From: Awind [email protected] [GELORA45] 
Sent: Sunday, November 26, 2017 7:31 AM

  



https://metro.tempo.co/read/1036834/anies-sandi-lamban-urus-kasus-satpol-pp-ini-ancaman-ombudsman


Anies-Sandi Lamban Urus Kasus Satpol PP, Ini Ancaman Ombudsman 
Reporter: 
Zara Amelia
Editor: 
Jobpie Sugiharto
Sabtu, 25 November 2017 09:00 WIB 
 
Adrianus Meliala. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Ombudsman RI menunggu ketegasan Pemerintah Provinsi DKI 
Jakarta di bawah Gubernur Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno 
(Anies-Sandi) menindak petugas Satpol PP yang jual-beli informasi razia dan 
lapak kepada pedagang kaki lima (PLK) melalui perantara preman. 

Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala mengatakan, jika pemerintah daerah tetap 
diam melihat persoalan ini Ombudsman berencana mengungkap identitas petugas 
Satpol PP yang terlibat praktik suap tersebut. “Kami akan keluarkan rekomendasi 
tapi masih tunggu dulu. Misalnya ada rekomendasi, kasar-kasarnya 
copot-copotan,” katanya di Gedung ORI, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat, 24 
November 2017.

Dia menjelaskan, sudah tiga minggu alu Ombudsman penyerahan hasil investigasi 
terhadap penertiban PKL oleh Satpol PP kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 
tepatnya pada 2 November 2017. Namun, hingga kini belum ada tindakan tegas dari 
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Itu sebabnya, Ombudsman memutar video 
investigasi pada 9-10 Agustus 2017 yang berisi bagaimana peran petugas Satpol 
PP yang melindungi para PKL melalui preman dengan imbalan uang. 

Investigasi tersebut dilakukan di tujuh kawasan di Jakarta, yakni Setiabudi, 
Ambassador, Imperium, Stasiun Jatinegara, Stasiun Manggarai, dan Tanah Abang. 
“Mohon tolong segera diperbaiki,” kata Adrianus.

Dalam video berdurasi sekitar 20 menit tersebut, terlihat transaksi gelap 
antara oknum Satpol PP, preman, dan PKL. Komunikasi antar mereka menunjukkan 
bahwa peran petugas Satpol PP sebagai pengatur jual-beli lapak untuk PKL. 
Sedangkan preman bertugas menjual informasi jadwal razia Satpol PP kepada PKL.

“Semua jadwalnya, kan ada sama saya. Entar nih gua kasih tahu jam berapa, entar 
ditelepon,” ucap seorang preman kepada PKL dalam video tersebut.

Adrianus mengatakan, pengawasan yang longgar dari Pemerintah Provinsi DKI 
Jakarta dijadikan celah oleh para penegak hukumnya, dalam hal ini Satpol PP, 
untuk melaksanakan praktik gelap tersebut. Adrianus berharap, peringatan ini 
membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang kini dipimpin Anies-Sandi, 
secepatnya menindaklanjuti dengan melakukan review terhadap sistem pengawasan 
serta melakukan penataan ulang. 


--------------------------------------------------------------------------------

a.. Anies-Sandi 
a.. Satpol PP 






Kirim email ke