Yang gampang digebuk itu kan "PKI"......Partai Kerupuk Indonesia.........Celupkan kedalam sup buntut jadi melempem.......!

------ Original Message ------
From: "'Lusi D.' [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
To: "[email protected] [GELORA45]" <[email protected]>; [email protected]; [email protected]
Sent: Saturday, 25 Nov, 2017 At 4:15 AM
Subject: Re: [GELORA45] Jokowi: "Kalau PKI bangkit, gebuk saja"
    
  
      
                    
Kasih tahu donk apa ciri-ciri yang dimaksud PKI itu, supaya rada
 kelihatan intelegensianya sedikit lah. Kalau nggak kasih tahu emangnya
 mampu nggebuk sendiri?
Soalnya kan jadi susah nggebuknya, kalau pengertian PKI-nya sama dengan
 yang dimaksud oleh bung Ariyanto atau tulisannya bung Umar Said itu.

 Am 23 Nov 2017 21:22:55
 +0000 schrieb "[email protected] [GELORA45]"
 <[email protected]>:

 > Yg heran adalah setelah semuanya sedemikian gamblang dokumen rahasia
 > sudah dibuka apa yg terjadi sudah sedemikian jelasnya, bukannya
 > mengusut kembali membuka borok merehabilitasi mencabut TAP MPRS dan
 > sebagai Kepala Negara meminta maaf pada para korban sia2 itu dan
 > keturunannya eh malahan tetap saja mengagungkan TAP MPRS itu dan
 > menggunakannya sebagai dasar "gebuk saja" itu.
 >
 > ---In [email protected], <ariyanto@...> wrote :
 >
 >  
 >
 >  Jokowi lahir tahun 1961. Jadi waktu kejadian G30S tahun 1965,
 > beliau baru berumur 4 tahun. Sesudah Soeharto menang mengkudeta Bung
 > Karno dan merekayasa serta merobah sejarah, Jokowi masuk
> sekolah......SD....SMP.....SMA.....Fakultas..........semua pengajaran
 > dan kurikullum sekolah ikut "ajaran Orba Soeharto". Tidak mau ikut
 > kurikulum/ajaran Soeharto pasti tidak bakal lulus......! Tidak bakal
> jadi sarjana.......! Selama 32 tahun Soeharto nongkrong jadi penguasa > Indonesia, semua berobah balik kanan gerak........nggak ada lagi yang
 > namanya "revolusi agustus 45". Semua berobah untuk kepentingan
 > Imperialis Asing, Amerika dan Inggris dan anteknya Orde Baru
 > Soeharto. Sejarahpun ikut kemauan Soeharto yang dianggap "pemenang",
 > dan dia dengan bangga bisa bilang "Nyang nggak sukak thak gebug..!"
 > Sebab 'politiknya' adalah bedil dan bayonet. Anggota MPRS
 > dibersihkan, dirombak dan dipreteli, orang-orang yang benar dan
> simpati kepada Soekarno semua dibuang, dipecat, ditangkap dan ditahan
 > atau dibunuh dan diganti dengan orang-orang yang bisa mengucapkan
 > "nggih ndoro" kepada anak Kemusuk Soeharto.......! Dalam keadaan
 > hampir 100% anggota MPRS adalah orang-orangnya Soeharto, sipil dan
> militer, dalam saat itulah "Nato" (Nasution dan Soeharto) menciptakan
 > segala Tap-Tap MPRS yang dipaksakan, yang merugikan Rakyat, Bangsa
 > bahkan Founding Father Revolusi Indonesia Bung Karno. Sesudah
 > Soeharto lengser dan mati karena sakit otak (40 dokter mencoba
 > menyelamatkan nyawanya di Rumah Sakit tapi tak berhasil), tidak ada
> kekuatan baik dari Rakyat maupun dari Langit yang bisa merobah segala > Tap dan Peraturan MPRS yang diwariskan oleh Jenderal Dajal pembunuh 3 > juta rakyat Indonesia tak bersalah itu. Apalagi, 32 tahun (1965-1998)
 > bukanlah waktu yang singkat yang digunakannya untuk menciptakan
 > pengikut-pengikut yang bisa membebek dan menjalankan segala ajaran
 > "Jenderal Besar" Soeharto, dan yang sampai sekarang bisa berhasil
 > nongkrong dalam partai dan pemerintahan "re-Formasi" tanpa ada yang
 > tahu isi perutnya........Dan justru sejarah yang diputar balik oleh
 > Orba Soeharto itulah yang dipakai dan digunakan oleh bangsa dan
 > pemerintahan Indonesia sampai sekarang.........! Bangsa Indonesia
> takut untuk berpikir (bayangkan: berpikir sajapun takut....!), apakah
 > benar PKI berontak tahun 1965 itu? Benarkah PKI kudeta pada tahun
 > 1965 itu? Benarkah G30S itu didalangi oleh PKI? Kenapa partai besar
 > pemenang nomor 4 Pemilu yang beranggotakan jutaan orang, tidak
 > melakukan perlawanan dan 3 juta anggotanya dibantai tentara Soeharto
 > seperti membantai ayam dalam kandang tanpa perlawanan, dan 2 juta
 > ditangkap dan ditahan dan banyak yang yang mati karena
 > dihilangkan/dibunuh dan kurang makan? Apakah mereka yang berkuasa
 > sekarang berani membongkar dan memeriksa kembali apa sebenarnya yang
 > terjadi, ketimbang 'mewarisi' ucapan dan pameo tokoh-tokoh pembantai
 > rakyat itu?
 >
 > K.H. Abdurrahman Wahid Mantan Presiden RI pernah mengatakan: “Kalau
 > kita ingin supaya masa depan bangsa ini cerah, harus ada keberanian
 > untuk membongkar yang lama, sehingga kita tahu betul peristiwa ini
 > bagaimana sebetulnya, adanya, dan sebagainya:” (dari film dokumen
 > Kawan Tiba Senja) Surat kabar Riau Pos Pekanbaru pada tanggal 1
 > Oktober 2006  menulis: "Sejarah adalah milik pemenang. Realitas
 > tersebut terbukti dalam pengungkapan fakta peristiwa G30S selama ini
 > yang merupakan interpretasi sejarah dari penguasa orde baru“
 > Nah.......adakah keberanian bangsa dan pemimpin Indonesia untuk
 > memeriksa kembali masa lalu yang sangat kejam dan biadab itu selain
 > menikmati, mewarisi dan melanjutkan kejahatan kemanusiaan yang
 > "dilakukan dan dihasilkan" ordebaru Soeharto itu.......??? (YTT).
 >
 >
 >
 >                  
 >                
 >
 >
 >

       
                

                

Kirim email ke