Yah, aku tadi baru saja rengeng-rengeng (nyanyi lirih) di kamar mandi
menghibur diri sendiri lagu Citra karangan Ismail Marzuki. Aku hanya ingat
sepotong kata-katanya  "Citra engkaulah bayangan dalam kabut mendatang; 
Citra kau gelisah malam dalam kabut suram" ......selanjutnya lupa; pikiran
melayang, .... ehhe kupikir, bagaimana dengan perbendaharaan kata-kata
bahasa Indonesia sekarang? Dulu kita murid-murid disuruh menghafal seperti,
rambutnya ikal mayang, alisnya bak semut beriring, pipinya bagaikan pauh
dilayang, hidungnya seperti dasun tunggal,  yah bibirnya, yah senyumnya, yah
dagunya dan lain lain dan lain-lain, yang semuanya melukiskan keindahan
paras dan ditemukan pada literatuur sastra Indonesia. Lenyapkah sekarang
kekayaan kata-kata bahasa Indonesia yang demikian ini? Itulah tambahan
kesedihanku mengingat Indonesia sekarang. Ah, mudah mudahan seperti
kelanjutan kata-kata lagu "Citra" yang dilantunkan oleh Jessica Januar,-
kutemui di youtube.

salam,

Titiek Maslam
 
 

 
-------Oorspronkelijk bericht-------
 
Van: [email protected] [GELORA45]
Datum: 3-12-2017 09:05:47
Aan: [email protected]
Onderwerp: Re: [GELORA45] 'Pasukan Niqab' Indonesia berlatih menunggang kuda
dan memanah
 
  
Waktu saya belajar di University of Marburg di kota Marburg di Jerman, kami
mempunyai teman2 mahasiswa yang asalnya dari negara2 Arab selain dari banyak
negara lain. Mahasiswa2 dari negara Arab semuanya di kirim oleh negara
mereka dengan beasiswa. Beasiswa mereka besar sekali. Salah satu teman
asalnya dari Lybia dan seorang teman lain dari Syria/Suriah (negara kaya
waktu itu dari penghasilan minyak). Orang2 dari negara Arab sudah terkenal
belajarnya tidak begitu rajin tetapi rajinnya adalah mencari perempuan2
Jerman utk. melampiaskan nafsu mereka. Barangkali di negara2 mereka, mereka
tidak bisa melihat perempuan berpakaian normal atau sexy.  Betul, "mata
mereka menjadi hijau" kalau melihat perempuan2 Jerman yg. putih dan cantik.
Karena banyak uang mereka setiap malam bisa pergi ke Diskothek (dancing bar)
utk. cari perempuan2 muda Jerman. Di Marburg, banyak perempuan2 muda Jerman
sebab banyak perawat2 dan juga ada sekolah utk. menjadi perawat di
University Hospital. Dari mahasiswa2 dari banyak negara lain, mereka yg. 
buas" terhadap perempuan2 Jerman adalah mahasiswa2 dari negara2 Arab. Kami,
mahasiswa asal dari Indonesia ada 5 orang. Kami sering bertemu dan ngobrol2.
Orang/mahasiswa2 dari negara2 Arab, kami beri julukan "Onta"/camel.


---In [email protected], <djiekh@...> wrote :


Kalau baca aturannya, alasannya bukan karena terik matahari atau angin dan
pasir, tetapi
karena wajah cantik dapat membuat pria di sana tergoda untuk melakukan hal2
yang tidak baik
(matanya jadi hijau?), mungkin karena iklim padang pasir, mungkin karena
makanannya selalu
daging domba?
Kalau aturannya karena terik matahari, angin dan pasir, kan mereka naik
mobil dengan airco, 
masuk ruangan berairco, jadi tidak perlu pelindung terhadap hal2 tadi ?


2017-12-03 2:48 GMT+01:00 'Chan CT' SADAR@... [GELORA45]
<[email protected]>:

  
Nampak jelas budaya NASIONAL mulai TERGERUS oleh budaya ARAB! Bukan
kemuliaan dan kesucian Agama yang ditanamkan dan harus dianut dengan baik,
tapi lebih mengutamakan kulit, jubah nya saja, dengan melupakan budaya
NASIONAL! 
 
Sungguh sangat menyedihkan kalau gejala demikian ini terus berlanjut dan
menjadi-jadi. Dengan TIDAK melihat perbedaan cuaca di Arab sana yang sangat
PANAS dan bisa hampir 50derajatC, bahkan terkadang menyundul lebih dari
50derajat. Belum lagi harus menghadapi angin pasir dari GURUN-PASIR, itulah
sebab cadar, kerudung sangat dibutuhkan. Sedang di Indonesia tidak ada cuaca
ekstrim begitu yg mengharuskan kaum wanita kenakan jilbab apalagid bercadar,
... 
 
Tapi, ... seandainya saja semua anak murid sekolah kenakan cadar begitu rupa
hanya nampak mata saja, bagaimana gurunya bisa mengenali siapa sesungguhnya
dia??? Apa bisa si GURU itu mengenali seseorang dari mota saja? Atau
akhirnya, TUJUAN mereka kaum perempuan tidak boleh masuk sekolah lagi???
CELAAKAAAA bagi bangsa ini, kalau itu yg akan terjadi.
 
Tapi bung Goei, pada saat anda mempromosikan minum susu untuk dapatkan
proteiin, tidaklah bijaksana kalau menegasi protein dari makanan yang lain,
dengan menyatakan adanya polusi yg terjadi pada ikan, bonus merkuri, ....
karena setiap makanan yang beredar di PASAR, bisa saja tercemar berbagai
macam bonus yg tidak dikehendaki. Dan kenyataan sangvat SULIT dihindari, ...
bahkan juga TIDAK ada jaminan SUSU itulah yg paling baik, paling SEHAT dan
pasti tidak tercemar dan tidak bermasalah, ...!
 
Salam,
ChanCT
 
 
From: jonathangoeij@... [GELORA45] 
Sent: Sunday, December 3, 2017 3:38 AM
To: [email protected] 
Subject: Re: [GELORA45] 'Pasukan Niqab' Indonesia berlatih menunggang kuda
dan memanah
 
  

makan ikan gabus banyak2, selain tinggi vitamin d dan protein juga
calcium-nya tidak kalah dari susu, bonus merkuri. 

---In [email protected], <djiekh@...> wrote :


Ditutupi semua, apa tidak akan kekurangan vitamine D ?
Dengan segala akibatnya ?
 
2017-12-02 18:02 GMT+01:00 'tmaslam.2007@...' tmaslam.2007@... [GELORA45]
<[email protected]>:

  

 

 
Aku hanya bertanya dalam gambaran, bagaimana dengan pakaian wanita tani yang
pekerjaannya di sawah kaitannya dengan pakaian niqab serta tutup aurat?
 
salam,
 
Titiek Masalm.
 
 
 
 
-------Oorspronkelijk bericht-------
 
Van: mailto:GELORA45@yahoogroups. com
Datum: 2-12-2017 02:28:21
Aan: [email protected]
Onderwerp: [GELORA45] 'Pasukan Niqab' Indonesia berlatih menunggang kuda dan
memanah
 
  




'Pasukan Niqab' Indonesia berlatih menunggang kuda dan memanah
55 menit laluBagikan artikel ini dengan Facebook  Bagikan artikel ini dengan
Twitter  Bagikan artikel ini dengan Messenger  Bagikan artikel ini dengan
Email  KirimHak atas fotoAFPImage captionSelain berkumpul untuk membaca
Alquran, para perempuan juga menunggang kuda dan berlatih memanah. 
Sekelompok perempuan Indonesia yang mengenakan niqab bertekad untuk 
memerangi prasangka atas niqab' atau busana perempuan Muslim yang menutup
seluruh wajah.
Para perempuan itu berkumpul untuk membaca Alquran dan dalam sebuah
pertemuan baru-baru ini di Bekasi, mereka menunggang kuda dan berlatih
memanah.
Tanpa mengenakan niqab saja kegiatan itu jelas tak mudah, namun tetap tak
menghentikan mereka untuk melakukan hal yang diyakini dianjurkan oleh Nabi
Muhammad tersebut.
Cerita mengerikan perempuan yang lolos dari kelompok ISIS 
Sekolah Islam di Inggris dilarang memisahkan murid perempuan dan laki-laki 
Makin terdesak, ISIS serukan kaum perempuan berperang
Salah seorang perempuan berniqab adalah Janariyah. Perempuan berusia 19
tahun itu sebelumnya tidak pernah menunggang kuda, namun dengan niqabnya
yang berwarna hitam dia pun naik ke punggung kuda.
"Tidak terlalu sulit," tuturnya tertawa kecil sambil berupaya mengendalikan
kudanya di bawah terik matahari.
Hak atas fotoAFPImage captionMengenakan niqab tidak menghalangi perempuan
ini untuk menunggang kuda. 
"Bahkan berlari (dengan menunggang kuda) oke. Jika Anda terbiasa, nyaman.
Yang paling penting adalah bahwa Anda tidak melihat itu (niqab) sebagai
halangan dan Anda harus sabar," tambah Janariyah kepada kantor berita AFP.
Sementara itu beberapa perempuan berniqab lainnya menembakkan busur panah
yang ujungnya berupa mangkuk kecil dari karet yang bisa menempel di sasaran.
Perempuan yang mengenakan niqab sebenarnya tidak tergolong banyak di
Indonesia, jika dibanding dengan negara-negara di Teluk walau banyak
perempuan Indonesia yang memakai jilbab yang menutup kepala namun tidak
sampai menutup seluruh wajah.
Austria 'sepakat' larang niqab dan burka di tempat umum 
Norwegia akan larang jilbab yang menutup wajah sepenuhnya di sekolah 
Tunjuk juru bicara berburka, organisasi Muslim Norwegia tuai kecaman
Pendiri 'Pasukan Niqab' adalah Indadari Mindrayanti, yang pada tahun 2016
lalu memutuskan untuk mulai mengenakan niqab dari jilbab yang sebelumnya dia
pakai.
Perempuan berusia 34 tahun yang sudah dua kali bercerai ini melihat niqab
lebih saleh. Meski demikian, keputusannya tidak diterima keluarga.
Orang-orang di jalanan yang berpapasan dengannya juga sering kali memberi 
pandangan aneh'.
"Susah mengharapkan orang untuk berbicara dengan Anda. Mereka tampak seperti
ketakutan," katanya di salah satu masjid di Jakarta.
Hak atas fotoAFPImage captionBagi beberapa orang, niqab tampaknya memang
dianggap sebagai pertanda berkembangnya Islam yang konservatif.Hak atas
fotoAFPImage captionMindrayanti menilai para perempuan yang mengenakan niqab
mengalami diskriminasi. 
Mindrayanti juga menilai perempuan lain yang mengenakan niqab menghadapi
perlakuan seperti itu sehingga dia merasa perlu untuk mengubah persepsi
tersebut.
"Di jalanan kadang saya mendapat komentar seperti 'Wow ada ninja' atau 'uh
seram', komentar-komentar yang tidak menyenangkan seperti itu."
Sebagian dari anggota kelompok perempuan berniqab ini yang berjumlah sekitar
3.000 orang di Indonesia -juga di Malaysia, Taiwan, dan Afrika Selatan-
mengatakan mereka mendapat cap ekstremis dan sering kali mendapat pertanyaan
 'kenapa Anda berpakaian seperti teroris?'.
Perempuan Inggris pejuang anti-ISIS di Suriah cemaskan keluarganya 
Bagaimana ulama perempuan mencegah penyebaran radikalisme? 
Hakim perempuan Muslim pertama di pengadilan agama Islam di Israel
Bagi beberapa orang, niqab tampaknya memang dilihat sebagai pertanda dari
berkembangnya Islam yang konservatif, yang diekspor ke Indonesia dari Arab
Saudi atau negara-negara Islam konservatif lainnya.
Kekhwatiran akan meningkatnya pengaruh Islam konservatif ini meningkat
menjelang dan pada saat pemilihan Gubernur DKI Jakarta awal tahun ini, yang
membuat gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dipenjara
karena dakwaan penghinaan agama Islam dan kalah dalam pemilihan yang
diwarnai isu agama.
Hak atas fotoAFPImage captionPasukan Niqab ingin menjadi duta besar Muslim
untuk yang bukan Muslim dan yang tidak paham Islam. 
Namun pendiri Pasukan Niqab bertekad untuk mengubah pandangan umum tersebut
dengan berbicara secara halus dan bersahabat dengan orang-orang sehingga
bisa memahami bahwa tujuannya adalah baik.
"Niqab tidak melarang kami untuk bersosialisasi dengan orang-orang, walaupun
mereka bukan Islam," jelas Mindrayanti.
"Kami bisa menjadi duta besar Muslim untuk yang bukan Muslim... dan mereka
yang tidak paham Islam dan hanya mengetahui dari yang mereka lihat di media.




 



 




 

Kirim email ke