Ini baru perbedaan RAPBD DKI Jakarta 2018 saja yang membengkak lebih belasan X 
lipat ketimbang Gubernur sebelumnya, Ahok-Djarot, ... mudah2an saja setelah 
menggunakan anggaran berlipat ganda belasan kali itu, gubernur baru Anies-Sani, 
membawakan HASIL KERJA juga berlipat ganda lebih BAIK dan SEJAHTERA bagi 
seluruh WARGA DKI JAKARTA! Bukan sebalik, ...!

Salam,
ChanCT


From: Awind [email protected] [GELORA45] 
Sent: Sunday, November 26, 2017 7:31 AM

  



https://www.merdeka.com/jakarta/rapbd-dki-2018-tuai-banyak-kritik-sandiaga-lempar-bola-panas-ke-ahok.html


RAPBD DKI 2018 tuai banyak kritik, Sandiaga lempar 'bola panas' ke Ahok
Sabtu, 25 November 2017 07:46 Reporter : Fikri Faqih 


 ahok-Sandiaga Uno. ©2016 Merdeka.com 



Merdeka.com - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan- Sandiaga 
Uno kembali menjadi perhatian khusus warga Jakarta. Hal ini diakibatkan 
anggaran Rancangan APBD 2018 yang membengkak mencapai Rp 77,11 miliar. Di tahun 
2017, APBD Perubahan disepakati pada angka Rp 70,19 triliun.

Masih dalam proses pembahasan, RAPBD DKI 2018 tersebut mendapatkan banyak 
kritikan. Pasalnya beberapa anggaran mengalami kenaikan cukup signifikan, 
seperti anggaran Tim Gubernur Untuk Percepatan Percepatan Pembangunan (TGUPP). 
Jika sebelumnya hanya Rp 2,35 miliar kini meroket jadi Rp 28 miliar dalam RAPBD 
2018.

Kemudian Anies-Sandi juga memasukkan anggaran Pengendalian Hama Terpadu Gedung 
Komplek Balai Kota dan Rumah Dinas Pimpinan Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 
280.373.702 dari yang sebelumnya sebesar Rp 266 juta. Dan DPRD juga mendapat 
anggaran untuk perbaikan kolam air mancur yang nilainya cukup signifikan yakni 
sebesar Rp 620.715.162. Jika sebelumnya saat Sumarsono menjadi PLT Gubernur 
anggaran yang senilai Rp 500 juta di tolak.

Ramai menjadi pemberitaan, Sandiaga lepas tangan dan melempar bola panas 
tersebut pada Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok). Alasannya, Kebijakan Umum 
Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang merancang dan 
mengusulkan adalah pada masa pemerintahan sebelum dirinya.

Politisi Gerindra ini tidak mau disalahkan akibat bengkaknya anggaran RAPBD 
2018 yang mencapai Rp 77,11 triliun. Berulang kali, dia menegaskan, banyaknya 
anggaran dibuat pada saat kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) dan 
Djarot Saiful Hidayat. Untuk itu dia mempersilakan bagi Kementerian Dalam 
Negeri untuk mengevaluasi kiranya anggaran untuk beberapa program yang 
dikurangi.

"Silakan, silakan, (evaluasi) bagus banget. Enggak ada masalah. Kan sebagian 
juga dari zamannya Pak Ahok dan Pak Djarot yang dimasukan. Jadi kita enggak mau 
memecah belah, pokoknya intinya kita fokus untuk warga yang marjinal, warga 
yang selama ini belum tersentuh," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat 
(24/11).

Salah satu anggaran yang melonjak yakni untuk Kunjungan Kerja DPRD yang sudah 
masuk di pemerintah sebelumnya. Dia mengatakan anggaran mengikuti Peraturan 
Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan 
dan Anggota DPRD.

"Jadi kita cuma mengikuti aja. Enggak Anies Sandi nambahin gitu, emang gila aja 
kita nambahin (anggaran), orang saya orangnya hemat banget," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus 
mengatakan, usulan Anies-Sandi tersebut masih dapat berubah. Karena sampai saat 
ini anggaran tersebut masih dibahas di Badan Anggaran (Banggar) dan nantinya 
akan dievaluasi oleh Kementerian Dalam Negeri.

"Masih terbuka, walaupun Banggar, katakan Banggar sudah mengoreksi, mungkin 
akan ada koreksi lagi dari Kementerian Dalam Negeri. Jadi koreksinya tidak 
hanya di Badan Anggaran atau DPRD, tetapi juga ada koreksi dari Kementerian 
Dalam negeri selaku pembina," katanya saat di hubungi merdeka.com.

Dia mengungkapkan, akan melakukan penyisiran terhadap anggaran yang diajukan. 
Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah anggaran untuk pembasmi hama di 
rumah dinas dan gedung Balai Kota DKI Jakarta. Rencananya, Bestari akan 
menanyakan secara detail urgensinya anggaran tersebut sampai harus dinaikan.

"Kita cek lagi apa iya perlunya segitu, kenapa? Kan ini belum dibahas di 
Banggar besar tentu seperti saya sampaikan kepada teman-teman juga saya juga 
selaku anggota Banggar akan mendetailkan nanti, pada saat pembahasan itu," 
ujarnya. [fik]

 
RAPBD DKI 2018 capai Rp 77,11 triliun, Sandiaga salahkan Ahok dan Djarot 
 
Sisir anggaran, NasDem sebut rancangan APBD DKI 2018 bisa berubah 
 
Sandiaga berterimakasih jumlah fantastis RAPBD 2018 terus diberitakan 
 
Sumarsono sebut jika Anies tak benar bekerja ada Kemendagri yang akan evaluasi 











Kirim email ke