Sri Mulyani: Tingkat Kemiskinan Turun dalam Tiga Tahun TerakhirReporter:  
Andita RahmaEditor:  Yudono YanuarRabu, 3 Januari 2018 05:24 WIB 
Sri Mulyani: Defisit Anggaran dan Utang Masih Aman

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, tingkat kemiskinan 
dan pengangguran terbuka turun dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data 
Badan Pusat Statistik, tingkat kemiskinan mencapai 10,12 persen pada September 
2017, sedangkan pada September 2014 masih 11,13 persen.

Tingkat pengangguran terbuka juga turun. Pada Agustus 2014 tercatat 5,94 
persen, sedangkan pada Agustus 2017 menjadi 5,5 persen.

Baca juga: BPS: Penduduk Miskin Terbanyak di Maluku dan Papua

Menurut Sri Mulyani, pembangunan yang tengah digenjot pemerintah saat ini telah 
mendorong perbaikan kesejahteraan masyarakat terlihat dari tingkat kemiskinan 
yang terus turun.

Tingkat kemiskinan tertinggi masih berada di kawasan Timur Indonesia. Namun, 
konsentrasi penduduk miskin masih berada di Pulau Jawa sampai saat ini.

Di Sumatera, tingkat kemiskinan pada September 2017 mencapai 10,44 persen dan 
tingkat penggangguran terbuka pada Agustus 2017 sebesar 5,2 persen. Di Jawa, 
tingkat kemiskinan 9,38 persen per September 2017 dan tingkat pengangguran 
terbuka 6 persen per Agustus 2017.

“Kalimantan tingkat kemiskinannya ada 6,18 persen per September 2017 dan 
tingkat pengangguran terbuka ada 5,0 persen per Agustus 2017,” ujar Sri Mulyani 
di Gedung Kementerian Keuangan pada Selasa, 2 Januari 2018.

Sedangkan di Sulawesi, tercatat 10,93 persen untuk tingkat kemiskinan per 
September 2017 dan 4,9 persen untuk tingkat pengangguran terbuka per Agustus 
2017. Di Bali dan Nusa Tenggara, tingkat kemiskinan 14,17 persen per September 
2017, dan tingkat pengangguran terbuka 2,7 persen per Agustus 2017.

Di Maluku-Papua, per September 2017 tercatat 21,23 persen tingkat kemiskinan 
dan per Agustus 2017 ada 5,4 persen tingkat pengangguran terbuka, kata Sri 
Mulyani dalam jumpa pers.

Kirim email ke