https://bisnis.tempo.co/read/1039107/di-depan-pengusaha-ikan-susi-pudjiastuti-singgung-pdip-dan-golkar?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_3
Di Depan Pengusaha Ikan, Susi Pudjiastuti Singgung PDIP dan Golkar
Reporter:
Fajar Pebrianto
Editor:
Martha Warta
Minggu, 3 Desember 2017 17:36 WIB
0 komentar
<https://bisnis.tempo.co/read/1039107/di-depan-pengusaha-ikan-susi-pudjiastuti-singgung-pdip-dan-golkar?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_3#comments>
101000101
# Font:
# Ukuran Font: -
<https://bisnis.tempo.co/read/1039107/di-depan-pengusaha-ikan-susi-pudjiastuti-singgung-pdip-dan-golkar?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_3#font-decrease>
+
<https://bisnis.tempo.co/read/1039107/di-depan-pengusaha-ikan-susi-pudjiastuti-singgung-pdip-dan-golkar?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_3#font-increase>
#
#
Kini Anda dapat mengganti jenis dan ukuran font sesuai preferensi Anda.
Saya mengerti
<https://bisnis.tempo.co/read/1039107/di-depan-pengusaha-ikan-susi-pudjiastuti-singgung-pdip-dan-golkar?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_3#>
Di Depan Pengusaha Ikan, Susi Pudjiastuti Singgung PDIP dan Golkar
<https://bisnis.tempo.co/read/1039107/di-depan-pengusaha-ikan-susi-pudjiastuti-singgung-pdip-dan-golkar?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_3>
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kiri) bersama Duta
Besar Amerika Serikat Joseph R Donovan Jr (kanan), melambaikan tangan
saat acara Tutup Sasi Komoditas Lobster, di laut Desa Lonthoir, Pulau
Banda Besar, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Minggu
(22/10). Sasi adalah kearifan lokal di Kepulauan Maluku, yaitu berupa
larangan untuk mengambil hasil sumber daya alam tertentu sebagai upaya
menjaga mutu dan populasi sumber daya hayati, baik hewani maupun nabati.
ANTARA FOTO/Embong Salampessy
*TEMPO.CO, Tangerang* - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
<https://bisnis.tempo.co/read/1039069/susi-pudjiastuti-sore-ini-tutup-pameran-ikan-hias-nusatic-2017>,
Minggu, 3 Desember 2017, resmi menutup gelaran pameran ikan hias 2nd
Indonesia Ornamental Fish and Aquatic Plant Show Nusantara Aquatic
(Nusatic) ke-2 tahun 2017. Di depan para pengusaha ikan hias yang
menjadi peserta pameran, Susi berharap kapasitas bisnis ikan hias
semakin meningkat.
Namun ada cerita menarik hari ini. Oleh panitia, Susi diminta menentukan
satu dari tiga ikan hias terpilih, yang akan menerima piala presiden.
"Saya bingung milih yang mana, semua bagus," kata Susi. Panitia memang
mengadakan kompetisi ikan hias dalam acara yang diadakan di Indonesia
Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten,
tersebut.
Susi dihadapkan pada tiga ikan terpilih berwarna merah putih, kuning,
dan merah. Akhirnya, Susi memilih ikan hias berwarna merah putih milik
Sugiarto Kurniawan menjadi ikan terbaik dalam kompetisi kali ini. "Kalau
merah putih, berarti Indonesia, tapi kalau ini kuning, Golkar
<https://www.tempo.co/tag/partai-golkar>, lalu kalau ini yang merah,
PDIP," kata Susi berseloroh, bersambut tawa dari peserta pameran.
Hadir dengan setelan baju batik dan sepatu /high heels/, Susi berujar,
"Tapi kita kan bicara /party/ (partai) di sini." Susi justru menargetkan
ekspor ikan hias Indonesia bisa menjadi nomor satu di dunia.
*Baca: Target Susi Pudjiastuti, Indonesia Jadi Eksportir Ikan Hias
Terbesar di Dunia
<https://bisnis.tempo.co/read/1039097/target-susi-pudjiastuti-indonesia-jadi-eksportir-ikan-hias-terbesar-di-dunia>
*
**Susi mengakui sejak menjadi menteri, baru kali ini ia hadir di pameran
ikan hias. Selama ini, kata dia, ia hanya melihat dan mengecek industri
ikan hias. Menurut Susi, ada kecenderungan kapasitas industri ini
mengalami kenaikan luar biasa.
Untuk mencapai target sebagai eksportir ikan hias nomor satu di dunia,
Susi berjanji akan membantu kalangan usaha di sektor ini. Ia
mengupayakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Raiser atau
Fasilitas Pendukung Ekspor Ikan Hias di Cibinong, Bogor, bisa
dihapuskan. "Saya akan selesaikan dengan Menteri Keuangan (Sri Mulyani
Indrawati)," ujarnya.
Penghapusan PNBP ini, kata Susi, bisa mendorong agar ketergantungan
Indonesia terhadap Singapura bisa berkurang. Selama ini, negara
eksportir ikan hias terbesar di dunia tersebut menjadi penghubung
terbesar bagi pengusaha Indonesia untuk mengakses pasar internasional.
Tak hanya itu, Susi juga mendorong pengusaha ikan hias bersedia hadir
dalam forum bisnis yang rutin diadakan Kementerian Kelautan.
Ketua penyelenggara Pameran, Sugiarto Budiono, berterima kasih atas
kehadiran Susi untuk menutup acara. Di depan Susi, Sugiharto mengklaim
kontes ikan kali ini merupakan yang terbesar di dunia, dengan hampir
2.900 peserta. Ia juga menyampaikan harapan agar pada 2021 Indonesia
benar-benar bisa menjadi pengekspor utama ikan hias di dunia.
*Baca juga*: Hoax, Lowongan Kerja di Garuda Indonesia Tersebar Viral
<https://bisnis.tempo.co/read/1039125/hoax-lowongan-kerja-di-garuda-indonesia-tersebar-viral>
------------------------------------------------------------------------