Gembira mendengar berita ini. Kalau tak salah  "Ontosoroh" ini juga pernah
di tayangkan di Amsterdam? Dan aku dengar sukses dengan sambutan standing
ovatie.

salam,

Titiek Maslam
 
 
 
 
-------Oorspronkelijk bericht-------
 
Van: Awind [email protected] [GELORA45]
Datum: 26-11-2017 21:04:34
Aan: GELORA_In;  [email protected];  [email protected];
 PERSAUDARAAN;  Sahala Silalahi
Onderwerp: [GELORA45] Nyai Ontosoroh tampil di London
 
  


https://www.antaranews.com/berita/667299/nyai-ontosoroh-tampil-di-london

London (ANTARA News) - Sosok Nyai Ontosoroh dalam karya klasik "Bumi Manusia
 Pramoedya Ananta Toer ditampilkan dalam pertunjukan seni kontemporer
musikal dan tari bertajuk "Ontosoroh" di London dalam rangkaian Festival
Europalia Indonesia di gedung kesenian bergengsi Kings Place,, Sabtu malam.

"Saya bangga bisa ikut ambil bagian dalam Festival Europalia Indonesia yang
digelar di London," ujar komposer yang merangkap pesinden atau vokalis dalam
pertunjukkan Ontosoroh, Peni Candra Rini, kepada Antara London sebelum
pertunjukkan dimulai pada pukul 8 malam waktu Inggris.

Sekitar 150 penonton, yang sebagian besar warga Inggris, terpukau dengan
penampilan "Ontosoroh" yang dibawakan penari Ade Suharto, koreografer asal
Indonesia yang telah menjadi warga Australia. Ia membawakan tarian itu
dengan lenggak lenggok tubuhnya diiringi gamelan yang dimainkan musisi dari
ISI Surakarta.

Ontosoroh merupakan proyek musik dan tarian kolaboratif antara Peni Candra
Rini, sang pesinden yang juga komposer kontemporer wanita Indonesia jebolan
ISI Surakarta, bersama Ade Suharto yang berbasis di Melbourne serta tiga
musisi dari Surakarta, Jawa Tengah.

Peni sukses menggabungkan teknik vokal tradisional dan kontemporer, seperti
lagu-lagu Jawa klasik, tembang, ditulisnya dalam bahasa Jawa puitis dan
bahasa sehari-hari, serta vokal eksperimental yang eksploratif.

Sementara Ade menggambarnya dari kosakata gaya tari Jawa klasik membentuk
arus narasi karya yang diilhami oleh karakter Nyai Ontosoroh dari novel
Boemi Manoesia oleh Pramoedya Ananta Toer, penulis Indonesia yang dicekal
dan dipenjara di Pulau Buru. 

Ontosoroh mewakili munculnya suara baru yang radikal dalam budaya Indonesia,
suara-suara yang membuka jalan bagi nasionalisme yang berkembang di
Indonesia dan kemerdekaan selanjutnya.

Sebagai wanita yang tinggal dan bekerja lebih dari satu abad sejak zaman
Ontosoroh, kolaborasi Peni dan Ade menafsirkan penokohan wanita secara
global yang sangat inspiratif pada pascareformasi sastra Indonesia melalui
lensa kontemporer.

Panitia penyelenggara Festival Europalia Indonesia di Inggris, Sebastian
Merrick, kepada Antara London mengakui bahwa pertunjukkan seni Indonesia di
London sangat krusial dalam membuka wawasan masyarakat Inggris Raya terhadap
seni budaya Indonesia yang dinilainya sangat tinggi seperti halnya
pertunjukkan malam ini, yakni kolaborasi dari dua seniman wanita berkaliber
dunia.

"Pertunjukkan yang sangat memukau," ujarnya.

Lain halnya dengan kesan Caya Fairrie, seorang diaspora Indonesia yang
menonton bersama sang suami mengakui awalnya ragu tentang penggambaran
adaptasi Nyai Ontosoroh ke dalam karya modern.

Sebab, semua yang pernah membaca buku Boemi Manoesia tahu tentang kekuatan
karakter klasik dari karya literatur sastra yang luar biasa. Tapi ternyata
penampilan mereka membuktikan sebaliknya, ujarnya.

Hal yang sama juga diakui Sammy Brett, gadis Inggris yang tergabung dalam
kelompok gamelan Siswa Sukra dari South Bank yang pernah tampil di Indonesia
dan berguru kepada Peni Candra Rini. "Luar biasa menyaksikan karya seni
adiluhung Ontosoroh ini, pertunjukkan yang mengagumkan," ujar Sammy Brett,
yang bangga menyaksikan sang guru tampil di London.

Peni Chandra Rini begitu kuat bingkai vokalnya saat nyinden dan penghayatan
Ade Soeharto dalam mendalami karakter sang nyai sehingga membawa penonton
dengan mudah masuk ke dalam bingkai tersebut dan memvisualisasikan lyrics
Peni dalam gerak tari nya yang sangat menggugah kalbu yang bikin penonton
tidak mungkin berkedip mata.

Rini tidak banyak menampilkan gerak, melainkan ia total mengedepankan
kekuatan vokal. Kedalaman penghayatan Rini akan setiap kata yang
disenandungkannya, membawa penonton pada suasana kehidupan sosok Nyai
Ontosoroh bertahun-tahun lampau.

Sementara Ade Suharto, permainan gerak tubuh serta mimik wajahnya, seakan
menyimpan misteri. Tatapannya tajam dan dalam. Namun, pada pertengahan
adegan, menuju klimaks, tiba-tiba Ade Suharto berteriak, seperti sedang
melampiaskan sesuatu yang lama terpendam dalam dirinya.

Penampilan berdurasi sekitar satu jam itu berupaya mengungkap dan
mengeksplorasi kekuatan perempuan serta perjuangan mereka dalam meraih
kebebasan.

Sebelumnya, pada sesi pembuka tampil musisi Inggris Laura Kidd yang sempat
menjalani residensi selama tujuh minggu di Indonesia dalam rangka pertukaran
budaya antar kedua negara Indonesia dan Inggris atas dukungan British
Council dan Kemendikbud.

Tembang-tembang sekembalinya Laura Kidd dari Indonesia yang ditampilkan
sebagai pembuka telah direkam dan akan dirilis Januari tahun depan. Pemilik
blog She Makes War ini mempelajari instrumen tradisional sebagai bagian dari
festival UK/ID oleh British Council di Indonesia.

Para seniman pendukung yang tampil dalam pertunjukan Ontosoroh selain Peni
dan Ade Suharto yaitu Iswanto pemain gamelan, Boby Budi Santoso dunek gitar
dan Pitutur Tustho Gumawang pemain gamelan. 

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2017








 

Kirim email ke