80 persen wilayah China tercakup jaringan KA cepat
 Rabu, 3 Januari 2018 08:59 WIB
 
Tampak depan moncong kereta cepat China G141 dengan rute Beijing-Shanghai 
sebagaimana dijumpai di Stasiun Beijing, China, Minggu (24/9/2017). 
(ANTARA/Yashinta Difa)

Beijing (ANTARA News) - Sekitar 80 persen wilayah China dengan luas mencapai 
9,59 juta kilometer persegi atau hampir sembilan kali lipat luas wilayah 
daratan Indonesia akan tercakup jaringan rel kereta api berkecepatan tinggi 
hingga 2020.

Dua tahun mendatang China akan memiliki lintasan kereta api cepat sepanjang 
30.000 kilometer, agar 80 persen kota besar yang penduduknya lebih dari satu 
juta jiwa bisa terhubung, demikian laporan Radio Internasional China (CRI) yang 
dipantau di Beijing, Rabu.

Perusahaan Kereta Api China (CRC) mengatakan bahwa jaringan kereta api di 
wilayah daratan Tiongkok itu memiliki standar kualitas yang dilengkapi dengan 
peralatan canggih.

Hingga akhir 2017 panjang lintasan kereta api di China telah mencapai 127.000 
kilometer, sepanjang 25.000 kilometer di antaranya merupakan lintasan kereta 
cepat. 

Lintasan kereta cepat yang bebas dari lintasan sebidang terpisah dari jalur 
kereta reguler. Demikian halnya dengan kereta bawah tanah atau subway/MRT yang 
juga terpisah.

Pada tahun ini, CRC menargetkan dapat mengangkut 3,25 miliar penumpang atau 
naik 6,9 persen dibandingkan tahun lalu dan 3,02 miliar ton barang.

Pada tahun ini pula, China telah menghabiskan dana sekitar 732 miliar RMB 
(Rp1.537 triliun) untuk pembangunan jaringan kereta api, demikian pernyataan 
General Manager CRC Lu Dongfu.

"Mulai 2013 hingga 2017, China telah mengeluarkan dana 3,9 triliun RMB untuk 
proyek perkeretaapian. Ini rekor karena investasi besar-besaran di jalur kereta 
api," ujarnya sebagaimana dikutip China Daily.

Selama periode tersebut, kata dia lagi, telah terbangun 29.400 kilometer jalur 
baru dan 15.700 kilometer atau setengahnya merupakan jalur kereta cepat..

Pada 2017, China mengeluarkan dana 801 miliar RMB untuk pembangunan jalur 
kereta api. 

Pada tahun itu pula dibuka dua jalur baru kereta cepat, yakni Baoji-Lanzhou dan 
Shijiazhuang-Jinan, menandai perkembangan signifikan jaringan kereta cepat 
dengan empat rute menghubungkan wilayah utara dan selatan serta empat rute 
timur-barat.

Fuxing, kereta cepat generasi terbaru China yang mulai beroperasi pada jalur 
Beijing-Shanghai telah memiliki hak kekayaan intelektual.

Pada bulan September kecepatan maksimum Fuxing telah disetel hingga 350 
kilometer per jam. 

Kereta generasi sebelumnya yang telah beroperasi di China selama enam tahun 
berkecepatan maksimum 300 kilometer per jam. Kereta jenis terakhir ini nantinya 
akan melaju di jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. 

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Monalisa

Kirim email ke