----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: kh djie [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>Kepada: Ai Tandjung <[email protected]>; 
Anthony Tjio <[email protected]>; [email protected] <[email protected]>; Chen Ie 
Lie <[email protected]>; erly_anggrahini <[email protected]>; Felix 
Fadjar Marta <[email protected]>; G.A. Oei <[email protected]>; Gelora45 
<[email protected]>; Herman Alimutomo <[email protected]>; ie boen kang 
<[email protected]>; Ieneke Ong-Tan <[email protected]>; John Susanto 
<[email protected]>; jsttjan . <[email protected]>; Lieke Pranoto 
<[email protected]>; paul g. the <[email protected]>; Robert Liem 
<[email protected]>; Soeikeng Que <[email protected]>; T.G.. Djie-Kwee 
<[email protected]>; T.K. Kwee <[email protected]>; Tek Ang 
<[email protected]>; Tjan Hong Tjhiang <[email protected]>; 
[email protected] <[email protected]>; Wanda Widjaja 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
Abraham Go <[email protected]>; Adisesha <[email protected]>; Aswin Hariman 
<[email protected]>; Bing Han <[email protected]>; Bing So 
<[email protected]>; Hok Siang & Shu Lien <[email protected]>; P Teguh 
<[email protected]>; Pouw-Han <[email protected]>; Swie Tien Go 
<[email protected]>; Thiam Ling Peter Lie <[email protected]>; Ali Tjoa 
<[email protected]>; Kiem Sie <[email protected]>; soe-tjwan tan 
<[email protected]>; yang ong <[email protected]>; mayke soeselonadi 
<[email protected]>Terkirim: Minggu, 17 Desember 2017 04.48.10 GMT+1Judul: 
[GELORA45] Fwd: Kolom Asaaro Lahagu Skenario Lanjut 212 Tumbangkan Jokowi
     


---------- Forwarded message ----------
  Kolom Asaaro Lahagu Skenario Lanjut212 Tumbangkan 
Jokowihttps://sorasirulo.com/2017/ 12/06/kolom-asaaro-lahagu- 
skenario-lanjut-212- tumbangkan-jokowi/Pertanyaanbesar publik saat ini adalah, 
seberapa besar kekuatan gerakan 212 dalammenumbangkan Jokowi? Apa saja skenario 
mereka? Mungkinkah gerakan 212 berbaupolitis ini bisa menumbangkan Jokowi pada 
Pilpres 2019 mendatang?Adalahterlalu naïf jika ada pihak yang meremehkan, 
mengabaikan atau takmemperhitungkan kekuatan gerakan 212 dalam peta politik di 
Indonesia saat ini.Gerakan 212 jelas punya kekuatan mumpuni untuk menjungkalkan 
Jokowi padaPilpres 2019 mendatang. Jika gerakan ini dicap sebagai gerakan 
politik, makahal itu sah-sah saja di alam demokrasi.Pasca‘kemenangan’ gerakan 
212 di Pilkada DKI Jakarta, gerakan ini semakin intensdalam mengkonsolidasi 
kekuatannya ke depan. Dengan klaim bahwa berkat aksi 212Ahok dapat ditumbangkan 
dan bahkan memasukkannya ke dalam penjara, gerakan 212akan dijadikan motivasi 
besar untuk menumbangkan Jokowi pada Pilpres 2019mendatang.Lalubagaimana 
kekuatan gerakan 212 itu?Kekuatangerakan 212 bisa dilihat dari 3 partai yang 
ada di belakangnya selama ini. AdaPKS, Gerinda dan PAN yang melebur dengan 
cerdik dalam gerakan ini. Ketigapartai ini ‘ketiban rejeki nomplok’ dengan 
menunggangi gerakan 212 termasukAmin Rais untuk mencapai kepentingan 
politiknya. Ormas-ormas radikal semacamFPI dan HTI (telah mencari nama lain 
setelah dibubarkan) adalah juga kekuataninti dari gerakan ini. Ditambah 
sejumlah tokoh antithesis seperti Amin Rais,Fadli Zon, Fahri Hamzah dan 
pendatang politikus baru semacam Ahmad Dhani, AAGym, Ustad Kiwil dan 
seterusnya, maka kekuatan gerakan ini cukup mendapatbanyak dukungan.Dengan 
3partai yang berkolaborasi dengan sejumlah ormas radikal, maka bisa 
diperkirakanbahwa kekuatan gerakan 212 sudah melebihi 58% di DKI. Di Jawa Barat 
dan Bantenkekuatannya gerakan 212 bisa mencapai 50%. Kalkulasi ini berdasarkan 
presentasekemenangan Anies vs Ahok di DKI Jakarta. Sementara di Jawa Barat yang 
dikuasaioleh PKS selama 10 tahun, kekuatan ini diperkirakan juga mencapai 
50%.Di levelnasional dengan menggabungkan kekuatan tiga partai Gerinda, PKS dan 
PAN, makasecara real kekuatan gerakan 212 itu sudah mencapai 25% sesuai dengan 
hasilpemilu 2014 yang lalu. Ditambah dengan Ormas dan simpatisannya, maka 
secara kasarkekuatan gerakan 212 sudah mencapai 30%. Belum lagi simpatisan dari 
partailain, maka hitungan kasar kekuatan gerakan 212 tidak bisa dipandang 
remeh. Jikakekuatan kasarnya sudah mencapai 30%, maka tinggal mencari 20% plus 
satu untukmenumbangkan Jokowi.Lalu, darimana diperoleh kekuatan 20% plus satu 
agar bisa menjungkalkan Jokowi padaPilpres 2019 mendatang?Ada 4skenario untuk 
memperbesar kekuatan gerakan 212 itu agar raihan 58% sepertiyang terjadi di DKI 
dapat terulang di pentas nasional.Pertama,lewat serangan langsung kepada 
Jokowi. Isu yang pasti digoreng lagi adalah isukomunis (walapun sudah mulai 
digebuk Jokowi), utang dan penjualan BUMN(diiklankan kepada rakyat yang kurang 
paham bisnis, dan isu otoriter Jokowi (UUOrmas). Isu-isu ini bisa dipastikan 
akan menjadi menu utama yang dibahas ditempat-tempat ibadat di seluruh 
Indonesia dengan strategi ala Eep Syaifullah.Lewat serangan ini saja partai 
Gerinda sudah mulai memanen hasilnya. Menuruthasil salah satu Survei, 
elektabilitas Gerinda kini sudah menyalib PDIP. Jikaisu-isu ini tak bisa 
diredam oleh para pendukung Jokowi, maka lewat isu inisaja Jokowi akan bisa 
ditumbangkan oleh lawannya.Ke dua, lewatpintu Anies di Jakarta. Motto Anies: 
“bahagiakan warganya” akan terus dimainkanoleh Anies-Sandiaga lewat APBD, 
Pergub dan kebijakan lainnya. Dana hibah Rp..1,7 Triliun yang dikucurkan kepada 
Ormas, lembaga dan seterusnya adalahbertujuan untuk membahagiakan warga 
Jakarta. Anggaran untuk DPRD yangmembengkak juga bertujuan untuk membahagiakan 
anggota DPRD. Begitu jugapembiaran preman dan PKL di Tanah Abang dan di 
tempat-tempat lain bertujuanuntuk membahagiakan warga.Untukmembahagiakan para 
Ketua RT dan RW, Anies berencana menaikkan biaya operasionalRT dan RW tanpa 
perlu melaporkannya. Pemakaian Monas, pemberian izin motormelewati jalan 
protokol aneka pencabutan Pergub masa Ahok adalah cara Aniesmengambil hati 
warga Jakarta. Nantinya strategi Anies yang sukses membahagiakanwarga Jakarta, 
akan dijadikan iklan oleh Anies dalam bursa Capres 2019. Inginbahagia seperti 
warga Jakarta? Pilihlah Anies menjadi presiden. Jokowi yangbermotto: kerja, 
kerja, kerja bisa tidak menarik lagi bagi pemilih.Ke tiga,membangun opini bahwa 
Jokowi adalah musuh Islam, musuh ulama, antek asing danaseng. Jelas kampanye 
ini amat laku di kalangan rakyat yang tidak kritis. Bisadipastikan bahwa 
serangan terhadap Jokowi yang akan dicap sebagai musuh Islamdengan iklan 
mengkriminalisasi ulama, akan semakin gencar dilakukan. Asalkaniklannya pas, 
maka Jokowi sebagai musuh Islam, musuh ulama, bisa mempengaruhipemilih pada 
Pilpres 2019 mendatang. Jika hal ini terjadi, maka Jokowi bisaditumbangkan 
dengan mudah.Ke empat,menunggu terpelesetnya Jokowi. Gerakan 212 ibarat macan, 
harimau atau singa dipadang rumput, buaya di sungai dan elang di udara yang 
sedang mengintaimangsanya. Para lawan-lawan Jokowi kini terus menunggu dan 
bahkan aktifmemancing dan menjebak Jokowi agar terpeleset. Mereka mengharapkan 
Jokowimelakukan blunder kata-kata seperti Ahok. Jika ada sedikit saja 
kesalahanverbal, Jokowi maka kesalahan itu akan mereka gelembungkan 
berkali-kali lipatlewat demo. Jika hal ini terjadi maka apa yang dialami Ahok, 
bisa juga terjadipada Jokowi.Reuni ala 212yang baru saja dilakukan, hanyalah 
konsolidasi kekuatan menjelang Pilpres 2019.Dengan dana tak terbatas dari para 
pewaris Orba, maka gerakan 212 dalam sekejapdapat berubah menjadi demo besar 
dengan tujuan untuk melahap Jokowi. KetikaJokowi melakukan blunder, para alumni 
212 siap bereaksi sekali seminggu, sekalidua minggu atau sekali sebulan dengan 
tanggal cantik.Nah, padasaat demo-demo itulah nantinya Riziq yang saat ini 
masih kabur ke Arab Saudi,akan kembali memanfaatkan situasi. Ia mungkin 
disambut bak pahlawan dan sebagaifigur pujaan penentang Jokowi. Jika Rizieq 
ditangkap oleh aparat, maka gerakan212 akan bereaksi membelanya. Jika aparat 
melakukan kekerasan, maka demo-demodilakukan lebih gegap untuk menekan Jokowi. 
Pada saat itulah pesona Riziq danAmin Rais kembali berkibar. Demo pun akan 
semakin ditingkatkan untuk menariksimpati lebih banyak pihak untuk menentang 
Jokowi.Jadi,kesimpulannya, gerakan 212 saat ini cukup kuat dan sangat 
berpotensimenumbangkan Jokowi. Jika salah satu dari 4 skenario di atas 
berhasil, makakekuatan gerakan 212 dengan 3 partai di belakangnya beserta 
sejumlah Ormasradikal, tinggal memilih pasangan Capres dan Cawapresnya. Apakah 
pasanganPrabowo-Anies atau Anies-Rizieq, Ahmad Dhani atau AA Gym yang dipilih, 
tinggaldikocok-kocok sesuai dengan selera.Lalu,bagaimana strategi Jokowi dalam 
menghadapi gerakan 212 tersebut? Apakah Jokowibisa disamakan dengan Ahok yang 
sukses ditumbangkan oleh gerakan ini? Simaktulisan kami selanjutnya. Salam 
Towi-towi. 
    

Kirim email ke