketulusan hati mereka masing-masing, ... Terimakasih, bung Djie! Salam, ChanCT From: kh djie [email protected]<mailto:[email protected]> [GELORA45] Sent: Monday, November 13, 2017 1:06 AM To: Gelora45 Subject: Re: [GELORA45] Mengapa di Perkantoran tak Ada Gereja, Ini Jawaban Logis JK Dasarnya agama2 itu menganggap hari yang mulianya memang berbeda. Sulitlah menganjurkan untuk semuanya ambil hari Minggu saja untuk sembahyang. Yang Hindu Krishna kabarnya hari Selasa ? Untuk Yahudi jelas di kitabnya harus pada hari Sabath, hari Saptu. Gereja Katolik berpendapat, apa yang ada di kitab suci Yahudi hanya berlaku sampai masa Johanes pembaptis. Yang penting untuk gereja katolik adalah kebangkitan Yesus pada hari ketiga. Meninggal hari Jumat, bangkit hari Minggu. Untuk Islam hari Jumat : Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya.” (HR. Muslim) 2017-11-12 17:24 GMT+01:00 [email protected]<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]<mailto:[email protected]>>: dgn Islam mayoritas keadaan sudah tidak darurat lagi. ---In [email protected]<mailto:[email protected]>, <SADAR@...<mailto:SADAR@...>> wrote : Sebenarnya saja bagaimana orang bisa bekerja effektif kalau harus mengikuti 5X sembahyang setiap harinya? Dan nampaknya mereka yang hidup diluar negara Islam jadi harus moderat, bisa tunduk pada kondisi kerjaan untuk maju bersama, itulah yang lebih banyak terjadi. Dengan akhirnya hanya mementingkan shalat Jumat nya saja, ... Tapi nampaknya dalam keadaan darurat, misalnya dalam perjalanan dinegara orang lain, yaa boleh juga tidak ikuti shalat Jumat, kok. Lha, kan sulit kalau sedang dalam perjalanan dinegara lain harus perlukan ke mesjid, sekalipun bisa saja ada mesjid disitu. Hanya saja, kalau berdasarkan Alquran juga ada kelonggaran begitu, kenapa pula mereka menetapkan shalat Jumat, tidak Shalat Minggu saja, biar tidak ribet dengan yg telah berlaku didunia internasional, ya? Apa bedanya hari Jumat dan Minggu bagi umat Islam? Bukankah lebih elok bisa bersama-sama berdoa, yang Kristen ke gereja, yang Islam ke Mesjid untuk kemajuan bersama dan kemakmuran bersama. Hehehee, ... Salam, ChanCT From: kh djie djiekh@... [GELORA45] Sent: Sunday, November 12, 2017 3:26 PM To: Gelora45 ; Jonathan Goeij Subject: Re: [GELORA45] Mengapa di Perkantoran tak Ada Gereja, Ini Jawaban Logis JK Dulu di pabrik di Belanda ada satu orang Marokko, kalau lagi kerja minta diijinkan satu dari 2 istirahat minum kopinya (15 menit) untuk digunakan sembahyang. Ya, karena pakai waktu minum kopinya sendiri, tidak ada yang keberatan. Lain lagi yang terjadi di perusahaan logam yang banyak sekali tenaga marokkannya. Mereka minta di jam2 sembahyang, supaya pabrik dihentikan. Kepala perusahaan bingung menghadapi tuntutan ini. Teman saya, yang dari administrasi kemudian jadi kepalam personalia, bilang dia yang akan urus. Lalu dia ngomong, kalau dia sebagai sarjana hukum di Indonesia, juga mempelajari hukum agama. Di situ kan ditulis, kalau sedang kerja, sembahyang boleh dilakukan sesudahnya, digeser waktunya. Lalu dia tanya pada wakil2 yang menuntut, benar tidak hukum ini. Mereka menjawab, ya. Lalu dia bilang, sudah begitu saja, seperti biasa saja, sembahyang langsung begitu tiba di rumah. Eh, beres bubaran , tidak ada tuntutan lagi hingga sekarang. Dulu ada beberapa orang dari Inggris datang dari induk perusahaan. Mereka heran dengan cara kita kerja di Belanda. "Lho, kalian kalau makan dan minum kopi tidak bareng2 di jam yang sama"? Kami jawab,"Ya, di sini dari dulu selalu bergantian. Selalu ada yang kerja awasi mesin. Produksi jalan terus." Mereka bilang,"Wah, di Inggris tidak bisa begitu. Vakbondnya begitu kuat. Jadi kalau mau minum kopi atau makan, spray drying tidak menyemprotkan product, tetapi air........." Orang dari satu bagian tidak bisa diminta bantu bagian lain yang sedang repot. Itu dilarang oleh vakbond di Inggris. Kami bilang di Belanda, fungsi kerja orang sebelum diterima kerja sudah ditulis fungsinya agak luas. Jadi orang di produksipun bisa ditugaskan ke gudang, kalau di sana kebetulan banyak yang sakit. Sebaliknya orang gudang dapat tugas meningkirkan salju ke samping, sehingga tidak terjadi kecelakaan dari jalan masuk sampai ke tempat parkir mobil, dan jalan masuk ke pabrik. Belakangan vakbond yang begitu kuat di Inggris diobrak abrik oleh Margareth Thatcher. Malah gaji buruh jatuhnya di sana bisa lebih murah dari Nederland. Tetapi tidak tahu produktivitasnya. 2017-11-12 7:28 GMT+01:00 jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected]<mailto:[email protected]>>: jam berapa saja 5x sembahyang itu dan berapa lama? ---In [email protected]<mailto:[email protected]>, <SADAR@...<mailto:SADAR@...>> wrote : Pertanyaan saya, bukankah Islam menuntut umatnya sembahyang 5X sehari, jadi setiap harinya bisa sembahyang khususnya di hari Jumat jadi bisa shalat di mesjid perkantoran, sedang Kristen lebih menitik beratkan umatnya utk kerja keras jadi hanya menentukan sembahyang cukup sekali di Hari Minggu? Lalu sebenarnya apa yang jadi dasar Agama Islam menentukan shalat hari Jumat sehingga negara2 Arab harus menetapkan hari libur berbeda dengan negara lain didunia yang sudah leb ih dahulu menentukan hari Minggu hari libur? Barangkali ada yang bisa memberi pencerahan, ... Terimakasih sebelumnya, ...! Salam, ChanCT From: Sunny ambon ilmesengero@... [GELORA45] Sent: Sunday, November 12, 2017 6:14 AM To: undisclosed-recipients: Subject: [GELORA45] Mengapa di Perkantoran tak Ada Gereja, Ini Jawaban Logis JK http://khazanah.republika.co. id/berita/dunia-islam/islam- nusantara/17/11/12/oz9aqj396- mengapa-di-perkantoran-tak- ada-gereja-ini-jawaban-logis- jk<http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/11/12/oz9aqj396-mengapa-di-perkantoran-tak-ada-gereja-ini-jawaban-logis-jk> Sabtu , 11 November 2017, 20:56 WIB Mengapa di Perkantoran tak Ada Gereja, Ini Jawaban Logis JK Rep: Muhyiddin/ Red: Agus Yulianto Republika/Mahmud Muhyidin [Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla (tengah) bersama Sekretaris Jenderal DMI Imam Addaruqutni (ketiga kanan) memberikan keterangan kepada media seusai pembukaan Muktamar Dewan Masjid Indonesia (DMI) ke-7 yang bertajuk]Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla (tengah) bersama Sekretaris Jenderal DMI Imam Addaruqutni (ketiga kanan) memberikan keterangan kepada media seusai pembukaan Muktamar Dewan Masjid Indonesia (DMI) ke-7 yang bertajuk REPUBLIKA.CO.ID<http://REPUBLIKA.CO.ID>, JAKARTA -- Wakil Presiden RI sekaligus Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Muhammad Jusuf Kalla mengatakan bahwa Indonesia mempunyai masjid yang bermacam-macam, seperti masjid Raya, Masjid Agung, Masjid Nasional, dan Masjid Kantoran. Sementara, kata dia, di negara Timur Tengah tidak ada masjid yang dibangun di perkantoran. Kata dia, alasannya sebenarnya sederhana yaitu karena rata-rata hari libur di negara Timur Tengah adalah Hari Jumat, sehingga bisa melaksanakan shalat Jumat di masjid yang ada di tempat tinggalnya. "Sederhana sebenarnya karena di sana liburnya hari Jumat. Jadi Jumatnya pulang ke rumah. Dalam suatu kali saya pernah ceramah di depan pendeta. Salah satu pendeta tanya, Pak kenapa di mana-mana ada masjid, di perkantoran juga ada, tapi gedung gereja susah dibikin?" ujarnya dalam kegiatan Muktamar VII di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (11/11). Lalu JK menjawabnya secara logis bahwa karena Hari libur di Indonesia adalah Hari Minggu. Sehingga, umat Kristen bisa melaksanakan ibadah pentingnya di luar perkantoran. "Saya jawab itu untuk menghormati Anda. Karena hari ibadah Anda yang penting itu libur, Islam itu hari ibadah pentingnya hari Jumat itu tidak libur. Karena tidak libur, maka harus ada masjid," ucapnya. Di mal kenapa juga ada masjid besar, karena menurut JK, masayarakat tidak perlu pulang ke rumah jika waktu Maghrib sudah tiba dan bisa tetap makan di mal. "Jadi banyak hubungan-hubungannnya, karena itu lah, maka tidak terjadi di negara lain. Akibat hari libur itu juga menyebabkan kita harus shalat di kantor," katanya. Selain itu, tambah dia, kenapa masjid-masjid itu harus ada di perkantoran karena berhubungan juga dengan waktu kerja. Dulu, menurut dia, waktu kerja hanya sampai pukul 14.00 siang, sedangkan saat ini sampai pukul 16.00 sore. Jika tidak ada masjid di perkantoran, maka umat Islam tidak bisa menunaikan shalat Zuhur. "Dulu hari kerja hanya sampai jam dua sehingga bisa shalat Zuhur di rumah. Sekarang hari kerja sampai jam empat sore sehingga harus shalat Zuhur di kantor. Inilah yang menyebakan semua masyarakat harus ikut menjaga masjid," tegasnya.
