Perlu dibikin macet dulu, supaya uan pelicin datang..... 2017-12-09 1:34 GMT+01:00 zeta roza [email protected] [GELORA45] < [email protected]>:
> > > #Dimana saja kah Visi Misi Gub baru DKI Jkt untuk mengatasi KEMACETAN: > Kesejahteraan warga, lalulintas transportasi umum khususnya dan banjir cq > penormalisasian saluran sungai dan gorong2 diseluruh kawasan DKI Jkt? > > #Terutama "PROJECT BERSIH" KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME, > pelayanan-fasilitas INNOVATIVE dan meningkatkan alat-prasarana pendidikan > UMUM INTELEKTUALITAS MENCERDASKAN BANGSA TANPA TERKECUALI... > > ///////// > > "Saya dapat Rp 80.000," ujar Mama Intan." > > "Padahal biasanya, uang KJP yang diterima anaknya yang bersekolah di SDN > Kebon Kacang 05 Rp 100.000 tiap bulannya. Beruntung anaknya tak perlu uang > transport untuk ke sekolah karena lokasinya dekat." > > > "Iya awal November kemarin waktu ambil sembako di RPTRA sudah > dengar-dengar, katanya ini tutup buku (terakhir)," kata Mama Ilham ditemui > di rumahnya, Rabu (22/11/2017)." > > > /////////// > > Verzonden via Yahoo Mail op Android > <https://overview.mail.yahoo.com/mobile/?.src=Android> > > Op vr, dec. 8, 2017 om 8:39 schreef 'Chan CT' [email protected] > [temu_eropa] > <[email protected]>: > > > "Dulu KJP Lancar, Sekarang Kok Macet Ya?" > NIBRAS NADA NAILUFAR > > Kompas.com - 08/12/2017, 13:54 WIB > > SDN Kampung Bali 07, Jakarta Pusat, Jumat (8/12/2017).(KOMPAS.com/NIBRAS > NADA NAILUFAR) > > JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah orangtua pemegang Kartu Jakarta Pintar > (KJP) mengeluhkan dana yang macet dan berkurang jumlahnya. Ketika > Kompas.com berkunjung ke Rusun Kebon Kacang pada Jumat (8/12/2017), banyak > dari warga yang mengaku tak dapat uang bulanan penuh. > > Mama Intan misalnya. Pedagang minuman dan makanan ini mengandalkan saldo > bulanan di KJP anaknya untuk belanja. > > "Saya dapat Rp 80.000," ujar Mama Intan. > > Padahal biasanya, uang KJP yang diterima anaknya yang bersekolah di SDN > Kebon Kacang 05 Rp 100.000 tiap bulannya. Beruntung anaknya tak perlu uang > transport untuk ke sekolah karena lokasinya dekat. > > "Akhirnya saya pakai buat beli beras sama telor aja, enggak cukup buat > beli daging. Biasanya mah beli," kata Mama Intan. > > Baca juga : Katanya KJP Plus, Kok Malah Minus? > > Masalah yang sama juga dialami ibu-ibu di Jalan Kampung Bali XXVIII. Di > pojok gang, para ibu mengeluhkan KJP yang semakin sulit. > > Salah satunya Evi yang punya dua anak yang bersekolah di SDN Kampung Bali > 07. Ia mengaku hingga Jumat ini, saldo di KJP anaknya belum juga bertambah. > > "Dulu KJP lancar, sekarang kok macet ya? Padahal udah tanggal 8 ini, > biasanya paling telat kan tanggal 5 udah turun duitnya," kata Evi. > > Selain uang bulanan KJP yang belum turun, Evi mengeluhkan uang per enam > bulan yang dicairkannya Juni lalu. Mestinya anaknya mendapat Rp 600.000, > namun saldo yang tertera saat itu hanya Rp 300.000. > > Baca juga : Sandiaga Pastikan Subsidi Daging Murah untuk Penerima KJP Aman > > Oleh karena belum pernah terjadi sebelumnya, Evi mengira ada masalah pada > rekening anaknya. Ia pun ke Bank DKI untuk menanyakan kekurangan saldo ini. > > "Kata orang bank ternyata semua juga gitu, katanya uangnya ditahan enggak > diturunin, baru bisa diambil nanti pas SMA. Bingung saya enggak ngerti > kenapa jadi gini," ujarnya. > > Selain saldo KJP yang berkurang dan terlambat, Evi juga mempertanyakan > penjualan sembako dan daging murah yang biasa rutin diadakan di RPTRA dekat > rumahnya. Menurut dia, sejak Oktober ia tak lagi membeli paket sembako dan > daging murah. > > Baca juga : Anggaran KJP Plus pada 2018 Rp 3,9 Triliun, Meningkat Rp 560 > Miliar > > "Biasanya di RPTRA, cuma terakhir udah lama saya enggak beli soalnya > katanya pindah tapi enggak tahu pindahnya ke mana," ujarnya. > > Kompas.com masih meminta klarifikasi dari Kepala Dinas Pendidikan DKI > Jakarta Sopan Adrianto mengenai keluhan sejumlah penerima KJP ini. > > "Katanya KJP Plus, Kok Malah Minus?" > NIBRAS NADA NAILUFAR > > Kompas.com - 22/11/2017, 14:25 WIB > > Pasar daging murah di Kelurahan Tambora, Jakarta Barat, Jumat > (25/7/2014).(Kompas.com/Abba Gabrilin) > > JAKARTA, KOMPAS.com - Mama Ilham, warga Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta > Selatan, mengaku kecewa adanya wacana pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) > tak akan menerima subsidi pangan lagi. > > "Iya awal November kemarin waktu ambil sembako di RPTRA sudah > dengar-dengar, katanya ini tutup buku (terakhir)," kata Mama Ilham ditemui > di rumahnya, Rabu (22/11/2017). > > Mama Ilham mengatakan, saban bulan, ia mengambil jatah sekilo daging ayam, > sekilo daging sapi, sekilo telur ayam, dan sekilo beras dengan harga Rp > 80.000. Menurut dia, program subsidi pangan itu cukup membantu keluarganya. > > Dia mengaku punya dua anak. Satu masih bersekolah di SD Negeri di Pasar > Minggu, dan satu lagi duduk di bangku SMK. > > Baca juga : Sandiaga Pastikan Subsidi Daging Murah untuk Penerima KJP Aman > > "Beneran deh, dulu sebelum ada daging murah Rp 35.000, saya sekeluarga > cuma setahun sekali makan daging. Sekarang Alhamdulillah bisa setiap > bulan," ujar Mama Ilham. > > Ratusan warga mengantre pembelian daging murah di Kantor Kecamatan > Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (15/12/2016).(Nurito / Beritajakarta.com) > > Ia menyayangkan jika program tersebut terancam batal hanya karena Pemprov > DKI tak lagi memberikan PMD kepada PD Dharma Jaya. Pada era Gubernur Anies > Baswedan, ia meminta agar janji menambah tunjangan KJP. > > "Katanya KJP Plus, kok malah minus? Mana dong plusnya?" ujarnya. > > Baca juga : Dirut PD Dharma Jaya: Saya Enggak Tahu Bagaimana Beli > Persediaan Daging KJP > > Cepi, seorang warga yang anaknya penerima KJP juga menyatakan keberatan > jika manfaat KJP berkurang. Apalagi, jika harus digantikan dengan mata > anggaran yang menurutnya tidak penting. > > "Lebih baik kan buat warga yang butuh KJP, jangan orang susah malah > dikurangi," kata Cepi. > > Cepi mengaku justru mendengar KJP sekarang bisa dicairkan tunai alih-alih > lewat belanja dan penukaran seperti sebelumnya. > > Menurut dia, kedua jenis kebijakan itu yang penting menguntungkan > masyarakat. Cepi hanya mengingatkan jika KJP bersifat tunai, maka ada > potensi penyalahgunaan. > > Baca juga : KJP Plus Milik Anies-Sandi Dianggarkan Rp 4,1 Triliun pada 2018 > > "Ya kalau anak dapatnya tunai, nanti sama emaknya dipakai beli HP, itu > ruginya," ujar Cepi. > > Anggota PPSU manfaatkan operasi daging murah yang diadakan pemerintah di > Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (7/12/2016)(Kompas.com/David Oliver > Purba) > > PD Dharma Jaya menjadi salah satu BUMD yang tidak akan diberikan PMD tahun > 2018. Alasannya, supaya BUMD bisa mandiri tanpa terus-menerus mendapatkan > suntikan dana dari pemerintah. > > Alih-alih mandiri, PD Dharma Jaya malah tidak bisa membeli stok daging > subsidi untuk penerima KJP. Selama ini dengan subsidi itu, pemegang KJP > bisa membeli daging sapi dan daging ayam dengan harga murah. > > Direktur PD Dharma Jaya Marina Ratnamengatakan masih bisa menggunakan dana > PSO untuk membeli daging. Dia meminta pencairan PSO bisa dipercepat. Jika > benar tak diberi PMD, PSO menjadi cara satu-satunya untuk membeli daging > subsidi KJP. > > Baca juga : Anggaran KJP Plus pada 2018 Rp 3,9 Triliun, Meningkat Rp 560 > Miliar > > Terakahir, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan subsidi > daging murah untuk penerima Kartu Jakarta Pintar aman. Menurut Sandi, DKI > tidak akan kekurangan stok daging. > > Meski Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan memberikan penyertaan > modal daerah (PMD) kepada PD Dharma Jaya, Sandi memastikan subsidi > pemerintah untuk warga marjinal tetap ada. > > Hampir seribu warga pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) sejak pagi hingga > siang menyerbu kantor Kecamatan Matraman, di Jakarta Timur, Senin > (27/6/2016). Kedatangan warga yang berbondong-bondong itu untuk mendapatkan > daging murah melalui dana KJP.(Robertus Belarminus) > > Pemprov DKI Jakarta, lanjut Sandi, akan menggelontorkan dana sebanyak > mungkin untuk subsidi daging. > > Baca juga : Anies-Sandiaga Tak Berikan Penyertaan Modal kepada 5 BUMD DKI > > Saat ditanya mengenai sumber dana, Sandi hanya menyebutkan, PMD PD Dharma > Jaya yang dinolkan adalah untuk dana yang akan digunakan bagi tempat > pemotongan ayam. Sandi menyebut PMD itu berbeda dengan dana modal untuk PD > Dharma Jaya. > > Sandi mengatakan akan bertemu dengan jajaran direksi badan usaha milik > daerah (BUMD) khusus pangan untuk membahas soal subsidi bahan pangan. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > >
