Selasa , 19 December 2017, 15:48 WIB

Aksi Boikot AS, JK: Berani Gak Kita tak Pakai Google dan WA?


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Aksi Boikot AS, JK: Berani Gak Kita tak Pakai Google dan WA? | Republika...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina tentang 
penolakan terhadap penetapan Yerusalem...
 |

 |

 |



Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah
Jusuf Kalla



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina tentang 
penolakan terhadap penetapan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel menghasilkan 
sejumlah petisi. Salah satu isi petisi dalam aksi tersebut yakni memboikot 
produk-produk buatan Amerika Serikat dan Israel.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla 
mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu emosional untuk memboikot 
produk-produk buatan Amerika Serikat. Menurutnya, produk-produk buatan
Amerika Serikat yang ada di Indonesia adalah produk teknologi tinggi yang 
memang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Jangan emosional, sebenernya yang paling gampang berani nggakuntuk memboikot 
iPhone, jangan pakai Google, WhatsApp, gak bisa hidup tanpa itu sekarang, 
keluar rumah sekarang langsung mengantongi itu," ujar
Jusuf Kalla yang ditemui dikantornya, Selasa (19/12).

Jusuf Kalla mengatakan, masyarakat tidak bisa menghindari produk-produk 
teknologi tinggi yang diproduksi Amerika Serikat karena dibutuhkan dalam 
kehidupan sehari-hari. Sementara, barang-barang kelontong saat ini sudah 
diambil oleh Asia seperti Cina dan Korea Selatan. "Jadi itu yang paling 
penting, kalau film masih bisa kita menghindari, kalau produk-produk itu 
susah," kata Jusuf Kalla.

Sebelumnya diberitakan, Utusan Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama antar Agama 
dan Peradaban Din Syamsuddin menilai, negara anggota Organisasi Kerja Sama 
Islam (OKI) harus menjadi motor dan mendesak Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) agar 
memberikan sanksi kepada Israel dan Amerika Serikat. Hal ini menyusul adanya 
kesepakatan sepihak dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui 
Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Selain itu, harus ada kesepakatan pemboikotan global dari negara-negara anggota 
OKI terhadap keputusan Presiden Trump tersebut. Bentuk pemboikotan yakni 
kesepakatan untuk tidak membuka kantor kedutaan besar di Yerusalem. "Harus ada 
gerakan internasional yang bersifat pemboikotan global, jangan sampai ada 
negara-negara OKI yang membuka kedutaan di Yerusalem, saya kira Inggris, 
Perancis juga menyuarakan yang sama," ujar Din ketika ditemui di Istana Wakil 
Presiden, Rabu (13/12).

Kirim email ke