----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'j.gedearka' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: "[email protected]" 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; Persaudaraan 
<[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>Terkirim: Senin, 8 Januari 2018 19.25.18 GMT+1Judul: 
[GELORA45] Mahfud Md Juga Tolak Tawaran Jadi Cagub Poros Baru Pilgub Jatim
     
 


 
   
https://nasional.tempo.co/read/1048310/mahfud-md-juga-tolak-tawaran-jadi-cagub-
poros-baru-pilgub-jatim?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_4
 
 Mahfud Md Juga Tolak Tawaran Jadi Cagub 
 
 
Poros Baru Pilgub Jatim 
   Reporter: 
Dewi Nurita
   Editor: 
Ninis Chairunnisa
  Senin, 8 Januari 2018 13:52 WIB     0 komentar     12009     Font:            
 
   -  Ukuran Font: - + 
   -    
 
   -    
 
       
Pakar hukum tata negara, Mahfud Md, saat hadir dalam rapat dengar pendapat 
bersama Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK di Gedung Nusantara, kompleks 
Parlemen, Jakarta, 18 Juli 2017. Mahfud Md menyarankan KPK untuk langsung 
menahan Setya Novanto. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo
  
TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md pernah mendapat 
tawaran untuk maju sebagai calon gubernur Jawa Timur dari koalisi Partai 
Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional. Namun tawaran 
tersebut ditolak oleh Mahfud Md dengan alasan tak tertarik.
 
Kepada Tempo, Mahfud menceritakan jika dirinya telah dihubungi oleh ketiga 
partai tersebut sejak November 2017 untuk menjadi calon gubernur di Pilgub 
Jatim 2018. “Tapi dengan penuh hormat dan terima kasih, saya menyatakan tidak 
bersedia,” kata Mahfud saat dihubungi Tempo pada Senin, 8 Januari 2018.
 
Baca: PPP Resmi Dukung Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim
 
Selain ketiga partai itu, menurut Mahfud, puluhan kiai dari kawasan Tapal Kuda 
Jawa Timur sempat meminta dirinya untuk maju sebagai calon gubernur Jawa Timur. 
“Kembali saya jawab dengan ta’dzim bahwa saya tidak bersedia,” kata Mahfud.
   
Mahfud mengatakan, jika dirinya tidak pernah membayangkan untuk maju sebagai 
calon gubernur karena mengaku tertarik pada bidang hukum dan keagamaan saja. 
“Membayangkan ikut Pilgub itu saja sudah capek, apalagi melakukannya.” kata 
dia. “Passion saya kan di bidang hukum dan sosial keagamaan.”
 
Bendahara PAN Jawa Timur Agus Maimun mengatakan apabila sampai hari ini koalisi 
Partai Gerindra, PAN, dan PKS belum menentukan calon untuk Pilgub Jatim, 
koalisi poros baru tersebut akan bubar. “Ketiga partai akan menyatakan sikap 
masing-masing," kata dia saat dihubungi Tempo pada Sabtu sore, 6 Januari 2018.
 
Baca: Azwar Anas Memilih Mundur karena Hormati Pendukung dan Pilkada
 
Adapun Gerindra masih optimistis dengan poros baru. Menurut Wakil Ketua 
Gerindra Jatim, Hendro, poros baru bakal mengumumkan calon di detik-detik 
akhir. "Mengikuti arahan DPP," kata dia. Namun dia enggan menyebut calon yang 
akan diusung.
 
Sejak putri Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid menolak pinangan Gerindra, hingga 
kini koalisi partai ini belum memutuskan calon yang akan diusung di Pilgub Jawa 
Timur. Pasangan calon yang dipastikan mendaftar adalah Khofifah Indar 
Parawansa-Emil Dardak yang Partai Golkar, PKB, PPP dan Nasdem. Sedangankan 
Saifullah Yusuf atau Gus Ipul masih menunggu wakil pengganti Abdullah Azwar 
Anas.
       
   -  Mahfud MD 
   -  Pilgub Jatim 

 
 
 
 
 
 
    

Kirim email ke