LAVA DI KAWAH GUNUNG AGUNG NAIK 10 METER “Jika dihitung maksimumsekitar 120 meteran lagi untuk bisa penuh,” - Gunung Agung yang Tampak Tenang KeluarkanAsap 2 Warna Kamis, 7 Desember2017 11:30 GunungAgung diambil dari Pos Pengamatan Gunungapi Agung, Desa Rendang, Karangasem,Kamis (7/12/2017) pukul 10.50 wita TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Cuaca di kawasan Gunung Agung tampak cerah, Kamis(7/12/2017) pagi. Sang Giri Tohlangkir tampakmengeluarkan asap putih dan abu-abu (dua warna) dilihat dari PosPengamatan Gunungapi Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali. Saat ini Gunung Agung masihberpotensi mengalami erupsi eksplosif. "Hari ini terlihat tenang,namun di dalamnya aktivitas vulkanik masih relatif tinggi. Karena gempa-gempavulkanik dangkal yang terkait dengan aliran fluida magmatik ke permukaan masihkelihatan dari gempa low frekuensi yang kami rekam," kata Kepala PusatVulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani. Dari seluruh metode yang digunakanoleh PVMBG untuk memonitor kondisi Gunung Agung, Kasbani mengatakan PVMBG masihbelum berani memutuskan untuk menurunkan status Gunung Agung. Apalagi, secara visual Gunung Agungsaat ini masih terus mengeluarkan asap, hembusan, dan tercatat gempa-gempa lowfrekuensi yang mengindikasikan bahwa masih adanya aliran magma menuju kepermukaan. "Kalau produksi magma, dariindikasi kegempaan, masih berlangsung. Artinya suplai masih ada terus,"jelas Kasbani. Kasbani menegaskan bahwa GunungAgung saat ini masih berpotensi mengalami erupsi. Namun Kasbani memberikan catatanbahwa erupsi tidaklah selalu soal letusan saja. "Erupsi bisa juga keluarnyamagma ke permukaan. Bisa juga keluarnya abu, bisa juga keluarlontaran-lontaran. Itu yang harus dipahami," jelas pria Dari laporan resmi PVMBG periode00.00, sampai 06.00 WITA, Kamis (7/12/2017), tercatat gunung dengan ketinggian3142 Mdpl ini masih berstatus awas. Selama periode tersebut, teramatiasap keluar dengan ketinggian rata-rata 500, sampai 2000 meter. Tercatat pula gempa-gempa masihterjadi di tubuh gunung agung, seperti laporan PVMBG sebagai berikut: Gempa Hembusan, Jumlah : 4,Amplitudo : 3-6 mm, Durasi : 20-30 detik.Gempa Low Frekuensi, Jumlah :12, Amplitudo : 4-22 mm, Durasi : 26-80 detik.Gempa Vulkanik Dangkal, Jumlah: 5, Amplitudo : 3-15 mm, Durasi : 9-23 detik.Gempa VulkanikDalam, Jumlah : 4, Amplitudo : 3-24 mm, S-P : 1-3 detik, Durasi : 11-46detik.Selain itu, tercatat pula gempatremor menerus amplitudo 1 - 20 mm, dominan 1 mm. Kepala Sub-Bidang MitigasiPengamatan Gunung Api Wilayah Timur, PVMBG, Devy Kemal Syahbana menjelaskan,sebelumnya masyarakat sudah sempat terbiasa mendengar gempa-gempa dengan jumlahribuan per hari. Nah sekarang gempa relatif denganjumlah yang lebih kecil namun justru perlu diwaspadai. "Dengan kondisi sekarang, kitatidak perlu lagi menunggu gempa yang jumlahnya seribu. Perlu diingat bahwaerupsi tanggal 21 November 2017 kemarin, itu adalah titik dimana jumlah gempapaling sedikit," kata Devy. (*) Penulis: I Wayan ErwinWidyaswara Editor: Ida Ayu MadeSadnyari Sumber: TribunBali
[GELORA45] Gunung Agung yang Tampak Tenang Keluarkan Asap 2 Warna
ajeg [email protected] [GELORA45] Thu, 07 Dec 2017 04:52:18 -0800
