----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In
<[email protected]>Terkirim: Minggu, 10 Desember 2017 04.00.48
GMT+1Judul: [GELORA45] Gatot Nurmantyo Bicara Mengapa Sertijab Panglima TNI
Dipercepat
Gatot Nurmantyo Bicara Mengapa Sertijab Panglima TNI Dipercepat
Reporter:
Antara
Editor:
Widiarsi Agustina
Minggu, 10 Desember 2017 05:29 WIB
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melakukan salam
komando usai upacara Serah Terima Jabatan Panglima TNI di Lapangan Mabes TNI,
Cilangkap, Jakarta Timur, 9 Desember 2017. Tempo/Fakhri Hermansyah
TEMPO.CO, Jakarta -Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan, percepatan serah
terima jabatan (Sertijab) Panglima TNI untuk menghindari kegamangan sekaligus
mengantisipasi ancaman yang bisa datang sewaktu-waktu terjadi karena akan
terjadi dualisme.
"Begitu Pak Hadi dilantik, besok atau hari ini langsung saya melakukan serah
terima jabatan. Sebenarnya secara `de facto` dan `de jure` pada saat Presiden
melantik, panglimanya sudah Pak Hadi," kata Gatot usai upacara sertijab
Panglima TNI dari Jenderal Gatot Nurmantyo kepada Marsekal TNI Hadi Tjahjanto
di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu 9 Desember 2017.
BACA: Gatot Nurmantyo Sebut Akmil Angkatan 1988 Panglima TNI Berikutnya
Menurut Gatot, dalam akademi perbedaan tahun dalam prosesi pergantian Panglima
TNI sangat berpengaruh. "Pergantian panglima biasanya kan beda setahun atau
dua tahun. Namun, Pak Hadi ini beda empat tahun dengan saya, sehingga di
akademi itu sangat sungkan sekali. Agar tidak terjadi kegamangan saya
menyerahkan tongkat komando," kata mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini.
BACA: Alasan Etika, Jenderal Gatot Nurmantyo Batal Lantik 85 Perwira
Percepatan sertijab Panglima TNI, lanjut dia, untuk mengantisipasi ancaman yang
datang tanpa di duga-duga. "Ingat, ancaman, tantangan tidak memberi tahu kalau
dia datang. Dalam kondisi ada dualisme ini sangat berbahaya. Oleh karenanya,
saya menyerahkan secepatnya tongkat komando kepemimpinan TNI," kata Gatot
Nurmantyo.
Sehingga, tambah Jenderal Gatot Nurmatyo, keputusan dapat diambil dengan cepat
dan tepat. "Tidak ada nuansa politik atau apa-apa. Ini dilakukan agar semua
berjalan dengan benar dan sesuai," kata Gatot Nurmantyo.
Baca juga: Pensiun dari Panglima TNI, Apa Langkah Politik Gatot Nurmantyo
Jenderal bintang empat ini mengaku lega setelah melepaskan tongkat komando
Panglima TNI kepada Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
"Merdeka, semua beban sudah lepas semuanya, mungkin rekan-rekan tidak merasakan
bagaimana kita diberi amanah memimpin 400.000 prajurit yang tersebar
dimana-mana," ujar Gatot.
BACA: Gatot Nurmantyo Mengaku Tak Boleh Berpolitik Praktis hingga Maret
Menurut Gatot, tidak mudah memegang amanah memimpin pasukan yang sangat banyak
tersebut. Namun, dirinya bersyukur sudah terselesaikan semuanya.
"Sudah saya serahkan kepada Pak Hadi. Selama pengalaman 36 tahun saya
mengamati, Pak Hadi pasti mampu menjalaninya," tutur Gatot Nurmantyo.