----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: [email protected] [GELORA45]
<[email protected]>Kepada: "[email protected]"
<[email protected]>Terkirim: Sabtu, 2 Desember 2017 02.28.22 GMT+1Judul:
[GELORA45] 'Pasukan Niqab' Indonesia berlatih menunggang kuda dan memanah
'Pasukan Niqab' Indonesia berlatih menunggang kuda dan memanah
- 55 menit lalu
- Bagikan artikel ini dengan Facebook
- Bagikan artikel ini dengan Twitter
- Bagikan artikel ini dengan Messenger
- Bagikan artikel ini dengan Email
- Kirim
Hak atas fotoAFPImage captionSelain berkumpul untuk membaca Alquran, para
perempuan juga menunggang kuda dan berlatih memanah.
Sekelompok perempuan Indonesia yang mengenakan niqab bertekad untuk 'memerangi
prasangka atas niqab' atau busana perempuan Muslim yang menutup seluruh wajah.
Para perempuan itu berkumpul untuk membaca Alquran dan dalam sebuah pertemuan
baru-baru ini di Bekasi, mereka menunggang kuda dan berlatih memanah.
Tanpa mengenakan niqab saja kegiatan itu jelas tak mudah, namun tetap tak
menghentikan mereka untuk melakukan hal yang diyakini dianjurkan oleh Nabi
Muhammad tersebut.
- Cerita mengerikan perempuan yang lolos dari kelompok ISIS
- Sekolah Islam di Inggris dilarang memisahkan murid perempuan dan laki-laki
- Makin terdesak, ISIS serukan kaum perempuan berperang
Salah seorang perempuan berniqab adalah Janariyah. Perempuan berusia 19 tahun
itu sebelumnya tidak pernah menunggang kuda, namun dengan niqabnya yang
berwarna hitam dia pun naik ke punggung kuda.
"Tidak terlalu sulit," tuturnya tertawa kecil sambil berupaya mengendalikan
kudanya di bawah terik matahari.
Hak atas fotoAFPImage captionMengenakan niqab tidak menghalangi perempuan ini
untuk menunggang kuda.
"Bahkan berlari (dengan menunggang kuda) oke. Jika Anda terbiasa, nyaman. Yang
paling penting adalah bahwa Anda tidak melihat itu (niqab) sebagai halangan dan
Anda harus sabar," tambah Janariyah kepada kantor berita AFP.
Sementara itu beberapa perempuan berniqab lainnya menembakkan busur panah yang
ujungnya berupa mangkuk kecil dari karet yang bisa menempel di sasaran.
Perempuan yang mengenakan niqab sebenarnya tidak tergolong banyak di Indonesia,
jika dibanding dengan negara-negara di Teluk walau banyak perempuan Indonesia
yang memakai jilbab yang menutup kepala namun tidak sampai menutup seluruh
wajah.
- Austria 'sepakat' larang niqab dan burka di tempat umum
- Norwegia akan larang jilbab yang menutup wajah sepenuhnya di sekolah
- Tunjuk juru bicara berburka, organisasi Muslim Norwegia tuai kecaman
Pendiri 'Pasukan Niqab' adalah Indadari Mindrayanti, yang pada tahun 2016 lalu
memutuskan untuk mulai mengenakan niqab dari jilbab yang sebelumnya dia pakai.
Perempuan berusia 34 tahun yang sudah dua kali bercerai ini melihat niqab lebih
saleh. Meski demikian, keputusannya tidak diterima keluarga. Orang-orang di
jalanan yang berpapasan dengannya juga sering kali memberi 'pandangan aneh'.
"Susah mengharapkan orang untuk berbicara dengan Anda. Mereka tampak seperti
ketakutan," katanya di salah satu masjid di Jakarta.
Hak atas fotoAFPImage captionBagi beberapa orang, niqab tampaknya memang
dianggap sebagai pertanda berkembangnya Islam yang konservatif.Hak atas
fotoAFPImage captionMindrayanti menilai para perempuan yang mengenakan niqab
mengalami diskriminasi.
Mindrayanti juga menilai perempuan lain yang mengenakan niqab menghadapi
perlakuan seperti itu sehingga dia merasa perlu untuk mengubah persepsi
tersebut.
"Di jalanan kadang saya mendapat komentar seperti 'Wow ada ninja' atau 'uh
seram', komentar-komentar yang tidak menyenangkan seperti itu."
Sebagian dari anggota kelompok perempuan berniqab ini yang berjumlah sekitar
3.000 orang di Indonesia -juga di Malaysia, Taiwan, dan Afrika Selatan-
mengatakan mereka mendapat cap ekstremis dan sering kali mendapat pertanyaan,
'kenapa Anda berpakaian seperti teroris?'.
- Perempuan Inggris pejuang anti-ISIS di Suriah cemaskan keluarganya
- Bagaimana ulama perempuan mencegah penyebaran radikalisme?
- Hakim perempuan Muslim pertama di pengadilan agama Islam di Israel
Bagi beberapa orang, niqab tampaknya memang dilihat sebagai pertanda dari
berkembangnya Islam yang konservatif, yang diekspor ke Indonesia dari Arab
Saudi atau negara-negara Islam konservatif lainnya.
Kekhwatiran akan meningkatnya pengaruh Islam konservatif ini meningkat
menjelang dan pada saat pemilihan Gubernur DKI Jakarta awal tahun ini, yang
membuat gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dipenjara karena
dakwaan penghinaan agama Islam dan kalah dalam pemilihan yang diwarnai isu
agama.
Hak atas fotoAFPImage captionPasukan Niqab ingin menjadi duta besar Muslim
untuk yang bukan Muslim dan yang tidak paham Islam.
Namun pendiri Pasukan Niqab bertekad untuk mengubah pandangan umum tersebut
dengan berbicara secara halus dan bersahabat dengan orang-orang sehingga bisa
memahami bahwa tujuannya adalah baik.
"Niqab tidak melarang kami untuk bersosialisasi dengan orang-orang, walaupun
mereka bukan Islam," jelas Mindrayanti.
"Kami bisa menjadi duta besar Muslim untuk yang bukan Muslim... dan mereka yang
tidak paham Islam dan hanya mengetahui dari yang mereka lihat di media."