Untuk mengingat kembali. Sebelum presiden AS yang sekarang, presiden AS - G.W. Bush dalam pidatonya jelas jelas mengatakan sbb.: Bush menyatakan, “Setiap negara di setiap daerah sekarang haruslah memutuskan: Apakah anda dengan kami, atau anda dengan teroris-teroris itu,”
Kasarnya semua negara yang menolak untuk mematuhi diktat-diktat Washington “akan dianggap oleh Amerika Serikat sebagai musuh.” dan bisa dibasmi seperti Irak, Afganistan dls, Dewasa ini kebijakan itu dilanjutkan oleh presiden AS Donald Trump yang sekarang berkuasa. AA Pada 21 Desember 2017 13.33, [email protected] [GELORA45] < [email protected]> menulis: > > > Betul itu adalah negara amerika dengan foreign policy nya. > > Amerika itu bukan 1 suara. > > Banyak orang amerika yang memboikot tindakan2 pemerintahnya. > > Orang amerika seperti indonesianists ben Anderson, ruth mc vey dari > cornell dll itu dibredel sama orba soeharto. Ini orang2 kiri yang begitu > cinta sama Indonesia rela mempertahankan idealisme akademisnya dalam > membela kebenaran. > > > > NGO NGO amerika yang anti war (united for peace and justice dll) yang anti > korupsi (transparency international) banyak sekali terutama yang kiri yang > membela orang luar dan memboikot negaranya sendiri sampai sekarang. > > > > Nesare > > > > > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] > *Sent:* Wednesday, December 20, 2017 11:28 PM > *To:* [email protected] > *Subject:* [GELORA45] Re: AS gelap mata, dengan sombong ancam penentang > Yerusalem ibu kota Israel > > > > > > Tambahan: Komentar saya ttg preman Amerika adalah ditujukan kpd Pemerintah > Amerika dgn policy luar negerinya, yg disokong oleh golongan ektrim kanan > seperti Steve Bannon dan golongan Kristen Protestant. Selama saya dan kalau > sedang di Amerika dan ditempat pekerjaan disana, orang Amerika banyak yg > baik krn dikira saya orang Amerika atau Kanada. Tetapi mereka banyak yg > tidak menyukai negara yg tidak mau "mengekor" kpd Amerika atau yg mau > mengalahkan Amerika. > > >
