Nampak jelas budaya NASIONAL mulai TERGERUS oleh budaya ARAB! Bukan kemuliaan 
dan kesucian Agama yang ditanamkan dan harus dianut dengan baik, tapi lebih 
mengutamakan kulit, jubah nya saja, dengan melupakan budaya NASIONAL! 

Sungguh sangat menyedihkan kalau gejala demikian ini terus berlanjut dan 
menjadi-jadi. Dengan TIDAK melihat perbedaan cuaca di Arab sana yang sangat 
PANAS dan bisa hampir 50derajatC, bahkan terkadang menyundul lebih dari 
50derajat. Belum lagi harus menghadapi angin pasir dari GURUN-PASIR, itulah 
sebab cadar, kerudung sangat dibutuhkan. Sedang di Indonesia tidak ada cuaca 
ekstrim begitu yg mengharuskan kaum wanita kenakan jilbab apalagid bercadar, 
.... 

Tapi, ... seandainya saja semua anak murid sekolah kenakan cadar begitu rupa 
hanya nampak mata saja, bagaimana gurunya bisa mengenali siapa sesungguhnya 
dia??? Apa bisa si GURU itu mengenali seseorang dari mota saja? Atau akhirnya, 
TUJUAN mereka kaum perempuan tidak boleh masuk sekolah lagi??? CELAAKAAAA bagi 
bangsa ini, kalau itu yg akan terjadi.

Tapi bung Goei, pada saat anda mempromosikan minum susu untuk dapatkan 
proteiin, tidaklah bijaksana kalau menegasi protein dari makanan yang lain, 
dengan menyatakan adanya polusi yg terjadi pada ikan, bonus merkuri, .... 
karena setiap makanan yang beredar di PASAR, bisa saja tercemar berbagai macam 
bonus yg tidak dikehendaki. Dan kenyataan sangvat SULIT dihindari, ... bahkan 
juga TIDAK ada jaminan SUSU itulah yg paling baik, paling SEHAT dan pasti tidak 
tercemar dan tidak bermasalah, ...!

Salam,
ChanCT


From: [email protected] [GELORA45] 
Sent: Sunday, December 3, 2017 3:38 AM
To: [email protected] 
Subject: Re: [GELORA45] 'Pasukan Niqab' Indonesia berlatih menunggang kuda dan 
memanah

  

makan ikan gabus banyak2, selain tinggi vitamin d dan protein juga calcium-nya 
tidak kalah dari susu, bonus merkuri. 


---In [email protected], <djiekh@...> wrote :


Ditutupi semua, apa tidak akan kekurangan vitamine D ?
Dengan segala akibatnya ?

2017-12-02 18:02 GMT+01:00 'tmaslam.2007@...' tmaslam.2007@... [GELORA45] 
<[email protected]>:

      




          Aku hanya bertanya dalam gambaran, bagaimana dengan pakaian wanita 
tani yang pekerjaannya di sawah kaitannya dengan pakaian niqab serta tutup 
aurat?

          salam,

          Titiek Masalm.




          -------Oorspronkelijk bericht-------

          Van: mailto:[email protected]
          Datum: 2-12-2017 02:28:21
          Aan: [email protected]
          Onderwerp: [GELORA45] 'Pasukan Niqab' Indonesia berlatih menunggang 
kuda dan memanah

            






          'Pasukan Niqab' Indonesia berlatih menunggang kuda dan memanah
            a.. 55 menit lalua.. Bagikan artikel ini dengan Facebook  a.. 
Bagikan artikel ini dengan Twitter  a.. Bagikan artikel ini dengan Messenger  
a.. Bagikan artikel ini dengan Email  a.. Kirim
          Hak atas fotoAFPImage captionSelain berkumpul untuk membaca Alquran, 
para perempuan juga menunggang kuda dan berlatih memanah. 
          Sekelompok perempuan Indonesia yang mengenakan niqab bertekad untuk 
'memerangi prasangka atas niqab' atau busana perempuan Muslim yang menutup 
seluruh wajah.

          Para perempuan itu berkumpul untuk membaca Alquran dan dalam sebuah 
pertemuan baru-baru ini di Bekasi, mereka menunggang kuda dan berlatih memanah.

          Tanpa mengenakan niqab saja kegiatan itu jelas tak mudah, namun tetap 
tak menghentikan mereka untuk melakukan hal yang diyakini dianjurkan oleh Nabi 
Muhammad tersebut.

            a.. Cerita mengerikan perempuan yang lolos dari kelompok ISIS 
            b.. Sekolah Islam di Inggris dilarang memisahkan murid perempuan 
dan laki-laki 
            c.. Makin terdesak, ISIS serukan kaum perempuan berperang
          Salah seorang perempuan berniqab adalah Janariyah. Perempuan berusia 
19 tahun itu sebelumnya tidak pernah menunggang kuda, namun dengan niqabnya 
yang berwarna hitam dia pun naik ke punggung kuda.

          "Tidak terlalu sulit," tuturnya tertawa kecil sambil berupaya 
mengendalikan kudanya di bawah terik matahari.

          Hak atas fotoAFPImage captionMengenakan niqab tidak menghalangi 
perempuan ini untuk menunggang kuda. 
          "Bahkan berlari (dengan menunggang kuda) oke. Jika Anda terbiasa, 
nyaman. Yang paling penting adalah bahwa Anda tidak melihat itu (niqab) sebagai 
halangan dan Anda harus sabar," tambah Janariyah kepada kantor berita AFP.

          Sementara itu beberapa perempuan berniqab lainnya menembakkan busur 
panah yang ujungnya berupa mangkuk kecil dari karet yang bisa menempel di 
sasaran.

          Perempuan yang mengenakan niqab sebenarnya tidak tergolong banyak di 
Indonesia, jika dibanding dengan negara-negara di Teluk walau banyak perempuan 
Indonesia yang memakai jilbab yang menutup kepala namun tidak sampai menutup 
seluruh wajah.

            a.. Austria 'sepakat' larang niqab dan burka di tempat umum 
            b.. Norwegia akan larang jilbab yang menutup wajah sepenuhnya di 
sekolah 
            c.. Tunjuk juru bicara berburka, organisasi Muslim Norwegia tuai 
kecaman
          Pendiri 'Pasukan Niqab' adalah Indadari Mindrayanti, yang pada tahun 
2016 lalu memutuskan untuk mulai mengenakan niqab dari jilbab yang sebelumnya 
dia pakai.

          Perempuan berusia 34 tahun yang sudah dua kali bercerai ini melihat 
niqab lebih saleh. Meski demikian, keputusannya tidak diterima keluarga. 
Orang-orang di jalanan yang berpapasan dengannya juga sering kali memberi 
'pandangan aneh'.

          "Susah mengharapkan orang untuk berbicara dengan Anda. Mereka tampak 
seperti ketakutan," katanya di salah satu masjid di Jakarta.

          Hak atas fotoAFPImage captionBagi beberapa orang, niqab tampaknya 
memang dianggap sebagai pertanda berkembangnya Islam yang konservatif.Hak atas 
fotoAFPImage captionMindrayanti menilai para perempuan yang mengenakan niqab 
mengalami diskriminasi. 
          Mindrayanti juga menilai perempuan lain yang mengenakan niqab 
menghadapi perlakuan seperti itu sehingga dia merasa perlu untuk mengubah 
persepsi tersebut.

          "Di jalanan kadang saya mendapat komentar seperti 'Wow ada ninja' 
atau 'uh seram', komentar-komentar yang tidak menyenangkan seperti itu."

          Sebagian dari anggota kelompok perempuan berniqab ini yang berjumlah 
sekitar 3.000 orang di Indonesia -juga di Malaysia, Taiwan, dan Afrika Selatan- 
mengatakan mereka mendapat cap ekstremis dan sering kali mendapat pertanyaan, 
'kenapa Anda berpakaian seperti teroris?'.

            a.. Perempuan Inggris pejuang anti-ISIS di Suriah cemaskan 
keluarganya 
            b.. Bagaimana ulama perempuan mencegah penyebaran radikalisme? 
            c.. Hakim perempuan Muslim pertama di pengadilan agama Islam di 
Israel
          Bagi beberapa orang, niqab tampaknya memang dilihat sebagai pertanda 
dari berkembangnya Islam yang konservatif, yang diekspor ke Indonesia dari Arab 
Saudi atau negara-negara Islam konservatif lainnya.

          Kekhwatiran akan meningkatnya pengaruh Islam konservatif ini 
meningkat menjelang dan pada saat pemilihan Gubernur DKI Jakarta awal tahun 
ini, yang membuat gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, 
dipenjara karena dakwaan penghinaan agama Islam dan kalah dalam pemilihan yang 
diwarnai isu agama.

          Hak atas fotoAFPImage captionPasukan Niqab ingin menjadi duta besar 
Muslim untuk yang bukan Muslim dan yang tidak paham Islam. 
          Namun pendiri Pasukan Niqab bertekad untuk mengubah pandangan umum 
tersebut dengan berbicara secara halus dan bersahabat dengan orang-orang 
sehingga bisa memahami bahwa tujuannya adalah baik.

          "Niqab tidak melarang kami untuk bersosialisasi dengan orang-orang, 
walaupun mereka bukan Islam," jelas Mindrayanti.

          "Kami bisa menjadi duta besar Muslim untuk yang bukan Muslim... dan 
mereka yang tidak paham Islam dan hanya mengetahui dari yang mereka lihat di 
media."



         


      



Kirim email ke