Dapat Surat ijin keruk, ditafsirkan ijin keruk uang. Ngeruknya kok pakai ransel.......
2017-12-18 12:29 GMT+01:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > *Agaknya sang Dirjen panen berkat jadi tak sempat disembunyikan apa yang > terdapat dalam ransel. Pernah ada berita tentang petinggi rezim > neo-Mojopahit yang simpan hasil panen korupsi dalam ember di kamar mandi. > Mungkin nanti akan diketahui bahwa ada yang menyimpan hasil panen di > kuburan. Kita tunggu saja beritanya.* > > > https://jambi.antaranews.com/nasional/berita/671867/30- > ransel-uang-di-kamar-mantan-dirjen-hubla?utm_source=antaranews&utm_medium= > nasional&utm_campaign=antaranews > > > 30 ransel uang di kamar mantan Dirjen Hubla > > Senin, 18 Desember 2017 17:40 WIB > > Mantan Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono (tengah) dicecar > pertanyaan oleh wartawan seusai diperiksa di KPK, Jakarta, Selasa > (29/8/2017). (ANTARA /Hafidz Mubarak A) > > > > Jakarta (ANTARA News) - Sidang kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana > Korupsi (Tipikor) terbukti total ada 30 ransel uang senilai Rp18 miliar > hingga Rp19 miliar ditemukan dalam Operasi Tangkap Tangan Komisi > Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) di kamar Mantan Direktur Jenderal > Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono. > > "Uang ditaruh di ransel, 30 tas, saya tahu dari penyidik," kata Tonny, > saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin. > > Tonny bersaksi untuk terdakwa Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adi Putra > Kurniawan yang didakwa menyuap Direktur Jenderal Perhubungan Laut > Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubla) Antonius Tonny Budiono senilai Rp2,3 > miliar terkait pelaksanaan pekerjaan pengerukan pelabuhan dan Surat Izin > Kerja Keruk (SIKK). > > "Mata uangnya bervariasi ada dolar Singapura, dolar AS, ringgit Malaysia, > poundsterling karena setiap tahun mengikuti sidang di London, kalau di > Singapura mengikuti pertemuan tiga pihak antara Singapura, Indonesia dan > Malaysia sehingga saya simpan dolar Singapura, hanya kalau uang dalam 1.000 > dolar Singapura itu dari pemberian," ujarnya. > > Ia pun mengungkapkan, "Uang itu saya kumpulkan selama bertahun-tahun, > bahkan ada yang sudah meleleh karena menempel. Ada uang istri saya juga > sebagai guru, karena dapat dari wali murid mendapat saat kenaikan kelas." > > (Baca juga: Mantan Dirjen Hubla akui kontrak kerja penuh rekayasa) > <https://www.antaranews.com/berita/671852/mantan-dirjen-hubla-akui-kontrak-kerja-penuh-rekayasa> > > Dalam dakwaan disebutkan Adi Putra Kurniawan membuka beberapa rekening di > Bank Mandiri menggunakan KTP palsu dengan nama Yongkie Goldwing dan Joko > Prabowo sehingga pada 2015--2016 membuat 21 rekening di bank Mandiri cabang > Pekalongan dengan nama Joko Prabowo. > > Ia bertujuan kartu bank ATM-nya dapat diberikan kepada orang lain, yaitu > anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM), wartawan, preman di proyek > lapangan, rekan wanita dan beberapa pejabat di Kementerian Perhubungan > (Kemengub). > > Tonny mengaku, sebelum ditangkap pada 23 Agustus 2017 dalam OTT KPK sempat > menghadiri sejumlah kegiatan pada pagi harinya. > > "Pada pagi harinya, saya menghadiri kegiatan di Mabes Polri untuk Natal > mendampingi Pak Menteri kemudian ke satu hotel untuk menghadiri acara > masyarakat kereta api. Saya juga Plt Dirjen Kereta Api, lalu saya ke > kemenko Maritiim," ujarnya. > > Ia menimpali, "Saya pulang 18.30, lalu pintu saya ketok-ketok, tapi saya > tidak buka dan saya hanya katakan `Mohon maaf urusan kantor silakan ke > kantor`. Ternyata, yang datang orang KPK." > > Saat itu, Tonny menyatakan, dirinya hanya mengenakan singlet dan celana > pendek, dan mengaku biasa menyimpan uang tunai di dalam rumah. > > "Kadang sebagai pejabat mendadak perlu uang, misalnya saat saya ditunjuk > sebagai kordinator pencarian *black box* Air Asia. Saat itu saya bawa > satu juta dolar, termasuk uang perjalanan dinas dan honor. Uang-uang itu > berasal dari uang perjalanan dinas, uang pribadi almarhumah istri saya dan > uang dari kontraktor, dan pengurusan izin," ungkapnya. > > Salah satu asosiasi pengurusan izin yang memberikan uang kepadanya adalah > seseorang yang dipanggil sebagai Ibu Billy oleh Tonny, jumlahnya senilai > 30.000 dolar Amerika Serikat (AS). > > "Lalu dari PT Dumas 10.000 dolar AS, perusahaan Safik 50.000 dolar AS, > Harsono Rp30 juta," tambahnya. > > Saat ditanya jaksa KPK, "Kenapa tidak dilaporkan ke KPK dari > pemberian-pemberian itu?", maka Tonny pun menjawab: "Itu kesalahan saya > tidak melaporkan." > > Adi Putra Kurniawan didakwa berdasarkan pasal 5 ayat (1) huruf b atau > pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang > Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat (1) KUHP. > > Pasal tersebut berisi tentang memberi atau menjanjikan sesuatu kepada > pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah padahal > diketahui bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan > karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang > bertentangan dengan kewajibannya dengan ancaman pidana paling singkat 1 > tahun dan lama 5 tahun ditambah denda paling sedikit Rp50 juta dan paling > banyak Rp250 juta. > > Pewarta : Des > > > >
