https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171114144000-74-255564/opm-ungkap-alasan-jadikan-freeport-medan-tempur/
Wawancara
OPM Ungkap Alasan Jadikan Freeport 'Medan Tempur'
*Iman Nugroho *, CNN Indonesia | Rabu, 15/11/2017 08:17 WIB
Bagikan :
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171114144000-74-255564/opm-ungkap-alasan-jadikan-freeport-medan-tempur/#>
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171114144000-74-255564/opm-ungkap-alasan-jadikan-freeport-medan-tempur/#>
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171114144000-74-255564/opm-ungkap-alasan-jadikan-freeport-medan-tempur/#>
OPM Ungkap Alasan Jadikan Freeport 'Medan Tempur' Tentara Pembebasan
Nasional Organisasi Papua Merdeka mengungkap alasan menjadikan kawasan
Freeport sebagai tempat melancarkan aksi. (REUTERS/Muhammad Yamin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam beberapa pekan terakhir, situasi
keamanan Papua, Kabupaten Mimika khususnya memanas. Polri menyebut ada
aksi Kelompok Kriminal Bersenjata di sana.
Bukan hanya teror, kelompok ini disebut Polri menyandera dua kampung di
Distrik Tembagapura yang berisi 1.300 orang.
Polri sampai harus mengeluarkan maklumat agar warga sipil bersenjata
meyerahkan diri. Polisi juga menetapkan 21 orang anggota kelompok
bersenjata itu masuk dalam daftar buron.
CNN Indonesia berkesempatan mewawancarai Komandan Operasi Tentara
Pembebasan Nasional (TPN) - Organisasi Papua Merdeka (OPM) Timika,
Hendrik Wanmang melalui sambungan telepon.
Selain membantah soal penyanderaan, Hendrik juga mengungkapkan alasan
mengapa menjadikan kawasan di sekitar tambang PT Freeport sebagai tempat
beraksi.
*Apa benar ada Penyanderaan di Distrik Tembagapura?*
Tidak ada penyanderaan, Itu palsu, tidak benar, kami tidak pernah
menyandera. Masyarakat bebas berkebun, berternak, bebas dari kampung ke
kampung. Semua bebas, mereka ada yang jualan, pergi belanja. Seperti
biasa dalam kegiatan sehari-hari. Memang antara Mile 68 ini kami sedang
bertempur dengan TNI/Polri. Masyarakat takut berjalan dan kena peluru.
*Berarti yang dimaksud masyarakat tidak bisa kemana-mana itu karena
memang ada perang?*
Memang kami ada perang. Kami ada sedang melakukan penyerangan ke pihak
TNI/Polri di atas. Jadi area Freeport dari mulai Grasberg sampai dengan
Mile 50 dan 52 lewat, itu sepanjang jalan dikuasai oleh TNI/Polri. Jadi
1 km keluar dari jalan Freeport itu posisi TPN, macam daerah (/mile/) 68
posisi tengah, kami TPN yang ambil tempat. Masyarakat pasti mereka takut
melewati area tempur ini. Takut jangan sampai mereka kena peluru atau
tembakan.
*Kalau misalnya ada masyarakat dari Mile 68 mau turun apakah
diperbolehkan oleh TPN?*
Kalau masyarakat biasa, kalau untuk TPN sih kalau lihat begitu kalau ada
masyarakat yang turun tidak mungkin ditembak. Kalau TNI/Polri yang
turun, itu ditembak tidak mungkin ditinggalkan, itu jelas ditembak.
Masyarakat mau turun naik tidak jadi masalah. Karena itu jangan sampai
TNI melibatkan diri di tengah masyarakat.
*Ada kabar bahwa banyak senjata TNI/Polri yang dipakai oleh TPN?*
Kalau bicara tentang itu, saya tidak bisa mengutarakan kekuasaan saya
sekian-sekian, kami punya senjata jenis sekian, itu rahasia saya, itu
rahasia militer, dan itu rahasia milik TPN saya sendiri. Jadi saya tidak
bisa utarakan hal itu.
*Beredar video penyiksaan warga, apakah betul video itu dilakukan oleh
TPN ?*
Itu orang yang diinterogasi dia jawabnya salah. Padahal dia itu adalah
salah satu informan TNI/Polri. Jadi tempat kejadian itu bukan di
tengah-tengah masyarakat. Itu di atas di sana di tempat korps pertahanan
TPN. Kami panggil dia naik karena kami tidak mau lihat kejadian itu oleh
masyarakat. Sudah jelas itu informan dari TNI/Polri yang ada di dalam,
atau istilah masyarakat itu adalah mata-mata TNI/Polri. Jadi memang itu
anggota saya yang hukum. Bukan membunuhnya tapi kami pukul selesai sudah
kami lepas.
*Tidak dibunuh ya, dipukul selesai terus dilepas?*
Ya dilepas supaya dia bertobat. Bukan seperti TNI/Polri sudah dipukul
lagi, dikasih penjara seumur hidup atau bahkan sampai berbulan bulan,
atau bahkan sampai berminggu-minggu. Kalau kami pukul sudah selesai kami
lepas supaya dia sadar.
*Apa tuntutan atau terget TPN-OPM?*
Jadi kami tuntutan kami supaya pemerintah Indonesia membuka diri
terhadap perjuangan bangsa Papua. Perjuangan bangsa Papua dan
mengembalikan hak kedaulatan yang pernah kami peroleh 1 Desember 1961.
Lalu, sasaran kami kenapa harus di area Freeport? Ini supaya Amerika
juga harus ikut membuka mata. Amerika harus ikut membuka mata, PBB juga
harus ikut membuka mata, termasuk Belanda juga harus ikut membuka mata
dan pemerintah indonesia sendiri juga harus melibatkan diri, dan 22
negara yang punya kepemimpinan di Freeport ini, harus membuka diri dan
betul betul mau menyatakan bahwa perjuangan TPN-OPM adalah menuntut
kedaulatan pengembalian kedaulatan kemerdekaan yang sudah pernah
diperoleh itu harus dikembalikan.
*Kalau ada bantuan kemanusiaan, menuju ke masyarakat sipil di daerah
Mile 68, apakah diberi kesempatan?*
Teknisnya begini, untuk masuk ke masyarakat sipil bantuan apapun kayak
sembako, itu di Timika di sana itu ada tokoh tokoh. Misalnya DPR, itu
harus (melalui) mereka. Tokoh tokoh agama atau tokoh- tokoh adat yang
ada. Lalu komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di sini,
permintaan itu melalui mereka, bukan kami.
*(sur)*