yg nulis lagi galau
dulu support jkw
tapi ngga kepakai
trus sopport sby
sekarang sby ngedeketin jkw.


mesti jalan2
lihatlah infrastrukture yg dibangun
jangan hidup dalam ego fatamorgana semu.



2017-12-06 8:10 GMT+07:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> http://www.koranperdjoeangan.com/negara-lambat-seperti-keong
> -sejahterakan-rakyat-kencang-bagai-kereta-cepat-menumpuk-hutang/
>
>
>
> Opini <http://www.koranperdjoeangan.com/category/opini/>
>
>
> Negara Lambat Seperti Keong Sejahterakan Rakyat, Kencang Bagai Kereta
> Cepat Menumpuk Hutang
>
> 5 Desember 2017
> <http://www.koranperdjoeangan.com/negara-lambat-seperti-keong-sejahterakan-rakyat-kencang-bagai-kereta-cepat-menumpuk-hutang/>
> Redaksi <http://www.koranperdjoeangan.com/author/redaksi/> Jokowi
> <http://www.koranperdjoeangan.com/tag/jokowi/>, Keong
> <http://www.koranperdjoeangan.com/tag/keong/>
>
> Facebook <http://www.koranperdjoeangan.com/#facebook>Twitter
> <http://www.koranperdjoeangan.com/#twitter>Google+
> <http://www.koranperdjoeangan.com/#google_plus>Google Gmail
> <http://www.koranperdjoeangan.com/#google_gmail>WhatsApp
> <http://www.koranperdjoeangan.com/#whatsapp>Line
> <http://www.koranperdjoeangan.com/#line>
>
> Oleh : Ferdinand Hutahaean – Rumah Amanah Rakyat
>
> Penghujung 2017, perjalanan bangsa kembali di hiasi pernyataan konyol dari
> kabinet kerja pemerintahan Jokowi. Kabinet Kerja yang sudah meninggalkan 3
> tahun pemerintahan dengan sederet masalah bangsa yang tak kunjung teratasi
> dan justru makin bertumpuk tumpuk seolah Kabinet ini setiap bekerja hanya
> menghasilkan tambahan masalah baru. Setiap Kabinet ini bekerja, rakyat
> semaki takut karena hampir dipastikan buah kerja mereka adalah hutang baru.
>
> Terbaru kemarin adalah Menteri Pertanian yang melanjutkan daftar
> kekonyolan kabinet (Maaf saya harus menyebutnya Konyol) dengan
> pernyataannya terkait mahalnya harga daging. Dengan ringan dan tanpa merasa
> rakyat ini harus dimuliakan dan dimanusiakan, sang Menteri mengarahkan
> Rakyat agar beralih dari konsumsi daging ke konsumsi Tutut atau keong
> sawah. Sang Menteri dengan mudahnya meminta Rakyat beralih makan keong
> sawah jika daging mahal karena protein Tutut sama dengan protein daging.
> Sepele sekali masalahnya menurut nalar pak Menteri hanya pada urusan
> protein. Pak Amran sang Menteri Pertanian tampaknya lupa bahwa konsumsi
> daging bukan hanya urusan protein, tapi menyangkut urusan rasa, jenis
> masakan dan kebiasaan masyarakat. Ahh sudahlah, anggap saja itu sinyal
> keras atau kode keras dari Mentan kepada Rakyat.
>
> Kekonyolan seperti ini sebelumnya pernah terucap dari beberapa menteri
> kabinet kerja. Ketika beras mahal, Menko Puan pernah usulkan solusinya agar
> diet jangan banyak makan nasi. Ketika cabe dan bawang mahal, Mendag Enggar
> usulkan agar tak usah makan cabe atau tanam sendiri. Sepele sekali
> masyarakat ini ternyata dalam pemikiran Kabinet Kerja. Tak mampu beri
> Solusi, maka Rakyat arahkan saja untuk lari dari realitas kehidupan. Solusi
> cepat dalam kategori solusi konyol.
>
> Semua hal diatas terjadi tentu menunjukkan kualitas kinerja kabinet ini.
> Besar dalam retorika, nihil dalam prestasi.
>
> Cobalah kita melihat realita saat ini, ekonomi tidak tumbuh, beku di angka
> pertumbuhan tidak jelas antara 4,7-5,2 % jatuh dari angka diatas 6% era
> SBY. Kesehatan rakyat makin terancam tak terobati karena BPJS merugi
> ditengah tingginya gaji Manajemen BPJS, angka kemiskinan terus bertambah
> tiap tahun, angka pengangguran meningkat, sulitnya mencari lapangan kerja,
> Listrik merangkak menggerogoti hampir 30% pendapatan rakyat, BBM , Gas
> menambah frustasi rakyat, retribusi jalan tol terus naik, dan semua itu
> menjadi beban hidup yang ditanggung rakyat secara langsung. Satu hal yang
> meningkat tajam di era kabinet kerja ini adalah peningkatan hutang yang
> sangat signifikan bahkan angkanya mengalahkan 32 tahun Soeharto dan
> mengalahkan 10 tahun SBY.Tercatat 3 tahun Jokowi telah berhutang lebih dari
> 1.300 Trilliun dan itu rekor penghutang terbesar dalam sejarah bangsa
> Indonesia.
>
> Kembali kepada keong, pak Menteri Pertanian, sepertinya itu menjadi sinyal
> keras atau kode keras kepada rakyat. Rakyat harus siap-siap kepada
> pelambatan kesejahteraan kedepan. Ekonomi akan makin berat, kesejahteraan
> akan melambat seperti keong. Namun sebaliknya pemerintah ini akan berlari
> kencang bagai Kereta Api Cepat dalam urusan menumpuk hutang. Bulan ini
> mungkin akan bertambah hutang baru seiring obligasi yang akan dijual
> pemerintah di bursa Amerika sebesar 4 Milyar Dolar.
>
> Haruskah rakyat kuatir? Tentu sudah selayaknya rakyat kuatir akan masa
> depan kehiduoan berbangsa dan bernegara. Rakyat telah dijadikan objek yang
> harus diexploitasi dibalik infrastruktur dan rakyat bukan lagi komponen
> yang harus dipelihara negara. Katanya rakyat tidak boleh manja, padahal
> adalah kewajiban negara memelihara rakyatnya bukan mengexploitasinya.
> Lihatlah salah satu exploitasi itu, jalan tol dibangun dengan hutang,
> rakyat harus bayar hutang lewat pajak juga harus bayar tarif tol untuk
> melintasinya, dan ironi besarnya, tarifnya terus naik.
>
> Lantas Rakyat dapat apa? Hanya dapat exploitasi sebagai mesin hidup
> pembayar hutang memperkaya kaum kapitalisme yang berkolaborasi rejim neolib
> anti subsidi.
>
> Selamat menikmati hidup yang berat era kabinet kerja. Atau mungkin lebih
> baik mereka berhenti kerja agar hutang tidak terus menggunung?
>
>
> 
>

Kirim email ke