----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] [nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Senin, 11 Desember 2017 00.50.26 GMT+1Judul: [nasional-list] Mengecam Setnov tunjuk Aziz Syamsuddin jadi ketua DPR
https://www.merdeka.com/politik/mengecam-setnov-tunjuk-aziz-syamsuddin-jadi-ketua-dpr.html Mengecam Setnov tunjuk AzizSyamsuddin jadi ketua DPR Senin, 11 Desember 2017 06:08 Reporter: SyifaHanifah, AhdaBayhaqi - Setnov usai diperiksa MKD. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko Merdeka.com - Setya Novanto telah mengirim suratpengunduran diri sebagai ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sejak 4Desember lalu. Secara sepihak tersangka kasus korupsie-KTP ini menunjuk Aziz Syamsuddin sebagai penggantinya. KeputusanSetnov langsung menuai badai kritik. Wakil Ketua Dewan KehormatanPartai Golkar Akbar Tandjung menilai keputusan itu harus dibicarakandi Fraksi Golkar DPR lebih dahulu. "Saya juga minta inisuara anggota dewan didengar karena mereka sedikit banyak mengetahuikiprah anggota dewan yang lain dari Partai Golkar. Dari situ merekabisa memberikan penilaian siapa yang paling cocok," ujar Akbardi Hotel Manhattan, Kuningan, JakartaSelatan, Minggu (10/12). Akbar melihat keputusan diambilsecara terburu-buru. Padahal, lanjutnya, posisi ketua umum saja belumdiganti. Seharusnya, pemilihan ketua DPR setelah munaslub, keluardengan nama ketua umum baru. "Ya harusnya selesaikanmunaslub, siapa yang jadi ketua umum. Nah keputusan baru ini akanditentukan siapa yang jadi ketua DPR," tukas Akbar. KetuaDewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengatakan penunjukkan AzizSyamsuddin sebagai calon ketua DPR harus melalui proses yang benar.Sebagai langkah awal, menurut Agung, DPP Partai Golkar harus terlebihdahulu memutuskan ketua umum baru melalui Musyawarah Nasional LuarBiasa (Munaslub). Agung khawatir Partai Golkar saat inistatusnya Plt jika ambil putusan strategis nanti akan dipertanyakankeabsahannya. Untuk itu, dia mendorong lebih baik munaslub sehinggadapat melahirkan kepemimpinan yang legitimate. "Sangatberbahaya sekali sebuah lembaga negara yang sangat penting itu adapersoalan di dalam keabsahan proses. Belum lagi di internal, juga diDPR ini sendiri harus melalui fraksi-fraksi, badan musyawarah dansebagainya," kata Agung di kediamannya Jalan Cipinang CempedakII No 23, Jakarta Timur, Minggu (10/12). Politisi PartaiGolkar, Yorrys Raweyai tak setuju dengan cara Setnov. Yorrys menilailangkah itu bermuatan politis untuk mempertahankan kekuasaan dengancara tidak etis. Yorrys mengatakan pemilihan Aziz cukupmembahayakan bagi kelangsungan Partai Golkar di tahun politik. Sebab,pengusungan Aziz menjadi ketua DPR tidak melalui mekanisme partaipolitik. Terlebih lagi, pengusung Aziz adalah tersangka di KomisiPemberantasan Korupsi(KPK). "Ada kekuatan yang ingin mempertahankan kekuasaanyang melindungi koruptor, ini bahaya sekali. Lalu organisasi apa yangdipahami, apalagi dia (Setya Novanto) dalam status dipenjara, kalauDPR menerima itu kan lucu," ujar Yorrys saat menghadirisarasehan pembaharuan Partai Golkar, Jakarta Selatan, Minggu(10/12). Lebih lanjut, Yorrys juga mengingatkan DPR agar tidakterburu-buru menindaklanjuti surat penunjukan Aziz untuk mengisikekosongan kursi ketua DPR. Jika DPR menindaklanjuti keinginanSetnov, kata Yorrys, citra sebagai lembaga tinggi negara menjaditaruhannya. "Yang jelas itu tidak boleh terjadi karenaakan merusak citra DPR dan Golkar," tegasnya. KetuaGerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia Ahmad Doli Kurniaprotes dengan cara penunjukan Aziz. Seharusnya, penunjukan ketua DPRdiawali pleno Partai Golkar sebagai pemegang jatah kursi ketua. Daripleno baru diteruskan ke DPR. "Semua mekanisme itu tidakdilakukan, tiba-tiba terbit surat yang menurut saya ilegal. Kenapailegal? Karena tidak sesuai mekanisme organisasi," ucapdia. Dia mendorong DPR tidak melanjutkan surat tersebut.Menurutnya, cara itu tidak sesuai dengan mandat partai melainkanhanya kepanjangan tangan untuk kepentingan Setnov. "Olehkarena ilegal, patut ditolak dan tidak diteruskan di DPR. Oleh karenaitu menurut saya harus ada gerakan penolakan dari teman-teman anggotaDPR," tandasnya. [did]
