Di Skandinavia, jarang sekali orang makan daging sapi. Teman dari Indonesia ke sana mengeluh karena kebiasaannya makan daging sapi. Dia bilang, wah, terus menerus makan ikan, sayuran, akar2an, tetapi sehat. Terkenal sekarang sebagai dieet Nordic.
2017-12-08 2:02 GMT+01:00 [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > Betul, kemungkinan sekali daging keong sawah jauh lebih baik utk kesehatan > daripada daging sapi. Kita ketahui secara ilmiah bahwa memakan > daging,terlalu banyak, terutama daging sapi, akan menambah resiko utk > mendapat kanker usus besar (colon cancer). Sayangnya, masyarakat di cekoki > informasi yg tidak benar 100% oleh media yg dibiayai atau di lobby oleh > perusahaan peternakan terutama dari AS, Canada dan Australia supaya > peternakan2 bisa terus menjual daging sapinya. Ini berbahayanya media kalau > kita terlalu percaya ttg berita2 nya tanda dipikir lebih panjang, juga > media politik.. > > > ---In [email protected], <inengahk@...> wrote : > > Saya sebagai sarjana pertanian sangat setuju untuk mengkonsumsi keong > sawah, mengingat cara mendapatkan sangat mudah. > > Dibanding daging sapi harus beli dengan harga mahal, cara budidayanya pun > juga mudah tak perlu lahan luas serta beli makanannya. > > Bandingkan dengan hasil penelitian para ahli di india yang menyarankan > untuk mengkonsumsi telur kecoak > > > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] > *Sent:* Thursday, December 07, 2017 11:18 AM > *To:* GELORA_In <[email protected]> > *Subject:* [**EXTERNAL**] Fw: [GELORA45] Disebut Bernutrisi Tinggi, > Sebergizi Apa Sih Keong Sawah? > > > > > > > > > > *From:* jonathangoeij@... [GELORA45] > > *Sent:* Thursday, December 7, 2017 9:25 AM > > > > > > > > > > > *Disebut Bernutrisi Tinggi, Sebergizi Apa Sih Keong Sawah?* > <http://sains.kompas.com/read/2017/12/06/111600223/disebut-bernutrisi-tinggi-sebergizi-apa-sih-keong-sawah-> > > > > > > > > *RESA EKA AYU SARTIKA* > > Kompas.com - 06/12/2017, 11:16 WIB > > > > > > > > > > > > > > > > > > [image: Olahan keong sawah khas Purwokerto.] > > Olahan keong sawah khas Purwokerto.(TRIBUNJATENG/KHOIRUL MUZAKKI) > > > > *KOMPAS.com* - Keong <http://indek%20s.kompas.com/tag/Keong> sawah adalah > salah satu hewan yang sangat umum di Indonesia. Di beberapa daerah, keong > <http://indeks.kompas.com/tag/Keong> sawah sudah sering disulap menjadi > makanan yang lezat. > > > > Sayangnya, masih banyak orang yang meragukan kandungan nutrisi dan gizi > dari hewan air satu ini. > > > > Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam *Journal of Environmental > Science, Toxicology, and Food Technology* pada Januari 2013 menyebutkan > bahwa keong sawah <http://indeks.kompas.com/tag/Keong-Sawah> sebenarnya > memiliki kandungan nutrisi dan gizi yang tinggi. Bahkan, kandungan > kalsiumnya lebih darisusu <http://indeks.kompas.com/tag/susu>. > > > > Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of > Agriculture, Makurdi, Nigeria tersebut menyebutkan bahwa di Afrika Barat > dan Eropa, berbagai jenis siput sudah banyak diko nsumsi, meski pada > umumnya yang dikonsumsi adalah bekicot. > > > > Baca juga: *Penyakit Langka Demam Keong Masih Menghantui Warga Poso* > <http://health.kompas.com/read/2016/03/03/175100423/Penyakit.Langka.Demam.Keong.Masih.Menghantui.Warga.Poso> > > > > Selain itu, keong sawah (*Pila ampullacea*) juga banyak dikonsumsi, terut > ama oleh warga di Afrika Barat dan Asia. > > > > Para peneliti kemudian meneliti kandungan nutrisi yang lebih lengkap pada > hewan tersebut dengan memisahkan daging dari cangkangnya. > > > > Selanjutnya, daging tersebut didehidrasi dalam oven bersuhu 60 derajat > celcius selama 24 jam. Hasilnya kemudian digiling hingga menjadi bubuk. > Bubuk inilah yang kemudian dianalisis untuk mendapatkan kandungan nutrisi > dan gizi keong sawah. > > > > Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa keong sawah memiliki > kandungan air 76 ,32 persen. Presentase kandungan air ini berbeda dengan > beberapa temuan sebelumnya. "Variasi ini bisa disebabkan oleh efek > lingkungan," tulis penelitian tersebut. > > > > Sedangkan protein yang dimiliki mencapai 10,40 persen. "Lebih rendah > daripada ikan air tawar dan siput tanah raksasa (*Archchatina maginat*)," > sambungnya. > > > > *Baca juga: Terinspirasi Siput, Peneliti Ciptakan Lem Super untuk Organ > Tubuh > <http://sains.kompas.com/read/2017/07/28/220600923/terinspirasi-siput-peneliti-ciptakan-lem-super-untuk-organ-tubuh>* > > > > Penelitian sebelumnya telah menyebutkan bahwa asam amino dalam protein > siput dapat digunakan untuk melengkapi sereal sumber protein yang membuat > (orang) kekurangan lisin lebih baik. > > > > Selain protein, keong sawah juga mengandung serat kasar sekitar 0,01 > persen. "Serat kasar rendah *P ampullacea *atau keong sawah disebabkan > oleh aktivitas berenang keong dalam air yang lebih berat daripada merangkak > di darat," ungkap temuan tersebut. > > > > Lalu, jumlah lipid keong sawah hanya 0,09 persen, lebih rendah > dibandingkan dengan hewan lainnya. Ini membuktikan bahwa penggunaan keong > sawah ampuh untuk pengobatan hipertensi. > > > > Tak hanya itu, kandungan mineral pada keong sawah juga bisa dibilang > tinggi, apalagi jika dibandingkan dengan siput darat. > > > > Mineral yang terkandung dalam keong sawah di antaranya adalah fosfor 60,52 > mg, kalsium 129,18 mg, potasium 71, 13 mg, zat besi 10,90 mg, sodium 0,04 > mg, magnesium 31,19 mg, dan zinc 1,31 mg. Semuanya dalam skala per 100 gram. > > > > *Baca juga: Pijatan Keong-keong Ini Bikin Kinclong Wajah Anda > <http://health.kompas.com/read/2013/08/30/1145031/Pijatan.Keong-keong.Ini.Bikin.Kinclong.Wajah.Anda>* > > > > Menariknya, kandungan kalsium dalam keong sawah ini lebih tinggi jika > dibandingkan kalsium dalam daging sapi, telur, bahkan susu. > > > > Kandungan potasiumnya juga telah terbukti baik untuk keseimbangan cairan > se rta regulasi konduksi impuls saraf, detak jantung, dan metebolisme sel. > > Keong sawah <http://indeks.kompas.com/tag/Keong-Sawah> juga mengandung > zat besi yang tinggi dan dipercaya membantu pembentukan darah merah. "Unsur > ini penting untuk pembentukan darah merah, dan karena zat besi (dalam keong > sawah) bersifat akuatik maka bisa direkomendasikan untuk wanita hamil dan > anak-anak," tulis laporan tersebut. > > > > Dengan kata lain, ini membuktikan bahwa keong sawah merupakan sumber > mineral yang baik. Para peneliti pun menyarankan untuk memasukkan keong > sawah sebagai makan an yang kita konsumsi. > > > > >
