Kasih tahu donk apa ciri-ciri yang dimaksud PKI itu, supaya rada kelihatan intelegensianya sedikit lah. Kalau nggak kasih tahu emangnya mampu nggebuk sendiri? Soalnya kan jadi susah nggebuknya, kalau pengertian PKI-nya sama dengan yang dimaksud oleh bung Ariyanto atau tulisannya bung Umar Said itu.
Am 23 Nov 2017 21:22:55 +0000 schrieb "[email protected] [GELORA45]" <[email protected]>: > Yg heran adalah setelah semuanya sedemikian gamblang dokumen rahasia > sudah dibuka apa yg terjadi sudah sedemikian jelasnya, bukannya > mengusut kembali membuka borok merehabilitasi mencabut TAP MPRS dan > sebagai Kepala Negara meminta maaf pada para korban sia2 itu dan > keturunannya eh malahan tetap saja mengagungkan TAP MPRS itu dan > menggunakannya sebagai dasar "gebuk saja" itu. > > ---In [email protected], <ariyanto@...> wrote : > > > > Jokowi lahir tahun 1961. Jadi waktu kejadian G30S tahun 1965, > beliau baru berumur 4 tahun. Sesudah Soeharto menang mengkudeta Bung > Karno dan merekayasa serta merobah sejarah, Jokowi masuk > sekolah......SD....SMP.....SMA.....Fakultas..........semua pengajaran > dan kurikullum sekolah ikut "ajaran Orba Soeharto". Tidak mau ikut > kurikulum/ajaran Soeharto pasti tidak bakal lulus......! Tidak bakal > jadi sarjana.......! Selama 32 tahun Soeharto nongkrong jadi penguasa > Indonesia, semua berobah balik kanan gerak........nggak ada lagi yang > namanya "revolusi agustus 45". Semua berobah untuk kepentingan > Imperialis Asing, Amerika dan Inggris dan anteknya Orde Baru > Soeharto. Sejarahpun ikut kemauan Soeharto yang dianggap "pemenang", > dan dia dengan bangga bisa bilang "Nyang nggak sukak thak gebug..!" > Sebab 'politiknya' adalah bedil dan bayonet. Anggota MPRS > dibersihkan, dirombak dan dipreteli, orang-orang yang benar dan > simpati kepada Soekarno semua dibuang, dipecat, ditangkap dan ditahan > atau dibunuh dan diganti dengan orang-orang yang bisa mengucapkan > "nggih ndoro" kepada anak Kemusuk Soeharto.......! Dalam keadaan > hampir 100% anggota MPRS adalah orang-orangnya Soeharto, sipil dan > militer, dalam saat itulah "Nato" (Nasution dan Soeharto) menciptakan > segala Tap-Tap MPRS yang dipaksakan, yang merugikan Rakyat, Bangsa > bahkan Founding Father Revolusi Indonesia Bung Karno. Sesudah > Soeharto lengser dan mati karena sakit otak (40 dokter mencoba > menyelamatkan nyawanya di Rumah Sakit tapi tak berhasil), tidak ada > kekuatan baik dari Rakyat maupun dari Langit yang bisa merobah segala > Tap dan Peraturan MPRS yang diwariskan oleh Jenderal Dajal pembunuh 3 > juta rakyat Indonesia tak bersalah itu. Apalagi, 32 tahun (1965-1998) > bukanlah waktu yang singkat yang digunakannya untuk menciptakan > pengikut-pengikut yang bisa membebek dan menjalankan segala ajaran > "Jenderal Besar" Soeharto, dan yang sampai sekarang bisa berhasil > nongkrong dalam partai dan pemerintahan "re-Formasi" tanpa ada yang > tahu isi perutnya........Dan justru sejarah yang diputar balik oleh > Orba Soeharto itulah yang dipakai dan digunakan oleh bangsa dan > pemerintahan Indonesia sampai sekarang.........! Bangsa Indonesia > takut untuk berpikir (bayangkan: berpikir sajapun takut....!), apakah > benar PKI berontak tahun 1965 itu? Benarkah PKI kudeta pada tahun > 1965 itu? Benarkah G30S itu didalangi oleh PKI? Kenapa partai besar > pemenang nomor 4 Pemilu yang beranggotakan jutaan orang, tidak > melakukan perlawanan dan 3 juta anggotanya dibantai tentara Soeharto > seperti membantai ayam dalam kandang tanpa perlawanan, dan 2 juta > ditangkap dan ditahan dan banyak yang yang mati karena > dihilangkan/dibunuh dan kurang makan? Apakah mereka yang berkuasa > sekarang berani membongkar dan memeriksa kembali apa sebenarnya yang > terjadi, ketimbang 'mewarisi' ucapan dan pameo tokoh-tokoh pembantai > rakyat itu? > > K.H. Abdurrahman Wahid Mantan Presiden RI pernah mengatakan: “Kalau > kita ingin supaya masa depan bangsa ini cerah, harus ada keberanian > untuk membongkar yang lama, sehingga kita tahu betul peristiwa ini > bagaimana sebetulnya, adanya, dan sebagainya:” (dari film dokumen > Kawan Tiba Senja) Surat kabar Riau Pos Pekanbaru pada tanggal 1 > Oktober 2006 menulis: "Sejarah adalah milik pemenang. Realitas > tersebut terbukti dalam pengungkapan fakta peristiwa G30S selama ini > yang merupakan interpretasi sejarah dari penguasa orde baru“ > Nah.......adakah keberanian bangsa dan pemimpin Indonesia untuk > memeriksa kembali masa lalu yang sangat kejam dan biadab itu selain > menikmati, mewarisi dan melanjutkan kejahatan kemanusiaan yang > "dilakukan dan dihasilkan" ordebaru Soeharto itu.......??? (YTT). > > > > > > > >
