Bung Jo yb,

Saya juga tidak bisa mengerti mengapa kisah-kisah macam begini masih saja 
diyakini kebenarannya, ... karena ada yang bilang itu dinyatakan dalam Alquran. 
Begitulah janji Mohhamad pada perajurit-perajurit muda yang berperang melawan 
kafir ketika itu. Barangkali sebagai rangsang menjadi pasukan berani-mati dan 
kalo mati naik ke-SORGA dengan segala pahala kenikmatan hidup sex, ... Makanya 
tidak tanggung-tanggung, setiap lelaki berapapun umurnya saat meninggal, kalau 
masuk SORGA berubah menjadi pemuda usia 33 tahun dan ABADI, ... dia tidak akan 
bertambah usia dan sana kesibukannya hanya makan-minum jadi staminanya tidak 
menurun untuk bersetubuh setiap saat dia mau dengan 72 bidadari itu! Hahaa, ... 
jadi, jangan dikira kita yang sudah usur tidak akan mampu lagi melayani 72 
bidadari, 1-2 saja sudah lebih dari cukup. Begitu katanya, sampai dimana 
kebenarannya? Yaaa walahualam! Hehehee, ... Tapi, yang PASTI, sampai sekarang 
TIDAK SEORANG pun bisa membuktikan kebenaran adanya SORGA dengan penuh 
kenyamanan dan kenikmatan hidup didunia, juga tidak ada yang bisa buktikan 
adanya NERAKA  dengan penuh siksaan dan penderitaan hidup didunia, ...

Saya hanya bisa mengerti itulah pemikiran atau hayalan imajinasi orang yang 
hidup dijaman ribuan tahun yl. sekalipun sudah memasuki jaman feodal, tapi 
masih banyak ekor-ekor perbudakan. Makanya katanya, Mohamad sendiri boleh saja 
menyetubuhi budaknya, sekalipun tidak dikawini dan sampai melahirkan Ibrahim. 
Maaf kalau salah. 

Dan ternyata, kenyataan wanita, pembantu rumah tangga yang bekerja di Arab 
sana, kasus perkosaan SELALU KALAH kalau diperkarakan, yang dimenangkan 
majikannya! Mereka masih saja menganggap majikan berhak menyetubuhi budaknya! 
Dan, ... anehnya Pemerintah RI sampai sekarang tidak melarang TKW untuk bekerja 
di Arab, dengan kondisi pemerintah tidak bisa melindungi warga dengan baik 
disana! Sungguh celaka, sampai sekarang masih saja ada wanita yang merasa 
itulah NASIB kaum wanita yg harus diterima, ... bahkan merasa bangga bisa dapat 
kesempatan bekerja di TANAH SUCI!

Itulaaah, menurut saya ajaran-ajaran Islam yang perlu ada kejernihan, ... 
adanya perbedaan jaman dengan peradaban manusia yag tentu juga sudah seharusnya 
mengikuti perubahan. Entah di agama lain ada tidak masalah2 begini?

Salam,
ChanCT


From: [email protected] [GELORA45] 
Sent: Tuesday, November 21, 2017 12:00 AM
To: [email protected] 
Subject: Re: [GELORA45] Fwd: agama dimasa kini ?

  
Saya sudah cukup dgn. 5 -10 bidadari. 72 bidadari terlalu banyak. Apa ada 
bidadari lelaki dan perempuan? Kalau tidak ada bidadari lelaki, bagaimana 
orang2 perempuan bisa ber-senang2 juga? Kalau begitu, ini yg. dinamakan 
pilih-kasih dan tidak ada keadilan dari yg. mahakuasa, masa cuma kaum lekaki 
saja yg. bisa ber-senang2. Secara logika pasti ada bidadari lelaki yg. 
barangkali berkumis atau berjenggot. 



---In [email protected], <SADAR@...> wrote :


Waaaah, ... kalau begitu buat apa kita berlama-lama hidup didunia yang begitu 
banyak kericuhan dan harus bergulat untuk hidup lebih nyaman, aman-tentram! 
Bukankah lebih cepat-cepat saja, makin CEPAT makin BAIK biar kita naik ke SORGA 
sana menikmati kehidupan abadi nan nyaman bersama 72 bidadari! Hehehee, ...



From: Sunny ambon ilmesengero@... [GELORA45]
Sent: Monday, November 20, 2017 9:03 PM
To: Gelora 45 ; kh djie
Subject: Re: [GELORA45] Fwd: agama dimasa kini ?

  
Sekarang orang rajin belajar agama, karena sangat penting untuk hari kemudian. 
Bayangkan saja siapa yang tidak tertarik jika dikatakan bahwa hidup di dunia 
ini hanya sementara saja, sedangkan di seberang sana di hari kemudian ada 
kehidupan kekal bersama bidadari-bidari cantik nan sexy di taman yang indah 
permai penuh kelimpahanabadi. Bagi yang berjasa dihadiahkan 72 bidadari, ini 
hadiah untuk pesta besar tiap hari. 


2017-11-20 13:09 GMT+01:00 kh djie djiekh@... [GELORA45] 
<[email protected]>:

      

    ---------- Forwarded message ----------





    ---------- Forwarded message ----------


    Subject: agama dimasa kini ?



    Tulisan ini menarik, tapi entah siapa yang menuliskannya: 👇🏽

    Dulu agama menghancurkan berhala...
    Kini agama jadi berhala...
    Tak kenal Tuhannya...
    Yang penting agamanya...
    Dulu orang berhenti membunuh karena agama...
    Sekarang orang saling membunuh karena agama...
    Dulu orang saling mengasihi karena beragama...
    Kini orang saling membenci karena beragama....
    Agama tak pernah berubah ajarannya dari dulu...
    Tuhan nya pun tak pernah berubah dari dulu...
    Lalu yg berubah apanya?
    Manusia nya?
    Dulu orang belajar agama sebagai modal, untuk mempelajari ilmu lainnya...
    Sekarang orang malas belajar ilmu lainnya, maunya belajar agama saja...
    Dulu pemimpin agama dipilih berdasarkan kepintarannya, yg paling cerdas di 
antara orang2 lainnya ....
    Sekarang orang yg paling dungu yg tidak bisa bersaing dengan orang2 
lainnya, dikirim untuk belajar jadi pemimpin agama...
    Dulu para siswa diajarkan untuk harus belajar giat dan berdoa untuk bisa 
menempuh ujian...
    Sekarang siswa malas belajar, tapi sesaat sebelum ujian berdoa paling 
kencang, krn diajarkan pemimpin agamanya untuk berdoa supaya lulus...
    Dulu agama mempererat hubungan manusia dengan Tuhan...
    Sekarang manusia jauh dari Tuhan karena terlalu sibuk dengan urusan2 
agama...
    Dulu agama ditempuh untuk mencari wajah Tuhan
    Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan.
    Esensi beragama telah dilupakan...
    Agama kini hanya komoditi yg menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama 
karena semua yg berbau agama telah didewa-dewakan, tak kan pernah dianggap 
salah, tak pernah ditolak, dan jadi keperluan pokok melebihi sandang, pangan, 
papan.
    Agama jadi hobi, tren, dan bahkan pelarian karena tak tau lagi mesti 
mengerjakan apa.
    Agama kini diperTuhankan , sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan.
    Agama dulu memuja Tuhan...
    Agama kini menghujat Tuhan...
    Nama Tuhan dijual, diperdagangkan, dijaminkan, dijadikan murahan, oleh 
orang2 yg merusak, membunuh, sambil meneriakkan nama Tuhan...
    Tuhan mana yang mengajarkan tuk membunuh?
    Tuhan mana yg mengajarkan tuk membenci?
    Tapi manusia membunuh, membenci, mengintimidasi, merusak, sambil dengan 
bangga meneriakkan nama Tuhan, berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan ketika 
ia menumpahkan darah manusia lainnya.
    Agama dijadikan senjata tuk menghabisi manusia lainnya.
    Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi Tuhan, dan sedang 
mengubur Tuhan dalam2 dibalik gundukan aturan agama.














Kirim email ke