----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: kh djie [email protected] [GELORA45] <[email protected]>Kepada: Gelora45 <[email protected]>; Sunny ambon <[email protected]>Terkirim: Senin, 18 Desember 2017 12.43.22 GMT+1Judul: Re: [GELORA45] 30 ransel uang di kamar mantan Dirjen Hubla
Dapat Surat ijin keruk, ditafsirkan ijin keruk uang.Ngeruknya kok pakai ransel....... 2017-12-18 12:29 GMT+01:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]>: Agaknyasang Dirjen panen berkat jadi tak sempat disembunyikan apa yangterdapat dalam ransel. Pernah ada berita tentang petinggi rezimneo-Mojopahit yang simpan hasil panen korupsi dalam ember di kamarmandi. Mungkin nanti akan diketahui bahwa ada yang menyimpan hasilpanen di kuburan. Kita tunggu saja beritanya. https://jambi.antaranews.com/ nasional/berita/671867/30- ransel-uang-di-kamar-mantan- dirjen-hubla?utm_source= antaranews&utm_medium= nasional&utm_campaign= antaranews 30 ransel uang di kamar mantan Dirjen Hubla Senin, 18 Desember 2017 17:40 WIB Mantan Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono (tengah)dicecar pertanyaan oleh wartawan seusai diperiksa di KPK, Jakarta,Selasa (29/8/2017). (ANTARA /Hafidz Mubarak A) Jakarta(ANTARA News) - Sidang kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi(Tipikor) terbukti total ada 30 ransel uang senilai Rp18 miliarhingga Rp19 miliar ditemukan dalam Operasi Tangkap Tangan KomisiPemberantasan Korupsi (OTT KPK) di kamar Mantan Direktur JenderalPerhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius TonnyBudiono. "Uang ditaruh di ransel, 30 tas, saya tahu daripenyidik," kata Tonny, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor,Jakarta, Senin. Tonny bersaksi untuk terdakwa Komisaris PTAdhiguna Keruktama Adi Putra Kurniawan yang didakwa menyuap DirekturJenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubla)Antonius Tonny Budiono senilai Rp2,3 miliar terkait pelaksanaanpekerjaan pengerukan pelabuhan dan Surat Izin Kerja Keruk(SIKK). "Mata uangnya bervariasi ada dolar Singapura,dolar AS, ringgit Malaysia, poundsterling karena setiap tahunmengikuti sidang di London, kalau di Singapura mengikuti pertemuantiga pihak antara Singapura, Indonesia dan Malaysia sehingga sayasimpan dolar Singapura, hanya kalau uang dalam 1.000 dolar Singapuraitu dari pemberian," ujarnya. Ia pun mengungkapkan,"Uang itu saya kumpulkan selama bertahun-tahun, bahkan ada yangsudah meleleh karena menempel. Ada uang istri saya juga sebagai guru,karena dapat dari wali murid mendapat saat kenaikan kelas." (Bacajuga: Mantan Dirjen Hubla akui kontrak kerja penuh rekayasa) Dalamdakwaan disebutkan Adi Putra Kurniawan membuka beberapa rekening diBank Mandiri menggunakan KTP palsu dengan nama Yongkie Goldwing danJoko Prabowo sehingga pada 2015--2016 membuat 21 rekening di bankMandiri cabang Pekalongan dengan nama Joko Prabowo. Iabertujuan kartu bank ATM-nya dapat diberikan kepada orang lain, yaituanggota lembaga swadaya masyarakat (LSM), wartawan, preman di proyeklapangan, rekan wanita dan beberapa pejabat di KementerianPerhubungan (Kemengub). Tonny mengaku, sebelum ditangkap pada23 Agustus 2017 dalam OTT KPK sempat menghadiri sejumlah kegiatanpada pagi harinya. "Pada pagi harinya, saya menghadirikegiatan di Mabes Polri untuk Natal mendampingi Pak Menteri kemudianke satu hotel untuk menghadiri acara masyarakat kereta api. Saya jugaPlt Dirjen Kereta Api, lalu saya ke kemenko Maritiim,"ujarnya. Ia menimpali, "Saya pulang 18.30, lalu pintusaya ketok-ketok, tapi saya tidak buka dan saya hanya katakan `Mohonmaaf urusan kantor silakan ke kantor`. Ternyata, yang datang orangKPK." Saat itu, Tonny menyatakan, dirinya hanyamengenakan singlet dan celana pendek, dan mengaku biasa menyimpanuang tunai di dalam rumah. "Kadang sebagai pejabatmendadak perlu uang, misalnya saat saya ditunjuk sebagai kordinatorpencarian black boxAir Asia. Saat itu saya bawa satu juta dolar, termasuk uangperjalanan dinas dan honor. Uang-uang itu berasal dari uangperjalanan dinas, uang pribadi almarhumah istri saya dan uang darikontraktor, dan pengurusan izin," ungkapnya. Salah satuasosiasi pengurusan izin yang memberikan uang kepadanya adalahseseorang yang dipanggil sebagai Ibu Billy oleh Tonny, jumlahnyasenilai 30.000 dolar Amerika Serikat (AS). "Lalu dari PTDumas 10.000 dolar AS, perusahaan Safik 50.000 dolar AS, Harsono Rp30juta," tambahnya. Saat ditanya jaksa KPK, "Kenapatidak dilaporkan ke KPK dari pemberian-pemberian itu?", makaTonny pun menjawab: "Itu kesalahan saya tidak melaporkan." AdiPutra Kurniawan didakwa berdasarkan pasal 5 ayat (1) huruf b ataupasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat (1)KUHP. Pasal tersebut berisi tentang memberi atau menjanjikansesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerimahadiah padahal diketahui bahwa hadiah tersebut diberikan sebagaiakibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukansesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannyadengan ancaman pidana paling singkat 1 tahun dan lama 5 tahunditambah denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp250 juta. Pewarta : Des
