*Bagaimana dengan kasus korupsi Bank Century? *

https://www.antaranews.com/berita/670353/indonesia-paling-aktif-tangani-korupsi-kata-presiden


Indonesia paling aktif tangani korupsi, kata Presiden

Senin, 11 Desember 2017 11:39 WIB

Arsip Foto. Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan saat Penyerahan Daftar
Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah
dan Dana Desa Tahun 2018 serta penganugerahan Dana Rakca tahun 2018, di
Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017). (ANTARA /Puspa
Perwitasari)

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia
adalah salah satu negara yang paling aktif mengusut kasus-kasus korupsi.

"Indonesia adalah salah satu negara yang paling aktif dalam kasus korupsi,
coba kita lihat sejak tahun 2004 sampai sekarang ada 12 gubernur kena kasus
korupsi, ada 64 bupati/wali kota ditangkap korupsi," katanya di Jakarta,
Senin, pada Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2017 dan Peresmian
Pembukaan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi Ke-12 serta Peluncuran
Aplikasi e-LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara).

"Belum lagi pejabat-pejabat, baik Gubernur BI, kalau tidak keliru dua
orang, DPR, DPRD. Saya tidak hitung, dan mayoritas adalah kasus penyuapan,"
kata Presiden, disambut tawa para undangan yang berasal dari berbagai
kementerian, lembaga, badan, pemerintah daerah serta pemangku kepentingan
lain.

Namun, menurut Presiden, yang mengherankan pejabat yang ditangkap dan
dipenjarakan karena kasus korupsi masih terus ada dari waktu ke waktu.

"Ini berarti tidak bisa disangkal lagi bahwa upaya pencegahan korupsi harus
dilakukan lebih serius tidak bisa ditunda lagi," katanya.

Presiden memerintahkan pembenahan sistem pemerintahan, pelayanan dan
administrasi serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk ikut mencegah dan
memberantas korupsi.

"Langkah penegakan hukum terhadap kasus korupsi merupakan langkah penting
bagi pemberantasan korupsi. Melalui penegakan hukum kita bisa menyelamatkan
uang negara, dari korupsi tahun 2016-2017, berdasarkan data yang saya
peroleh telah diselamatkan uang negara Rp3,55 triliun, artinya melalui
penegakan hukum, rasa keadilan diwujudkan," tambah Presiden.

Hari Anti Korupsi Sedunia 2017 mengangkat tema "Bergerak Bersama
Memberantas Korupsi untuk Mewujudkan Masyarakat yang Sejahtera". Melalui
peringatan itu, KPK berharap pemberantasan korupsi harus dilakukan
bersama-sama, dan membutuhkan komitmen dari pemerintah, DPR, badan
yudikatif, lembaga negara lain dan masyarakat.

Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly,
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Perencanaan dan Pembangunan
Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Menteri Kesehatan Nila
Moeloek ada di antara pejabat negara yang menghadiri acara itu.

Kirim email ke